Manajemen Administrasi Perkantoran

Administrasi Perkantoran

Arthur Grager, Administrasi adalah fungsi tata penyelenggaraan terhadap komunikasi dan pelayanan warkat suatu organisasi.

George Terry, Administrasi adalah perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sondang P. Siagian, Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Administrasi dalam arti sempit merupakan kegiatan yang meliputi: catat-mencatat, surat-menyurat, ketik-mengetik, agenda, atau dapat dikatakan juga sebagai segala yang bersifat teknis ketatausahaan. Sementara administrasi dalam arti luas adalah seluruh proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan dengan memanfaatkan sarana prasarana tertentu secara berdaya guna dan berhasil guna. Oleh karena itu, dalam hal ini administrasi dapat disimpulkan sebagai usaha dan kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai suatu tujuan.

Dalam fase perkembangannya, sejarah mencatat bahwa gereja katolik roma mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan teori administrasi dan manajemen. Terdapat tiga kelompok sarjana berbeda namun memiliki pandangan yang secara garis besarnya sama, yakni, Kelompok Kameralisten di Jerman dan Austria, Kelompok Merkantilizen di Inggris, dan Kelompok Fisiokraten di Perancis. Dan pada fase perkembangannya di jaman modern adalah ditandai dengan lahirnya Gerakan Manajemen Ilmiah yang dipelopori oleh Frederick W. Taylor pada tahun 1886 di Amerika Serikat.

Manajemen administrasi perkantoran

Manajemen administrasi perkantoran merupakan bagian dari manajemen yang memberikan informasi layanan bidang administrasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif dan memberi dampak kelancaran pada bidang lainnya. George R. Terry mengatakan, Manajemen perkantoran adalah perencanaan, pengendalian dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakan agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Sementara W.H. Evans mengatakan, Administrasi perkantoran merupakan fungsi yang menyangkut manajemen dan pengarahan semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan keterangan, komunikasi, dan ingatan organisasi.

Dalam manajemen perkantoran terdapat berbagai fungsi yang meliputi rangkaian aktivitas, di antaranya: manajemen dan pengarahan, tata laksana/penyelenggaraan, pelaksana secara efisien, manajemen, pengendalian, pengarahan dan pengawasan.

Hal ini dilakukan dengan tujuan: (1) Memberikan semua keterangan yang lengkap dan diperlukan siapa saja, kapan dan di mana hal itu diperlukan untuk pelaksanaan perusahaan secara efisien, (2) Memberikan catatan dan laporan yang cukup dengan biaya serendah-rendahnya, (3) Membantu perusahaan memelihara persaingan, (4) Memberikan pekerjaan ketatausahaan yang cermat, dan (5) Membuat catatan dengan biaya minimal.

Dengan demikian, pada pokoknya manajemen perkantoran merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasi (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi dan mengendalikan (melakukan kontrol) sampai menyelenggarakan secara tertib sesuai tujuan mengenai sesuatu hal atau kegiatan. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya ialah pekerjaan perkantoran (office work).

Incoming search terms:

  • apa maksudnya membuat catatan dengan biaya minimal?
  • Apa penjelasan dari kaum kameralisten di jerman dan austria
  • fase administrasi perkantoran
  • kegiatan outbound administrasi perkantoran
  • pengertian catatan dengan biaya minimal
  • pertanyaan tentang kameralisten
This entry was posted in Artikel and tagged , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.