Jenis Manajemen Risiko Yang Dapat Diterapkan Pada Perusahaan

Jenis Manajemen Risiko Yang Dapat Diterapkan Pada Perusahaan

 

Setiap hal tentu sangat berhubungan dengan risiko. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun pasti berhadapan dengan risiko. Apalagi dalam sebuah perusahaan atau dunia bisnis, sudah tentu risiko menjadi suatu hal yang pasti ada dan setiap hal yang dilakukan akan berhadapan dengan berbagai risiko. Maka dari itu, dalam perusahaan perlu adanya manajemen risiko (risk management) yang tujuannya tak bukan untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi tingkat risiko yang dihadapi. Manajemen risiko merupakan suatu teori yang harus diterapkan di dalam membangun bisnis atau usaha. Karena tanpa manajemen yang baik, pengusaha tidak bisa mendeteksi hal-hal buruk yang bisa menimpa perusahaan. Ironisnya perusahaan bisa mengalami penurunan atau kolaps tanpa bisa diketahui apa penyebabnya. Maka melakukan pengelolaan terhadap risiko adalah hal penting selain manajemen pemasaran dan manajemen bisnis selainnya. Terdapat beberapa jenis manajamen risiko yang dapat diterapkan dalam suatu perusahaan.

Berikut ini jenis-jenis manajemen risiko :

1.  Manajemen Risiko Operasional

Manajemen ini terkait dengan risiko yang timbul dari kegagalan fungsi proses internal, misalnya karena kesalahan manusia, kegagalan sistem, faktor eksternal seperti bencana, dan lain sebagainya. Dalam manajemen risiko operasional (operational risk management), ada 4 (empat) faktor risiko termasuk manusia, proses, sistem, dan eksternal. Dengan memahami manajemen risiko ini, perusahaan dapat mengambil langkah pencegahan atau bahkan sanksi sehingga kapasitas produksi dan layanan tetap terjaga seperti hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

2.  Manajemen Hazard

Manajemen hazard terkait dengan kondisi potensial yang mengakibatkan kebangkrutan dan kerusakan. Ketika membahas bahaya, tentu saja juga membahas perilaku. Risiko perilaku adalah peristiwa yang dapat menyebabkan kerugian bisnis. Dalam hal ini ada 3 (tiga) jenis bahaya yang harus diketahui, termasuk bahaya hukum, bahaya fisik dan bahaya moral. Contoh bahaya hukum seperti pelanggaran atau pengabaian peraturan bisnis yang dapat menyebabkan kebangkrutan, seperti pelanggaran SOP atau peraturan perusahaan yang pada akhirnya memiliki konsekuensi fatal. Sementara, bahaya fisik dapat berupa mesin yang sudah tua dan berisiko kehilangan selama produksi. Seperti kecelakaan karyawan karena mesin dan sebagainya. Untuk moral hazard, misalnya sikap karyawan di lingkungan kerja menimbulkan kerugian. Sebagai contoh, karyawan tidak jujur ​​dan sering korupsi uang atau karyawan yang tidak melayani konsumen dengan baik sehingga berdampak buruk bagi perusahaan.

3.  Manajemen Risiko Finansial

Manajemen risiko finansial (manajemen risiko finansial) adalah upaya untuk memantau risiko dan melindungi hak properti, laba, aset, dan aset entitas bisnis. Dalam praktiknya, proses manajemen risiko ini mencakup mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko jika terbukti mengancam keberlanjutan perusahaan. Manajemen ini sangat penting karena ini adalah salah satu sumber daya perusahaan. Karena itu seorang akuntan harus benar-benar mempertimbangkan berbagai risiko lain yang berkaitan dengan keuangan, seperti risiko likuiditas, kontinuitas pasar, risiko kredit, risiko regulasi, risiko pajak, dan risiko akuntansi. Manajemen ini juga tidak terlepas dari perubahan nilai tukar mata uang yang erat kaitannya dengan perubahan inflasi, neraca perdagangan, kapasitas utang, tingkat bunga, dan lain sebagainya.

4.  Manajemen Risiko Strategis

Manajemen risiko strategis (strategic risk management) ini terkait dengan pengambilan keputusan. Risiko yang biasanya muncul adalah kondisi tidak terduga yang mengurangi kemampuan pelaku bisnis untuk menjalankan strategi yang direncanakan. Dalam hal ini beberapa faktor seperti risiko operasi, risiko penurunan nilai aset, risiko kompetitif atau bahkan risiko frenchise (jika ada).

Setelah mengetahui mengenai manajemen risiko, sudah saatnya mengaplikasikan manajemen risiko dalam perusahaan. Pengelolaan risiko pada suatu usaha adalah suatu keharusan, terutama di zaman sekarang disaat semuanya dapat berubah dengan cepat. Jika tidak bisa mengelola risiko dengan benar, dapat dipastikan bahwa bisnis Anda sedang dalam bahaya. Menjadi adaptif terhadap perubahan juga merupakan salah satu solusi terhadap perubahan yang terjadi, dan ini yang akan membedakan Anda, apakah perubahan berdampak negatif atau postif pada bisnis Anda. Manajemen risiko bersifat berkelanjutan, sehingga membutuhkan langkah-langkah yang menyeluruh untuk menanggulangi suatu permasalahan yang dihadapi oleh suatu perusahaan. Manajemen risiko dapat dikatakan berhasil apabila tindakan yang diambil tepat untuk mencegah atau setidaknya dapat meminimalisir risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan perusahaan.