Konsep Dasar dan Jenis Telemarketing

Konsep Dasar dan Jenis Telemarketing

 

Konsep dasar dan jenis  Telemarketing telah banyak digunakan oleh bagian pemasaran dalam perusahaan untuk melakukan promosi, memproses pesanan, membantu penjualan, dan melayani pelanggan dengan tujuan untuk menghasilkan terjadinya transaksi penjualan. Telemarketing dalam pemasaran sudah banyak membantu perusahaan, terutama dalam mengurangi biaya penjualan seperti biaya perjalanan dan biaya untuk meningkatkan volume penjualan. Agar peran telemarketing dapat lebih efektif, maka perusahaan harus menggunakan karyawan yang terlatih dalam telemarketing. Karena dengan adanya telemarketing, perusahaan tidak hanya bergantung pada advertising saja.

Menurut De Weaver (1997), berdasarkan cara kontak yang dilakukan terdapat 2 (dua) jenis telemarketing, yaitu :

1.  Outbound Telemarketing (Telemarketing Keluar)

Outbound Telemarketing yaitu kegiatan telemarketing yang digunakan oleh perusahaan yang biasanya berfungsi di dalam kapasitas penjualan sebuah produk atau jasa. Telemarketing outbound dilakukan dengan cara produsen melalui pusat layanan telepon (call center) melakukan panggilan ke pelanggan yang dituju secara langsung yang bertujuan baik untuk membuka account baru, memenuhi syarat petunjuk periklanan serta melayani bisnis yang ada, termasuk pemesanan ulang dan layanan pelanggan. Para telemarketer wajib untuk secara terus menerus melakukan kontak dengan calon pelanggan yang sekiranya berpotensi untuk menggunakan produk, baik berpa barang maupun jasa yang ditawarkan. Informasi yang didapatkan bisa berupa dari data base yang dimiliki perusahaan dari survey ataupun data pelanggan atau bisa juga dengan membeli informasi tentang pelanggan dari perusahaan media dan sebagainya.

2.  Inbound Telemarketing (Telemarketing Masuk)

Inbound Telemarketing yaitu kegiatan telemarketing yang digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan pesanan dan menerima informasi dari pelanggan baru atau pelanggan potensial maupun pelanggan yang telah ada atau pelanggan lama. Telemarketing jenis ini disediakan oleh produsen untuk para pelanggan potensial atau konsumen yang termotivasi dan memenuhi syarat untuk meminta informasi produk atau jasa, memesan langsung, memberikan pengaduan atau mengungkapkan keluhan atas produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut kepada pelanggannya serta meminta keterangan tentang dealer atau outlet terdekat. Jika pada outbond telemarketing mewajibkan karyawannya untuk bergerak aktif terhadap pelanggan atau calon pelanggan, maka inbound telemarketing adalah strategi yang diterapkan dengan cara menunggu telepon dari calon pelanggannya. Sebagai contoh, pada beberapa tayangan iklan alat olahraga ataupun perabotan rumah tangga di sebuah stasiun TV akan memberikan iklan produk.

Kompetisi bisnis yang semakin ketat dengan kompetitor menuntut perusahaan untuk menjalankan operasi dan bertahan dalam kondisi pasar yang dinamis. Perubahan kondisi juga menuntut sebuah perusahaan memperbarui peluncuran produk baru, kampanye, dan berita perusahaan. Telemarketing mampu melakukannya dan memberikan informasi terkait dalam waktu singkat. Komunikasi yang terjalin dengan melakukan kontak langsung dengan calon konsumen, dapat membantu meningkatkan awareness produk atau jasa perusahaan.