Hasil Signifikan Dengan Creative Problem Solving

Pelatihan Sdm

Hasil Signifikan Dengan Creative Problem Solving

Creative Problem Solving merupakan seni memecahkan masalah terus-menerus dikembangkan untuk kemudian diakui kembali oleh orang-orang di berbagai sektor industri. Terkadang, cara baru menjadi metode yang efektif untuk diterapkan dalam beberapa proses tertentu. Menggunakan cara yang fundamental dan strategis sebagai solusi pemecahan masalah akan berdampak pada munculnya konsistensi dalam organisasi. Perusahaan yang memutuskan untuk mengambil solusi yang berdasarkan fakta, pengalaman dan juga logika, hasil yang didapat pun akan terbentuk secara rasional dan berkelanjutan. Penerapan 8 langkah mudah dan praktis untuk memecahkan semua masalah yang muncul dalam perusahaan, dapat dimulai dengan mencakup siklus Plan, Do, Check, Act (PDCA). Intinya, langkah-langkah tersebut adalah perencanaan, tindakan, evaluasi dan tindakan berikutnya.

Untuk mengetahui uraian dari 8 langkah tersebut, berikut adalah uraiannya :

1. Tentukan Masalah

Sebuah masalah dapat diidentifikasi dengan menggunakan salah satu dari 3 cara berikut: menggunakan penyimpangan yang muncul dari standar; perbedaan kesenjangan antara kondisi yang diinginkan dan kondisi aktual; dan kealpaan yang ditemukan dari kebutuhan pelanggan. Untuk membuat masalah dapat diidentifikasi dengan baik, masalah tersebut harus dilihat secara langsung, karena akan memberikan detil-detil dan pengalaman yang membuat perusahaan menjadi lebih baik dalam proses yang berikutnya.

2. Uraikan Masalah

Setelah berhasil mengidentifikasi masalah, langkah berikutnya yang dapat dilakukan adalah mulai menguraikan masalah tersebut menjadi lebih rinci dan spesifik. Jangan lupa, saat menguraikan masalah, tetap harus melihat dan melakukannya secara langsung, agar bisa lebih mempelajari dan menganalisis input dan output yang berbeda dari proses sehingga bisa lebih memprioritaskan upaya yang akan dilakukan. Tentunya, melakukan penguraian dari masalah utama akan lebih efektif dibandingkan dengan mengatasi masalah kecil satu per satu dan mengatasi masalah besar tanpa arah yang jelas.

3. Tetapkan Target

Komitmen dan fokus menjadi dua poin penting, karena akan berpengaruh terhadap proses yang sedang dilakukan. Perusahaan harus menetapkan target yang menantang, tapi jangan melewati batas yang akan membebani organisasi dan menghambat proses perbaikan.

4. Analisis Akar Masalah

Saat memecahkan masalah, analisis akar masalah adalah kunci penentunya, karena akan mampu membantu organisasi mengidentifikasi faktor-faktor yang sebenarnya menjadi penyebab munculnya masalah. Pastikan untuk mempertimbangkan semua potensi yang menjadi akar penyebab masalah, dan temukan berdasarkan hasil analisa sendiri, bukan berdasarkan data laporan.

5. Kembangkan Solusi

Informasi hasil analisis akar masalah selanjutnya menjadi pedoman dan pendukung untuk mengembangkan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Solusi yang ada haruslah sebanyak mungkin dan berasal dari pemikiran semua anggota tim, karena satu solusi dari satu pemikiran saja tidak akan menjadi pemecah masalah terbaik.

6. Implementasi Solusi

Untuk dapat mengimplementasikan solusi yang telah disepakati dalam proses pemecahan masalah, komunikasi menjadi penentu utama, karena ide-ide dan inovasi dari semua anggota tim masih akan dibutuhkan. Pastinya, solusi yang dipilih harus dipertimbangkan pula berdasarkan siklus PDCA tadi, untuk memastikan bahwa tidak ada yang terlewat. Bukan menjadi hal yang tidak mungkin kesalahan pun akan muncul saat melakukan pemecahan masalah, oleh karena itu, berusaha tekun dan teliti akan menjadi pendorong yang baik.

7. Pantau Proses dan Hasilnya

Akan ada kemungkinan terjadinya kesalahan dalam solusi pemecahan masalah. Untuk mengantisipasi hal itu, sebaiknya dalam perusahaan ada sebuah sistem yang berfungsi untuk meninjau dan memodifikasi solusi tadi agar memberikan hasil sesuai yang diinginkan. Dari sistem tersebut dapat juga diidentifikasi apakah solusi yang digunakan berasal dari hasil analisis ataukah hanya ide saja.

8. Standarisasi dan Saling Berbagi Kesuksesan

Jika solusi dan semua proses tadi berhasil memecahkan masalah, pastinya perusahaan ingin menerapkan proses baru sebagai dasar standar baru didalam organisasi. Proses baru itupun akan dibagikan ke seluruh anggota organisasi. Tidak sampai sini saja, evaluasi secara flashback semua proses dan hal yang didapat, dan terapkan kembali untuk masalah yang akan dihadapi dimasa mendatang.

Beberapa metode problem solving sudah menjadi cara umum yang digunakan banyak perusahaan dalam memecahkan permasalahan yang berdampak signifikan terhadap proses bisnis perusahaan. Namun, seringkali anda langsung melompat kepada masalah yang terlihat saja. Tidak jarang, masalah kembali muncul setelah selesai. Kunci untuk bisa menjalankan teknik berpikir kreatif dalam memecahkan masalah adalah adanya keinginan untuk bisa menerima serta mencari jalan keluar dari setiap tantangan yang ada. Mencoba melakukan eksplorasi terhadap berbagai kemungkinan yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga nantinya akan tercipta generasi yang inovatif dan mampu menciptakan hal-hal baru sebagai solusi untuk membantu permasalahan di sekitarnya.

Pemecahan masalah secara kreatif (Creative Problem Solving) merupakan upaya pemecahan suatu masalah dengan menggunakan cara-cara yang kreatif dan revolusioner (mengkombinasikan berbagai teknik dan metode), sehingga hasilnya lebih signifikan. Cara-cara kreatif yang dimaksud merupakan cara atau metode yang baru dan komprehensif, yang cenderung eksentrik. Metode demikian merupakan suatu penjabaran dari metode-metode yang telah ada sekaligus sebagai upgrading dari metode-metode yang telah ada. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemecahan masalah secara kreatif merupakan upaya pemecahan masalah dengan metode (cara) yang efektif dan komprehensif.