Konsep Komunikasi dan Teknik Komunikasi Non-Verbal Perusahaan

Pelatihan Sdm

Konsep Komunikasi dan Teknik Komunikasi Non-Verbal Perusahaan

 

Konsep komunikasi dan teknik komunikasi non-verbal perusahaan, dalam kehidupan sehari-hari komunikasi merupakan suatu hal yang tidak dapat dilepaskan dimanapun dan kapanpun keberadaanya. Komunikasi merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi setiap makhluk sosial untuk menyampaikan pesan (komunikator) kepada penerima pesan (komunikan). Komunikator dapat menyampaikan pesannya kepada komunikan dengan menggunakan berbagai saluran media yang tepat sesuai dengan tujuan serta target apa yang sudah ditentukan oleh komunikator untuk mencapai respon atau feedback yang dapat diterima dan dipahami oleh kedua belah pihak.

Istilah komunikasi menurut Wikipedia merupakan suatu penyampaian komunikasi informasi (pesan, ide dan gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduannya. Sedangkan menurut beberapa ahli pengertian komunikasi dapat dijabarkan sebagai berikut :

  • Hovland, Kelley (1953), Komunikasi merupakan suatu proses melalui seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang lain.
  • Harold Lasswell (1960), Komunikasi pada dasarnya merupakan proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dan saluran apa lalu kepada siapa dan akan berakibat apa.
  • Brent D. Ruben (1988), Komunikasi merupakan suatu proses melalui mana individu dan hubungannya, dalam kelompok, oraganisasi, serta dalam masyarakat menciptakan dan mengirim maupun menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain.
  • William J. Seller (1998), Komunikasi adalah proses yang mana symbol verbal dan non-verbal dikirimkan dan diterima lalu diberikan arti.

Keberlangsungan proses komunikasi tentunya melibatkan unsur-unsur atau elemen yang digunakan untuk mendukung suatu proses komunikasi sehingga dapat berjalan dengan lancar.

Unsur-unsur atau elemen komunikasi tersebut terdiri dari :

1.  Komunikator atau pengirim pesan (sender)

Komunikator ini merupakan individu atau kelompok yang menyampaikan pesan kepada lawan komunikasi dalam proses komunikasi. Komunikator ini disebut sebagai enkoding (pembuat kode) untuk aktivitas berkomunikasi yang menghasilkan pesan berupa kode atau simbol.

2. Pesan (Message)

Pesan merupakan sesuatu yang disampaikan atau dikirim oleh pengirim pesan (komunikator) dan diterima oleh penerima pesan (komunikan). Pesan ini dapat berupa lisan (verbal), non verbal atau berbentuk tertulis.

3.  Saluran (Channel)

Saluran ini merupakan alat yang digunakan untuk menyalurkan atau memindahkan pesan dari komunkator supaya tersampaikan kepada komunikan. Saluran untuk menyampaikan pesan ini dapat melalui visual, pendengaran dan kinestetik.

4.  Komunikan atau Penerima pesan ( Receiver)

Komunikan ini merupakan unsur penting dari komunikasi yaitu yang menerima pesan dari pengirim. Penerima komunikasi dapat dipengaruhi oleh fisiologis, psikologis dan kognitif dari komunikan.

5.  Umpan Balik (Feedback)

Informasi yang diterima balik oleh pengirim (komunikator) dari penerima (komunikan) sebagai reaksi penerima terhadap pesan yang telah diterima. Feedback ini dapat membantu memberikan kejelasan kepada pengirim bahwa pesan yang dikirim dapat diterima oleh penerima begitupun sebaliknya.

 

Jenis-jenis Komunikasi

Untuk melancarkan suatu komunikasi kepada pihak lain dapat berjalan dengan lancar untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Apabila komunikasi verbal tidak efektif maka komunikasi non verbal dapat digunakan untuk mendukung suatu interaksi dalam proses komunikasi.

1.  Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal ini merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan tulisan atau lisan. Komunikasi ini membutuhkan alat berupa bahasa lalu output nya berupa ucapan atau tulisan kata-kata. Komunikasi verbal ini efektif dilakukan selama individu atau orang yang berinteraksi dan mengerti bahasa yang digunakan dalam proses komunikasi.

2.  Komunikasi Non-verbal

Komunikasi non verbal ini merupakan proses komunikasi dimana pesan yang disampaikan tidak menggunakan kata-kata tetapi menggunakan bahasa tubuh (body languange), gerak tubuh (gesture) dan ekspresi wajah. Komunikasi non verbal ini dianggap sebagai pelengkap dari komunikasi verbal karena dianggap lebih mudah dipahami dan melalui ekspresi yang tidak dapat dibohongi, sehingga saat melakukan komunikasi lebih banyak menggabungkan kedua bentuk komunikasi tersebut.

Sehingga dalam dunia bisnis banyak sekali perusahaan yang memanfaatkan komunikasi non verbal ini untuk mengembangkan bisnisnya, contoh komunikasi non verbal meliputi :

a. Ekspresi Wajah

Melalui ekspresi wajah paling umum digunakan untuk melihat lawan bicara dalam menanggapi atau merespon lawan bicara. Misalnya dengan melakukan pemasaran produk atau jasa kepada konsumen dapat dilihat berdasarkan ekspresi wajah terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.

b. Gestur

Gestur ini merupakan komunikasi yang sering digunakan dalam lingkungan kerja, contoh gestur seperti menunjuk, melambaikan tangan dan lainnya. Gestur ini dapat digunakan Misalnya saat melakukan meeting ada pertanyaan yang ingin diajukan maka dapat melambaikan tangan atau mengangkat tangan supaya mudah dipahami oleh rekan kerja lainnya.

c. Sentuhan

Sentuhan ini menunjukan suatu keramahan, ajakan bahkan dapat pula tanda berbahaya. Misalnya marketing perusahaan ingin menjalin kedekatan dengan customer dapat memberikan salam dengan berjabat tangan yang artinya memberikan salam perkenalan atau salam keakraban.

d. Komunikasi dengan Suara

Komunikasi suara ini memperlihatkan apa yang sedang lawan bicara alami atau dengan konteks suara yang diucapkan. Misalnya ketika rekan kerja sedang berbicara dengan volume tinggi maka artinya ia sedang menyampaikan rasa emosionalnya, sedangkan ketika sedang berbicara dengan volume kecil digunakan untuk menyampaikan kabar yang kurang baik atau kabar duka.

e. Proxemik

Komunikasi non verbal proxemik ini mengacu pada jarak atau tempat saat melakukan interaksi. Jarak dan tempat interaksi dilakukan menjadi 4 zona yaitu zona publik, sosial, personal dan intim. Semakin jauh atau dekat antar lawan berbicara maka interaksi komunikasi yang terjalin pun berbeda.

f. Kontekstual

Kontekstual merupakan bagaimana cara individu atau kelompok berkomunikasi dengan melihat keadaan atau situasi. Kontekstual ini merupakan berkomunikasi dengan mengenal usia, jenis kelamin, jabatan, budaya dan lain sebagainya. Misalnya, karyawan saat sedang berbicara dengan atasan atau pimpinan akan lebih sopan dan atitude yang santun.

 

Sehingga pentingnya peran komunikasi non verbal dalam perusahaan berdasarkan pada gestur, tatapan mata, sentuhan dan gerakan yang dapat membantu saat sedang berkomunikasi untuk menilai kepedulian atau memastikan bahwa pesan atau isi dapat benar-benar didengar dan mengatakan dengan jujur. Saat komunikasi non verbal yang dilakukan selaras dengan apa yang telah diucapkan maka akan timbul kepercayaan dari komunikan atau pelanggan yang dapat mempermudah untuk meraih pecapaian di perusahaan.