Kiat Kelola Konflik Secara Efektif

Pelatihan di Jogja – Dalam interaksi sosial, baik antar individu atau antar kelompok, konflik sebenarnya merupakan hal alamiah. Barangkali, konflik mulanya dianggap sebagai gejala atau fenomena yang tidak wajar dan berakibat negatif, tetapi dewasa ini terdapat cara pandang yang mana konflik dianggap sebagai gejala wajar yang dapat berakibat negatif maupun positif tergantung bagaimana cara mengelolanya (Baca juga: Crisis Management).

Dari pandangan baru tersebut dapat kita lihat bahwa pimpinan atau manajer tidak hanya wajib menekan dan memecahkan konflik yang terjadi, tetapi juga wajib untuk mengelola konflik sehingga aspek-aspek yang membahayakan dapat dihindari dan ditekan seminimal mungkin, dan aspek-aspek yang menguntungkan dikembangkan semaksimal mungkin (Baca juga: Kunci Menjadi Leader yang Baik).

Dalam hal ini, konflik di dalam organisasi dapat disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya penyebabnya adalah faktor manusianya sendiri semisal gaya kepemimpinan atasan yang terlalu kaku, maupun karena kepribadian masing-masing individual (sikap egoistis, temperamental, sikap fanatik, dan sikap otoriter). Tidak hanya itu, faktor yang juga sangat berpotensi menimbulkan konflik adalah faktor organisasi itu sendiri (Baca juga: Effective Public Relations).

Dalam hal ini dapat diambil contoh semisal perbedaan tujuan antar unit-unit organisasi, semisal dalam sebuah perusahaan terjadi ketidaksamaan visi unit penjualan menginginkan harga yang relatif rendah dengan tujuan untuk lebih menarik konsumen, sementara unit produksi menginginkan harga yang tinggi dengan tujuan untuk memajukan perusahaan. Faktor lainnya yang juga menjadi momok dalam suatu organisasi adalah komunikasi. Jika dalam suatu perusahaan terjadi problem hambatan komunikasi, baik dalam perencanaan, pengawasan, koordinasi bahkan kepemimpinan sudah barang tentu hal tersebut dapat menimbulkan konflik antar unit/ departemen (Baca juga: Effective Crisis Communication Strategy).

Ini tentu menjadi masalah yang dapat berefek negatif apabila tidak dihadapi serta dikelola dengan baik. Konflik yang tidak dikelola secara baik dan efektif dapat berakibat negatif, sementara konflik yang dikelola dengan baik dan efektif dapat menumbuhkan sikap positif.

Untuk itu, diperlukan adanya solusi atau cara sebagai jalan keluar dalam menyelesaikan konflik. Meski demikian, untuk menyelesaikan konflik tentunya bukan suatu yang sederhana. Cepat-tidaknya suatu konflik dapat teratasi tergantung pada beberapa faktor, yakni kesediaan dan keterbukaan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan konflik, bobot atau tingkat konflik itu sendiri, serta kemampuan intervensi pihak ketiga yang turut berusaha mengatasi konflik yang ada (Baca juga: Effective Crisis Communication Strategy & Maintain Corporate).

Sebagai contoh, dalam menyelesaikan suatu problem (konflik) dalam organisasi perlu adanya upaya dalam menyelesaikan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua pihak. Proses pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur. Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan alternatif pemecahan secara bersama dengan keuntungan yang berimbang bagi kedua pihak. Hal ini selanjutnya akan membentuk suatu atmosfir serta kesadaran untuk mengesampingkan ego personal dan mendahulukan kerjasama, menjalin komunikasi dan hubungan yang lebih baik demi kepentingan bersama (Baca juga: Kiat Menjaga Karyawan tetap Senang dan Semangat Bekerja).

Hal lainnya yang juga berpengaruh besar dalam mengatasi konflik dalam suatu organisasi/perusahaan adalah peran pihak ketiga, dalam hal ini semisal dapat berupa seorang mediator. Menggunakan mediator untuk menengahi sengketa merupakan pilihan tepat ketika terjadi kebuntuan antara dua pihak (Baca juga: What Makes a Good Leader?). Mediator dapat membantu mengumpulkan fakta, menjalin komunikasi yang terputus, menjernihkan dan memperjelas masalah serta mela-pangkan jalan untuk pemecahan masalah secara terpadu. Efektivitas penengahan tergantung juga pada bakat dan ciri perilaku mediator.

Akhirnya, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, pengelolaan serta penanganan konflik secara baik dan efektif pada akhirnya justru memberikan efek positif bagi suatu organisasi. Penanganan konflik dengan baik merupakan indikasi bahwa organisasi/perusahaan tersebut berjalan dinamis (Baca juga: Tips agar Tidak Membawa Persoalan Pribadi ke Kantor).

This entry was posted in Artikel and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.