Etika Berkomunikasi Dalam Lingkup Perusahaan

Etika Berkomunikasi Dalam Lingkup Perusahaan

 

Etika Berkomunikasi Dalam Lingkup Perusahaan, Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam dunia kerja dan merupakan salah satu yang sangat perlu diperhatikan untuk mencegah kesalahpahaman yang dapat menyebabkan permasalahan yang terjadi. Berbicara merupakan salah satu komunikasi langsung yang paling cepat dan sangat mudah untuk dilakukan selain itu berkomunikasi dengan berbicara langsung dirasa mudah dimengerti dan menimbulkan dampak feedback kepada lawan bicaranya.

Dalam dunia kerja berkomunikasi tentunya tidak lepas dengan bagaimana cara karyawan berkomunikasi dengan atasan ataupun sebaliknya yang terkadang masih menemui kendala. Kendala tersebut dapat terjadi sering merasa khawatir bahwa ketika akan berbicara dengan atasan misalnya seperti tampak menggurui dan merasa takut bahwa pendapat yang dikemukakan tidak sesuai dengan keinginan dan tidak didengar. Kasus kesalahpahaman dalam etika berkomunikasi inilah yang menyebabkan sering terjadi konflik dalam dunia pekerjaan.

Peran seorang pimpinan disinilah yang menjadi faktor yang akan mempengaruhi kualitasnya dalam memimpin perusahaan. Selain faktor mentalitas, visioner tentunya faktor terpenting lainnya kemampuan mengelola bawahannya yaitu dengan kemampuan berkomunikasi terhadap pimpinan. Kemampuan berkomunikasi yang baik akan membantu dalam semua proses yang ada dalam perusahaan. Sehingga pemimpin harus mampu mempengaruhi bawahannya untuk berbuat perubahan untuk mencapai visi dan misi perusahaan sehingga tujuan yang ingin dicapai perusahaan dapat terwujud.

Berikut merupakan beberapa etika yang harus diperhatikan dalam menjalin komunikasi dalam dunia perkerjaan :

1.  Penggunaan Bahasa yang Sesuai

Dalam berkomunikasi tentunya yang menjadi sorotan utama yaitu pemilihan bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi antar karyawan maupun dengan pimpinan. Sebaiknya pemilihan bahasa menggunakan bahasa yang formal, karena bahasa formal merupakan bahasa yang paling aman dan memiliki kesan untuk rasa saling menghargai didalamnya.

2.  Memastikan Intonasi Suara yang Jelas

Intonasi yang jelas akan menimbulkan berjalannya komunikasi dapat berjalan dengan baik. Karena intonasi yang kurang jelas dapat menyebabkan pesan yang disampaikan tidak dapat diterima dengan baik atau miss comunication sehingga ini dapat menyebabkan kesalahpahaman. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya menggunakan intonasi yang jelas misalnya dalam mengucapkan huruf vokal  (a,i,u,e,o).

3.  Antusias

Antusias dalam berkomunikasi dapat diperlihatkan dengan cara mendengarkan dengan seksama, memberikan tatapan mata yang berbinar menunjukan rasa ketertarikan saat mendengarkan lawan bicara dan juga menyimak apa yang dibicarakan dan diakhiri dengan memberikan pendapat atau masukan jika ada dalam pesan komunikasi tersebut.

4.  Jangan Berbicara Arogan

Mendengarkan dengan seksama dan memberikan tatapan mata dalam berkomunikasi merupakan cara yang baik digunakan dalam beretika dengan karyawan maupun dengan atasan. Tetapi dalam menanggapi atau memberi masukan saat berkomunikasi dengan mengeluarkan kemampuan ilmu yang kita miliki meskipun dirasa bahwa kita lebih pintar terhadap lawan bicara hal tersebut yang harus dihindari. Hal tersebut akan menjadi sangat arogan untuk didengar dengan lawan bicara dan dapat menyebabkan adanya kesalahpahaman antar pihak.

5.  Bahasa Tubuh dan Ekspresi Wajah

Komunikasi nonverbal merupakan bentuk dari hasil interaksi antar individu dalam berkomunikasi. Ekspresi-ekspresi tertentu dapat dianggap sebagai suatu tanda bagi lawan bicara, sehingga harus berhati-hati dalam memperlihatkan bahasa tubuh dan juga ekspresi wajah dalam berkomunikasi supaya tidak memunculkan sikap atau ekspresi yang dapat menyingung lawan bicara atau sebaliknya.

6.  Menjaga Sikap Profesional

Sikap profesional dalam berkomunikasi dapat terlihat saat kita bertutur kata pada lawan bicara. Sikap profesional merupakan salah satu cara untuk menjadikan kita lebih dihargai dalam berkomunikasi. Tidak diperbolehkan mencampurkan masalah pribadi dengan permasalahan yang terjadi di perusahaan hal ini dapat berakibat mengganggu kinerja anda di perusahaan.