Gaya Kepemimpinan Kolaboratif

Gaya Kepemimpinan Kolaboratif

 

Gaya kepemimpinan kolaboratif, Kolaborasi merupakan kunci utama dalam suatu kepemimpinan. Kunci kolaborasi ini menjadikan setiap individu merupakan sosok yang penting dalam mengerjakan pekerjaannya di perusahaan. Kolaborasi ini akan semakin kuat apabila setiap individu atau kelompok diberikan peran pada setiap masing – masing pekerjaannya selanjutnya pemimpin berperan sebagai konduktor yang memastikan bahwa semua tim nya berjalan sesuai dengan alurnya.

Kolaborasi akan semakin terasa bila ikon atau sosok yang menggerakan memang seorang yang sangat menginspirasi, baik itu karena karyanya atau prestasinya dalam bekerja. Kolaborasi membuat setiap elemen bergerak dengan energi tanpa batas dan tak kenal ruang-waktu sehingga akan merasakan sebuah kolaborasi yang dibangun dengan platform kerja yang terbuka, mampu mendorong karya baru, mampu menghasilkan inovasi baru, dan akan merasa lebih baik dan menjadi individu yang lebih bermanfaat dengan kolaborasi ini.

Untuk menjadi pemimpin yang kolaboratif maka diperlukan beberapa keahlian dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin, diantaranya:

  • Memainkan peran sebagai penghubung (konektor) yang mempunyai banyak peran dan hubungan dalam dunia perusahaan yang beragam, sehingga mampu mengaitkan ide, gagasan dari beberapa sumber yang terkait.
  • Menarik bakat-bakat yang beragam baik di dalam maupun di luar organisasi kemudian menggabungkan sesuai dengan latar belakang, ilmu, sosial dan budaya yang melatarbelakangi seorang pemimpin
  • Membuat model kolaborasi dimulai dari yang atas yaitu dengan tujuan utama untuk membidik dan memikat orang yang berkompeten untuk berkolaborasi sehingga pemimpin benar-benar menjadi panutan dalam berkolaborasi.
  • Memperagakan tangan besi untuk menjaga tim tidak berkutat dalam perdebatan, sehingga mampu mengarahkan timnya dan menjaga untuk bertanggung jawab dengan benar.

Kepemimpinan kolaboratif akan melakukan beberapa hal yang berkaitan dengan perusahaan dengan memastikan bahwa semua kolaborasi yang terjadi akan menguntungkan semua pihak yang terlibat. Dengan menunjukan bahwa kolaborasi ini akan membentuk peluang dan membentuk tim yang efektif sehingga akan menimbulkan lingkungan yang memiliki kepercayaan tinggi terhadap pemimpinnya. Terciptanya struktur kolaborasi yang difokuskan pada perubahan secara terus-menerus dan menjadi lebih baik lagi, sehingga tujuannya untuk mengembangkan kemampuan yang baru yang semakin meningkatkan efektifitas perusahaan.

Menurut Nick Lovegrove dan Matthew Thomas ada beberapa karakteristik pemimpin kolaboratif yang perlu diketahui dalam memimpin suatu kolaborasi, yaitu :

1.  Motivasi yang seimbang

Menciptakan nilai produk atau jasa dalam pekerjaan dan menggabungkan motivasi dengan pengaruh dan dampak sosial yang akan terjadi.

2.  Keterampilan yang dapat dipindah tangankan

Merupakan serangkaian keterampilan khusus yang dapat diturunkan seperti analisis kuantitatif, perencanaan strategis dan manajemen pemangku kepentingan.

3.  Kecerdasan Kontekstual

Memberikan rasa empati atau menghargai tentang perbedaan yang terjadi di dalam perusahaan yang meliputi bahasa, budaya dan kepercayaan.

4.  Jaringan Integrasi

Seperangkat hubungan lintas sektor yang digunakan untuk mengembangkan karir dalam membangun tim yang baik dalam pengambilan keputusan.

5.  Pikiran Yang Siap

Kesiapan untuk mengejar karir yang tidak konvensional yang mengakibatkan untuk bersiap-siap dalam hal finansial yaitu terkait dengan pemotongan gaji dan lain-lainnya.

6.  Benang Intelektual

Keahlian dalam menanggapi isu intersektor tertentu dengan memahami dari perspektif masing-masing sektor perusahaan.