Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan

Etik (ethics) berasal dari kata yunani ethos yang berarti akhlak, adat kebiasaan, watak, perasaan, sikap, yang baik, yang layak. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Purwadarminta, 1953), etika adalah ilmu pengetahuan tentang azas akhlak. Dalam pekerjaan profesi sangat di utamakan etik profesi dalam memberikan pelayanan kepada publik. Etik profesi merupakan seprangkat prilaku anggota profesi dalam hubugannya dengan orang lain. Pengalaman etika membuat kelompok menjadi baik dalam arti moral.

Pekerjaan profesi  merupakan pekeraan yang memerlukan pendidikandan latihan tertentu, memiliki kedudukan yang tinggi dalam masyarakat, seperti ahli hukum (hakim, pengecara), wartawan, dosen, dokter, dokter gigi, dan apoteker. Profesi dokter marupakan profesi tertua dan dikenal sebagai profesi yang mulia kama ia berhadapan dengan hal yang paling berharga dalam hidup seseorang yaitu masalah kesehatan dan kehidupan.

Menurut pasal 1 butir 11 Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran; profesi kedokteran atau kedokteran gigi adalah suatu pekerjaan kedokteran atau kedokteran gigi yang dilaksanakan berdasarkan suatu keilmuan, kompetensi yang di peroleh melalui pendldikan be enjang dan kode etik yang bersifat melayani masyarakat.

Hakikat profesi kedokteran adalah bisikan nurani dan panggilan jiwa  (calling),  untuk mengabdikan diri kepada kemanusiaan berdasarkan moralitas yang kental. Prinsip-prinsip kejujuran, keadilan, empati, keikhlasan, kepedulian sesama dalam rasa kemanusiaan, rasa kasih sayang (compassion), dan ikut merasakan penderitaan orang lain yang kurang beruntung. Dengan demikian, seorang dokter tidak boleh egois melainkan mengutamakan orang lain, mengobati orang sakit (altruism). Seorang dokter harus memiliki intellectual quotient (IQ), emotional quotient (EQ), dan sepiritual qouotient (SQ) yang tinggi dan berimbang.

Tujuan pendidikan etika dalam pendidikan dokter adalah untuk menjadikan calon dokter lebih manusiawi dengan memiliki kematangan intelektual dan emosional. Etik profesi kedokteran merupakan seperangkat perilaku para dokter dan dokter gigi dalam hubungannya dengan pasien, keluarga, masyarakat, ternan sejawat dan mitra kerja. Rumusan perilaku para anggota  profesi  disusun  oleh organisasi  profesi  bersama-sama  pemerintah  menjadi  suatu  kode etik profesi yang bersagkutan. Tiap-tiap jenis tenaga kesehatan telah memiliki kode etiknya, namun kode etik tenaga kesehatan tersebut mengacu pada kode etik kedokteran indonesia.

Hukum Kesehatan

Sementara hukum kesehatan menurut Anggaran Dasar Perhimpunan Hukum Kesehatan  Indonesia, adalah semua ketentuan hukum yang berhubungan langsung dengan pemeliharaan/pelayanan kesehatan dan penerapan hak dan kewajiban baik bagi perseorangan maupun segenap lapisan masyarakat,  baik   sebagai  penerima  pelayanan kesehatan maupun sebagai pihak penyelenggara pelayanan kesehatan dalam dalam segala aspek,  organisasi, sarana, pedoman standar pelayanan medik, ilmu pegetahuan kesehatan dan hukum, sergta sumber-sumber hukum lain. Hukum kedokteran merupakan bagian hukum kesehatan yaitu yang menyangkut pelayanan kesehatan.

Hukum kesehatan merupakan hukum yang masih muda. Perkembangan di  mulai  pada  waktu  word congress on medical law di Belgia pada tahun 1967 dan diteruskan secara periodik untuk beberapa lama.  Di Indonesia, perkembangan hukum kesehatan dimulai sejak teribentuknya kolompok  studi  untuk  hukum  kedokteran UI/RS Ciptomangunkusumo di Jakarta pada tahun 1982. Perhimpunan untuk  hukum  kedokteran  Indonesia (PERHUKI), terbentuk di Jakarta pada tahun 1983 dan berubah menjadi perhimpunan hukum kesehatan Indonesia.

Incoming search terms:

  • etika kedokteran dan hukum kesehatan
  • Lebih tinggi hukum apa etika kedokteran
  • mengapa profesi hukum dan kedokteran adalah yang paling tua dalam masyarakat
  • teori kompassion dalam kode etik hukum kesehatan
This entry was posted in Artikel and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.