Cara Menetapkan Pengukuran Kinerja yang Benar dan Tepat

pelatihan dan sertifikasi BNSP bidang MSDM/HRD

Cara Menetapkan Pengukuran Kinerja yang Benar dan Tepat


Kinerja adalah sebutan lain dari prestasi, pencapaian, atau tingkat keberhasilan yang diraih oleh individu atau suatu kelompok. Sesuatu dapat dikategorikan sebagai kinerja, jika pencapaian yang mereka lakukan dapat mewujudkan target dan tujuan yang selaras dengan visi misi yang tertulis di dalam strategic planning suatu perusahaan. Sesuatu dapat dikatakan sebagai kinerja, apabila pencapaian yang diraih oleh individu atau kelompok memang selaras dengan target dan tujuan yang ingin dicapai. Jadi tanpa sebuah target dan tujuan, kinerja seorang karyawan atau tim akan sulit untuk diukur. Dari penjelasan singkat ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tolak ukur sebuah kinerja sangatlah diperlukan. Oleh karena itu, setiap perusahaan atau organisasi perlu memiliki pengukuran kinerja yang dibuat secara benar dan tepat.

Berikut Cara Menetapkan Pengukuran Kinerja yang Benar dan Tepat:

1.Apa yang Ingin Diukur?

Hal pertama yang perlu kita fokuskan adalah menetapkan elemen spesifik yang penting untuk diukur. Mengapa? Karena setiap elemen spesifik yang perlu diukur akan bervariasi berdasarkan divisi di dalam perusahaan. Secara umum, pengukuran kinerja akan ditetapkan seputar produktivitas dan profitabilitas. Selain itu, sebagian besar pemimpin akan menetapkan pengukuran kinerja dengan memasukkan harapan-harapan tertentu dari kinerja yang diberikan oleh karyawan. Sebagai contoh: Kemajuan dievaluasi dengan pencapaian yang spesifik terkait dengan tujuan dan sasaran masing-masing individu, Profitabilitas dievaluasi terhadap anggaran yang ditetapkan untuk setiap kegiatan dan Efisiensi dievaluasi oleh pemanfaatan sumber daya dalam unit organisasi.

2. Bagaimana Cara Membandingkannya?

Ketika para pemimpin sudah paham dan mengetahui tentang hal-hal apa saja yang perlu mereka evaluasi, maka para pemimpin perlu membuat tolak ukur yang jelas agar dapat mengukur segala hal secara kritis. Ketika pemimpin memiliki tolak ukur yang jelas, maka tingkat kepercayaan yang diberikan oleh karyawan terhadap penilaian yang mereka dapatkan akan semakin tinggi. Jelas saja mereka akan semakin percaya, karena mereka tahu tolak ukur yang ditetapkan benar-benar dirancang dengan benar dan jelas.

3. Harus Seberapa Sering Kita Mengukur Kinerja Karyawan?

Dalam hal ini, para pemimpin harus berhati-hati untuk tidak membebani diri mereka dengan informasi-informasi yang tidak perlu ditanggapi. Dengan memiliki pengukuran kinerja yang benar dan tepat, pemimpin harus tahu kapan dirinya harus mengukur kinerja karyawan dan kapan dirinya harus mengabaikan informasi-informasi yang datang.

4. Pengukuran Apa yang dapat Mengidentifikasi?

Pengukuran kinerja akan membantu para pemimpin untuk mengukur kinerja dari keseluruhan divisi perusahaan. Pengukuran yang spesifik juga akan menciptakan hasil evaluasi yang efektif dan korektif. Pengukuran kinerja yang solid akan membantu para karyawan untuk menyempurnakan kinerja mereka. Tidak hanya itu, karyawan juga akan semakin bersemangat, termotivasi dan produktif.