Implementasi 7 Kebiasaan Orang Yang Sangat Efektif Bagi Hidup

Pelatihan Sdm

Implementasi 7 Kebiasaan Orang Yang Sangat Efektif Bagi Hidup

Implementasi 7 Kebiasaan Orang Yang Sangat Efektif Bagi Hidup yaitu Efektivitas,  Efektivitas adalah kemampuan untuk melakukan hal yang tepat atau untuk menyelesaikan sesuatu dengan baik. Hal ini mencakup pelimpahan sasaran yang paling tepat dan pemilihan metode yang sesuai untuk mencapai sasaran tersebut. Efektivitas merupakan perspektif yang menekankan pelaksanaan tugas pekerja atau anggota dari organisasi itu. Tugas-tugas yang harus dilaksanakan adalah bagian dari pekerjaan atau posisi individu dalam organisasi itu. Para manajer secara rutin menaksir keefektifan individu melalui proses evaluasi prestasi. Evaluasi ini menjadi dasar untuk kenaikan gaji, promosi, dan jenis imbalan lain yang diberikan organisasi itu.

Efektivitas merupakan salah satu pencapaian yang ingin diraih oleh sebuah organisasi. Untuk memperoleh teori efektivitas peneliti dapat menggunakan konsep-konsep dalam teori manajemen dan organisasi khususnya yang berkaitan dengan teori efektivitas.  Efektivitas tidak dapat disamakan dengan efisiensi. Karena keduanya memiliki arti yang berbeda, walaupun dalam berbagai penggunaan kata efisiensi lekat dengan kata efektivitas. Efisiensi mengandung pengertian perbandingan antara biaya dan hasil, sedangkan efektivitas secara langsung dihubungkan dengan pencapaian tujuan.

Karakter merupakan gabungan dari kebiasaan-kebiasaan. Kebiasaan adalah faktor yang kuat dalam kehidupan karena kebiasaan bersifat tetap dan sering kali merupakan pola yang tidak disadari. Kebiasaan secara terus-menerus, setiap harinya, mengekspresikan karakter dan menghasilkan keefektifan atau ketidakefektifan seseorang. Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul The 7 Habits of Highly Effective People, menyajikan pendekatan untuk menjadi efektif dalam mencapai tujuan dengan menyelaraskan diri pada apa yang dia sebut sebagai prinsip etika karakter yang menurutnya universal dan abadi. Covey mendefinisikan kebiasaan sebagai persilangan antara pengetahuan, keterampilan, dan keinginan. Pengetahuan adalah paradigma teoritis, meliputi apa yang harus dilakukan dan mengapa. Keterampilan adalah bagaimana melakukannya. Kemudian, keinginan adalah motivasi, keinginan untuk melakukan.

Setiap bab dalam bukunya didedikasikan kepada satu kebiasaan, yang diwakili oleh imperatif berikut ini :

1. Kemenangan pribadi atau kemandirian

Tiga kebiasaan yang pertama mengarahkan Anda dari ketergantungan menuju kemandirian (kemenangan pribadi) :

  • Kebiasaan 1 : Jadilah Proaktif (Be Proactive)

Mengambil inisiatif dalam kehidupan dengan menyadari bahwa keputusan Anda (dan bagaimana mereka terkait dengan prinsip-prinsip kehidupan) adalah faktor determinasi primer untuk efektivitas dalam kehidupan Anda. Mengambil tanggung jawab terhadap pilihan yang Anda buat dan konsekuensi berikutnya yang mengikuti. Stephen R. Covey mengartikan tanggung jawab (resposibility) sebagai responseability atau kemampuan untuk menanggapi atas stimulus yang dihadapi.

  • Kebiasaan 2 : Mulailah dari Akhir dalam Pikiran (Begin with the End in Mind)

Temukan diri sendiri dan klarifikasi nilai-nilai karakter dan tujuan hidup Anda yang sangat penting. Gambarkan atau bayangkan karakteristik ideal untuk setiap peran yang berbeda dan hubungan dalam hidup Anda.

  • Kebiasaan 3 : Dahulukan yang Utama (Put First Things First)

Rencanakan, prioritaskan, eksekusi tugas-tugas mingguan Anda berdasarkan skala kepentingannya lebih dahulu dibandingkan skala urgensinya. Evaluasi apakah usaha yang sudah anda lakukan sudah sesuai dengan nilai karakter yang Anda inginkan, mendorong Anda semakin dekat pada sasaran, dan memperkaya peranan dan hubungan yang diuraikan dalam kebiasaan 2.

2.  Kemenangan publik atau Interdependensi

Tiga kebiasaan berikutnya adalah apa yang harus dilakukan untuk menuju kemenangan publik atau interdependensi (misalnya bekerja dengan orang lain) :

  • Kebiasaan 4 : Berpikir Menang-Menang (Think Win-Win)

Benar-benar berusaha untuk mencapai solusi atau perjanjian saling menguntungkan dalam hubungan Anda. Nilai dan hormati orang lain dengan memahami bahwa “kemenangan” untuk semua orang adalah suatu resolusi jangka panjang yang lebih baik daripada jika hanya satu orang saja yang telah mendapatkan keinginannya.

  • Kebiasaan 5 : Berusahalah untuk mengerti orang lain dahulu, baru kemudian dimengerti (Seek First to Understand, Then to Be Understood)

Pakailah cara mendengarkan dengan empati agar dapat benar-benar dipengaruhi orang lain, yang akan mendorong mereka untuk balas mendengarkan Anda dan berpikiran terbuka untuk dapat Anda pengaruhi. Ini menciptakan suasana kepedulian, menghormati, dan pemecahan masalah secara positif.

  • Kebiasaan 6 : Sinergi (Synergy)

Menggabungkan kekuatan dari beberapa orang melalui kerjasama tim yang positif, sehingga untuk mencapai tujuan tidak ada satu orangpun yang bisa melakukannya sendiri. Mendapatkan performa terbaik dari sekelompok orang dengan mendorong kontribusi yang berarti, dan pemodelan kepemimpinan inspirasional dan mendukung.

3.  Pembaharuan diri

Kebiasaan terakhir berkaitan dengan peremajaan diri :

  • Kebiasaan 7 : Asahlah gergaji (Sharpen the Saw)

Seimbangkan dan perbaharui sumber daya, energi, dan kesehatan Anda untuk menciptakan gaya hidup yang berkelanjutan, jangka panjang, dan efektif.