Cara Menerapkan Analisis Kompetitif untuk Bisnis

Pelatihan Sdm

Cara Menerapkan Analisis Kompetitif untuk Bisnis

 

Cara Menerapkan Analisis Kompetitif untuk Bisnis, Analisis Kompetitif adalah perbandingan strategi kompetitor Anda yang juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan beragam pendekatan kegiatan pemasaran dalam sebuah industri atau bidang bisnis. Analisis kompetitif juga membantu sebuah bisnis dalam menentukan potensi keuntungan dan hambatan dalam pasar yang mengandung suatu produk atau layanan tertentu, dan secara umum membantu sebuah bisnis dalam memantau bagaimana metode kompetitor langsung (direct competitor) maupun kompetitor tidak langsung dalam mengeksekusi strategi mereka di berbagai bidang seperti pemasaran, penetapan harga produk/layanan, maupun kegiatan distribusi.

Berikut langkah-langkah menerapkan analisis kompetitif untuk bisnis:

1.Bikin Sebuah Daftar Berisi 5-10 Kompetitor

Terlebih dahulu, Anda tentu harus mencari tahu siapa saja kompetitor Anda, baik kompetitor langsung maupun yang tidak. Mulai dari Google atau mesin pencari lain dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan bisnis Anda. Informasi yang Anda butuhkan adalah:

  • Bisnis yang menjual produk yang serupa dengan Anda
  • Bisnis yang memiliki premis/ide dasar dengan Anda
  • Bisnis yang memiliki kesamaan dalam hal target pasar maupun demografis
  • Bisnis baru maupun yang sudah berpengalaman yang serupa dengan bisnis Anda

Kumpulkan 5-10 bisnis yang masuk kriteria tersebut sebelum memutuskan untuk memilah bisnis yang hendak dianalisa.

2. Kumpulkan dalam Satu Dokumen MS Excel/Google Spreadsheet

Hal ini akan membantu Anda dalam mengorganisir data-data kompetitor yang telah Anda kumpulkan. Setelah itu, kategorikan kompetitor yang sudah terkumpul berdasarkan hal-hal berikut:

  • Rentang harga
  • Penawaran produk
  • Pengelolaan media sosial dan respon audiens di dalamnya
  • Konten apa yang digunakan untuk menarik perhatian calon pembeli secara online
  • Promo khusus bagi pengguna baru
  • Dan hal lain yang layak untuk dieksplor lebih lanjut

3. Identifikasi Kompetitor Utama (dan Kompetitor Sekunder)

Mulailah mengkategorikan kompetitor Anda, siapa saja kompetitor utama termasuk pula kompetitor sekunder. Dengan begitu, Anda akan terbantu dalam menentukan seberapa jauh kesinambungan kompetitor tersebut dengan bisnis Anda. Berikut urutannya:

  • Kompetitor Utama: Mereka yang secara langsung berkompetisi dengan bisnis Anda, seperti misalnya menjual produk/jasa kepada target pasar yang serupa dengan Anda. Bisnis Anda dan kompetitor utama biasanya selalu dibanding-bandingkan sebelum pelanggan memutuskan untuk membeli produk dari bisnis yang mana. Contoh nyata dari kompetitor utama adalah Coca-Cola dengan Pepsi maupun Nike dengan Adidas.
  • Kompetitor Sekunder: Bisnis yang menjual produk/jasa yang serupa dengan Anda namun menjualnya kepada target pasar yang berbeda. Contoh nyatanya adalah produk-produk Apple yang secara khusus menargetkan target pasar menengah ke atas dan Samsung yang mampu mencakup golongan menengah ke bawah.
  • Kompetitor Tersier: Kompetitor jenis ini umumnya menargetkan pasar yang sama seperti bisnis Anda, hanya saja produk yang dijual berbeda. Contohnya adalah Victoria’s Secret dengan Zara, menjual produk yang berbeda namun memiliki target pasar yang sama, yakni wanita berusia sekitar 20 hingga 29 tahun.

4. Kumpulkan Data Kompetitor Melalui Berbagai Aplikasi Online

Bila Anda sudah mengetahui siapa saja kompetitor utama, sekunder maupun tersier, sekarang saatnya untuk mengumpulkan data kompetitor menggunakan aplikasi online. Sekarang ini ada banyak sekali aplikasi online yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan mengumpulkan data kompetitor. Tentu bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Berikut contoh aplikasi online antara lain Ahrefs & SEMrush dan SimilarWeb

5. Analisa Kekuatan Kompetitor dengan Menjadi Pengguna Mereka

Bersama dengan metode riset lain yang Anda lakukan menggunakan aplikasi online, ada baiknya Anda juga bertindak sebagai pengguna dari kompetitor. Tujuannya jelas, yakni untuk mempelajari bagaimana kompetitor merangkul dan memperlakukan penggunanya, strategi apa yang mereka gunakan untuk membangun basis pelanggan setia, dan hal-hal lain yang bisa Anda curi idenya. Untuk menjadi pengguna kompetitor, Anda bisa mencoba cara berikut:

  • Membeli produk/jasa yang dijual
  • Menjadi pembaca blog competitor
  • Menjadi pengikut di media social

Mendaftar sebagai pengguna dan mencoba sendiri berbagai fitur yang ada di platform yang ditawarkan kompetitor, seperti fitur-fiturnya, customer support-nya, dan lain sebagainya.