3V Dalam Komunikasi dan Memahami Tahap Proses Komunikasi

pelatihan dan sertifikasi BNSP bidang MSDM/HRD

3V Dalam Komunikasi dan Memahami Tahap Proses Komunikasi

3V dalam komunikasi dan memahami tahap proses komunikasi, sebagai seorang sekretaris tentunya harus bisa berkomunikasi dengan baik, baik kepada pimpinan atau dengan rekan kerja. Program pengembangan sekretaris (secretary development program) merupakan langkah awal yang diperlukan seorang sekretaris untuk bisa menjadi seorang sekretaris yang profesional. Salah satu programnya yaitu meningkatkan keterampilan komunikasi, ini akan memudahkan seorang sekretaris dalam melakukan pekerjaannya. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan komunikasi non verbal, misalnya : menggunakan gestur tubuh, menunjukkan sikap tertentu (tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu).

Istilah 3V dalam komunikasi merupakan hasil penelitian Profesor Albert Mehrabian. Ia telah memelopori pemahaman komunikasi sejak tahun 1960-an. Secara sederhana, hasil penelitiannya mengenai 3V yang umum disampaikan sebagai berikut : 7% makna dari pesan yang disampaikan ditangkap lewat Verbal (kata-kata), 38% makna dari pesan yang disampaikan ditangkap lewat Vokal (intonasi), dan 55% makna dari pesan yang disampaikan ditangkap lewat Visual (bahasa tubuh). Namun, Prof. Mehrabian tidak mengatakan bahwa 3V tersebut dapat digunakan untuk segala kondisi. Ini akan berlaku dalam situasi dimana ada ketidaksesuaian antara kata dan ekspresi. Artinya, saat kata-kata tidak cocok dengan ekspresi wajah, orang cenderung percaya ekspresi wajah yang tampak dan bukan kata yang diucapkan.

Proses komunikasi dapat terjadi apabila terdapat interaksi dan terjadi penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi. Proses komunikasi dapat terjadi apabila terdapat interaksi dan terjadi penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi. Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikator.

Dalam teori komunikasi terdapat beberapa tahap proses komunikasi yaitu :

1.  Penginterprestasian

Hal yang diinterpretasikan merupakan motif komunikasi, terjadi dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang dipikirkan dan dirasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan motif komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.

2.  Penyandian

Tahap ini masih ada dalam komunikator, dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebut encoding, akal budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat penyandi mengubah pesan abstrak menjadi konkret.

3.  Pengiriman

Proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter, alat pengirim pesan.

4.  Perjalanan

Tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.

5.  Penerimaan

Tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan.

6.  Penyandian balik

Proses komunikasi penyandian balik terjadi dalam diri komunikan, yakni sejak lambang komunikasi diterima melalui receiver hingga pesan tersebut diolah dan diuraikan dalam diri komunikan (decoding).

7.  Penginterpretasian balik

Proses komunikasi penginterpretasian kembali terjadi dalam diri komunikan. Proses komunikasi ini terjadi sejak lambang komunikasi berhasil diuraikan dalam bentuk pesan hingga menimbulkan feedback.