Alat Dasar Kualitas Dalam Peningkatan Kualitas

Pelatihan Sdm

Alat Dasar Kualitas Dalam Peningkatan Kualitas

 

Semakin maju dan berkembangnya dunia industri, semakin beraneka ragam pula produk yang di produksi. Tidak menutup kemungkinan dari begitu banyaknya jumlah produk yang di produksi, maka akan timbul produk gagal. Untuk mengurangi biaya produksi yang ditimbulkan dari adanya produk gagal maka dilakukan rekayasa kualitas (quality). Rekayasa kualitas adalah proses perbaikan kualitas secara terus menerus dalam merancang produk atau proses. Selain itu rekayasa kualitas juga dapat diartikan sebagai proses pengukuran yang dilakukan selama perancangan produk. Menurut Dr. Genichi Taguchi rekayasa kualitas ada 2 macam yaitu :

1. Rekayasa kualitas secara offline

Perancangan eksperimen merupakan peralatan yang sangat fundamental, dimana teknik ini mengidentifikasi sumber dari variasi dan menentukan perancangan dan proses yang optimal. Pengendalian kualitas secara offline quality control adalah usaha-usaha yang bertujuan mengoptimalkan desain proses dan produk, sebagai pendukung usaha online quality control. Usaha ini dilakukan baik sebelum maupun setelah proses.

2. Rekayasa kualitas secara online

Rekayasa kualitas secara online merupakan suatu aktivitas untuk mengamati dan mengendalikan kualitas pada setiap proses produksi secara langsung. Aktivitas ini sangat penting dalam menjaga agar biaya produksi menjadi rendah dan secara langsung pula dapat meningkatkan kualitas produk. Rekayasa kualitas secara online ini juga dapat mengontrol mesin-mesin produksi sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan pada mesin-mesin produksi tersebut.

Usaha-usaha yang tercakup dalam online quality control adalah pengdiagnosaan, penyesuaian proses, pengontrolan proses, dan inspeksi hasil proses. Usaha-usaha ini adalah pengendalian kualitas yang berlangsung saat proses produksi sedang berjalan. Lalu pada quality measurement juga dikenal dengan tujuh tools dasar dalam peningkatan kualitas (seven basic tools to quality) yaitu sebuah set tools yang terdiri dari berbagai teknik grafis yang dianggap sebagai set metode yang paling tepat digunakan untuk menuntaskan segala permasalahan yang berkaitan dengan kualitas. Set of tools ini dikatakan sebagai “tools dasar” karena penggunaannya cukup mudah dan sesuai bagi mereka yang belum mendalami statistik dan dapat diandalkan dalam menyelesaikan sebagian masalah terkait isu kualitas. Ketujuh tools tersebut adalah :

1. Cause and effect / Ishikawa diagram (Diagram tulang ikan / Fishbone)

Diagram yang menggambarkan beberapa hal yang menjadi penyebab dan beberapa hal yang menjadi akibatnya. Diagram ini berbentuk seperti tulang ikan yang memaparkan sebab dan akibat.

2. Check Sheet

Check sheet adalah sebuah dokumen (form) yang digunakan untuk mengumpulkan data secara real time langsung di lokasi di mana data dihasilkan. Data yang diambil dapat berupa data kualitatif dan kuantitatif. Jika informasi yang disajikan berupa data kuantitatif, check sheet seringkali disebut tally sheet.

3. Control Chart

Control chart dikenal juga dengan sebutan Shewhart Chart atau process behaviour chart adalah tool statistik yang digunakan untuk mentukan apakah suatu proses manufaktur atau bisnis sedang berada dalam keadaan kontrol statistik.

4. Histogram

Berupa grafik atau diagram batang yang menggambarkan data yang tersedia.

5. Pareto Chart

Pareto chart diambil dari nama penciptanya, Vilfredo Pareto, yang merupakan suatu chart yang terdiri atas garis dan batang. Pada chart ini, value individu direpresentasikan oleh balok dalam urutan yang menurun dan jumlah total kumulatif direpresentasikan oleh garis.

6. Scatter Diagram

Diagram scatter adalah tipe diagram matematis yang menggunakan koordinat Cartesian untuk memaparkan value dari dua variabel data.

7. Stratifikasi (flow chart / run chart)

Merupakan metode untuk membuat sampling. Stratifikasi sendiri adalah proses pemisahan anggota dari suatu populasi kedalam sub-grup yang homogen sebelum pembuatan sampling.