Cara Mendelegasian Pekerjaan Yang Efektif

Pelatihan Sdm

Cara Mendelegasian Pekerjaan Yang Efektif

 

Cara mendelegasian pekerjaan yang efektif hambatan seorang pimpinan dalam mendelegasikan wewenang kepada bawahannya dikarenakan ketidak percayanya kepada kemampuan bawahan dan takut jika pekerjaan tersebut gagal untuk dikerjakan. Hal tersebut mengakibatkan pimpinan cenderung untuk mengerjakan semua pekerjaannya sendiri. Penolakan yang terjadi kepada bawahan menolak pendelegasian karena enggan untuk mendapatkan tambahan pekerjaan. Alasan lainnya dikarenakan  tidak mau mendapatkan konsekuensi jika tugas yang dilimpahkan kepada mereka kurang berhasil.

Pemimpin perusahaan selalu dituntut untuk memimpin para bawahannya namun bukan berarti pemimpin harus mengerjakan segala sesuatunya dengan sendiri. Mendelegasikan pekerjaan merupakan salah satu kunci penting dalam kesuksesan di perusahaan. Seiring dengan karir yang meningkat dan proyek yang semakin besar, pemimpin tidak akan mampu menangani segala tanggung jawab secara sendirian sekaligus menjaga standar yang tinggi.

Agar proses pendelegasian dapat berjalan dengan efektif dan hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi, maka diperlukan beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Sehingga secara garis besar ada persyaratan utama dalam melakukan pendelegasian, yaitu komitmen manajemen untuk memberikan kebebasan kepada bawahan (karyawan) dalam melaksanakan tugas yang sudah didelegasikan kepadanya. Pengembangan komunikasi antar pribadi pemimpin dan karyawannya untuk meningkatkan saling pengertian dan menjadikan delegasi yang lebih efektif lagi.

Berikut faktor-faktor apa saja yang dapat mendukung pendelegasian pekerjaan menjadi efektif, diantaranya yaitu :

1.Menentukan tugas yang jelas

Pemimpin harus mengerti dan mengetahui tugas atau wewenang apa saja yang telah didelegasikan oleh karyawan sehingga terperinci secara jelas. Kejelasan tugas dapat mencakup akan persamaan bentuk tugas yang didelegasikan, kejelasan sasaran atau tujuan dari tugas tersebut.

2. Mengetahui kemampuan dan kesiapan bawahan

Dengan mengetahui kemampuan bawahan, maka pemimpin dapat lebih mudah mendelegasikan tugasnya kepada orang yang tepat. Hal itu dapat dilakukan dengan membandingkan karakteristik tugas yang akan didelegasikan dengan kapabilitas atau kemampuan bawahan.

3. Komunikasikan Secara Jelas

Kunci dari manajemen perusahaan adalah melakukan komunikasi yang jelas dan terbuka. Hal ini menjadi penting supaya tugas yang didelegasikan dapat berjalan lancar. Pemimpin perlu menjelaskan kepada bawahan (karyawan) tentang ekspektasi terhadap tugas tersebut dan segala informasi yang dibutuhkan oleh karyawan untuk mencapai tujuan. Pemimpin juga dapat menuliskan informasi tersebut atau memberi panduan pada karyawan.

4. Memberikan motivasi kepada bawahan

Pemimpin dapat memotivasi bawahan melalui perhatian pada kebutuhan dan tujuan setiap individu bawahan, agar dapat bekerja dengan baik. Terkadang tugas akan dijalankan dengan baik apabila bawahan merasa bahwa tugas tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingannya.

5. Lakukan evaluasi secara berkala

melakukan evaluasi secara bertahap untuk memastikan bahwa setiap anggota karyawan berada pada jalur yang tepat. Karyawan juga pasti akan memiliki pertanyaan, maka pastikan bahwa pemimpin telah menyediakan jawabannya yang sesuai. Selain itu tentukan tingkat pengontrolan yang harus dilakukan untuk meliaht kinerja karyawan.

Mendelegasikan tugas membutuhkan latihan yang tidak sebentar, namun berbagi tanggung jawab mampu menciptakan rasa kebersamaan dalam karyawan dan menghasilkan kesuksesan. Tidak hanya itu, karyawan juga akan menjadi lebih produktif, kompeten, dan percaya diri dalam mengerjakan tugas.