Kemampuan Negosiasi yang Wajib Dikuasai agar Sukses Bernegosiasi

Kemampuan Negosiasi yang Wajib Dikuasai agar Sukses Bernegosiasi

 

Kemampuan negosiasi yang wajib dikuasai agar sukses bernegosiasi, Dalam bekerja pastinya sering terjadi perbedaan tujuan dari tiap individu, hal inilah yang kemudian biasanya memicu terjadinya konflik. Tanpa adanya negosiasi, konflik semacam ini akan mengakibatkan ketidakpuasan pada salah satu pihak. Maka kemampuan negosiasi dan diskusi yang baik sangat penting Anda kuasai untuk mencapai kesepakatan bersama. Hampir setiap hari tentu Anda rutin melakukan negosiasi. Baik itu negosiasi dengan pelanggan, dengan perusahaan rekanan, hingga negosiasi dengan atasan atau rekan kerja. Rutinnya Anda melakukan negosiasi, sering membuat kita menganggap negosiasi sebagai hal biasa yang tidak perlu dipelajari secara khusus. Padahal, skill negosiasi yang baik dapat memberikan banyak keuntungan bagi Anda secara individu maupun perusahaan.

Berikut Kemampuan negosiasi yang penting untuk Anda kuasai agar dapat sukses di tempat kerja:

1. Menguasai komunikasi verbal dan non-verbal

Kemampuan komunikasi verbal dan non-verbal merupakan kunci terpenting dalam negosiasi. Seorang negosiator haruslah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan jelas dan efektif agar maksud yang ingin disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh pihak lawan. Anda harus berhati-hati, karena komunikasi yang kurang jelas dapat menimbulkan kesalahpahaman yang akan merubah situasi negosiasi.

2. Kemampuan menganalisis masalah dan menemukan solusinya

Tidak hanya pintar dalam berkomunikasi, seorang negosiator yang efektif harus mampu untuk menganalisis sebuah masalah dan menetukan kepentingan dari tiap pihak yang terlibat. Memahami masalah dengan jelas dapat membuat Anda lebih mudah dalam menemukan solusi atas masalah tersebut. Setelah melakukan analisis masalah, Anda akan mampu mengidentifikasi isu-isu, ketertarikan pihak yang terlibat, serta tujuan akhirnya.

3. Persiapan yang cermat

Sebelum memulai proses negosiasi, seorang negosiator yang baik harus melakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan yang baik dapat menjadi penentu dalam sebuah hasil negosiasi. Tentukanlah hasil apa yang ingin Anda capai dalam negosiasi ini. Dengan begitu, Anda dapat menyadari apakah negosiasi telah berjalan seperti yang diharapkan atau tidak. Sehingga, Anda dapat mengetahui kapan waktunya untuk berhenti atau masih perlu menekan lebih jauh.

4. Mendengarkan lawan bicara secara aktif

Untuk menjadi negosiator yang baik, Anda perlu berlatih untuk mendengarkan lawan bicara secara aktif. Maksudnya adalah memahami apa yang disampaikan oleh lawan bicara secara verbal maupun non-verbal. Dengan mendengarkan dan memahami maksud sebenarnya dari apa yang disampaikan oleh pihak lain membuat Anda dapat melakukan analisis masalah dengan lebih akurat, sekaligus memikirkan solusi yang paling tepat untuk kedua belah pihak. Dengarkan dan perhatikan dengan baik apa yang dikatakan oleh pihak lain, jangan sampai Anda mendominasi percakapan.

5. Cerdas dalam mengontrol emosi

Kontrol emosi merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah proses negosiasi. Pihak yang tidak sanggup mengatur emosinya, seringkali akan menjadi pihak yang menyesali keputusan atau ucapannya saat negosiasi berakhir. Walaupun terkadang negosiasi dapat berjalan dengan alot dan membuat frustasi, seorang negosiator yang baik akan menjaga emosinya tetap terkontrol selama proses negosiasi berlangsung.

6. Tunjukkan komitmen

Untuk memastikan bahwa negosiasi yang Anda lakukan telah efektif, Anda perlu meyakinkan pihak lain bahwa kedua belah pihak memiliki komitmen untuk berpartisipasi dalam kesuksesan negosiasi. Tunjukkanlah bahwa Anda peduli terhadap keberhasilan negosiasi tanpa mengesampingkan keinginan dan kepentingan pihak lawan. Anda perlu menunjukkan komitmen ini melalui kata-kata, kontak mata dan bahasa tubuh agar pihak lawan percaya akan komitmen Anda.

7. Ketahui gaya negosiasi pihak lawan

Proses dan hasil dari negosiasi tentunya akan ditentukan oleh kedua belah pihak. Oleh sebab itu, Anda harus pintar dalam mempelajari karakteristik pihak lawan. Kenali tipe dan sifatnya, apakah pihak lawan Anda termasuk ke dalam tipe yang to the point dan tidak suka negosiasi terlalu panjang, atau termasuk ke dalam tipe yang banyak akal atau hard player. Dari sini Anda kemudian dapat menyesuaikan gaya negosiasi yang akan digunakan.