Langkah Pengendalian Risiko Dalam Manajemen Hama

Pelatihan Sdm

Langkah Pengendalian Risiko Dalam Manajemen Hama

 

Langkah pengendalian risiko dalam manajemen hama, Pengendalian hama (pest control) adalah pengaturan makhluk-makhluk atau organisme pengganggu yang disebut hama karena dianggap mengganggu kesehatan manusia, ekologi, atau ekonomi. Pengendalian hama berumur setidaknya sama dengan pertanian, lantaran petani perlu mempertahankan tanamannya dari serangan hama. Untuk memaksimalkan hasil produksi, tanaman perlu dilindungi dari tanaman dan hewan pengganggu. Permasalahan hama di tempat kerja pun dapat menyebabkan bencana yang besar bagi pegawai dan memiliki dampak negatif pada integritas struktural bangunan perusahaan. Hama dapat menyebabkan kerusakan pada furnitur kantor, perlengkapan, pasokan, peralatan komputer dan kabel. Sebagai pimpinan perusahaan yang bertanggung jawab, sangatlah penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi pegawai dan rekanan perusahaan. Dengan mengurangi kontaminasi silang hama dapat membantu mengurangi resiko kesehatan dan keamanan dan pada saat bersamaan mengurangi angka ketidakhadiran dan biaya medis.

Pest management merupakan bagaimana cara mengelola hama yang mengganggu lingkungan terutama pada lingkungan pekerjaan di suatu perusahaan. Hama sendiri adalah jenis hewan atau tanaman yang dapat merusak atau menggangu manusia yang dapat menyebabkan suatu kerusakan, wabah atau penyakit. Hama secara alami merupakan bagian dari kehidupan manusia dimanapun berada, tetapi apabila sudah masuk dalam ranah mengganggu maka harus dikendalikan. Perusahaan dalam mengendalikan gangguan hama acap kali tidak melakukan upaya identifikasi jenis hama dan efeknya akan seperti apa, tetapi kebanyakan langsung melakukan upaya pemusnahan hama yang mengganggu operasional di tempat kerja. Tikus, kecoa, lalat, tanaman berbau, dan berbagai jenis hama lainnya dimusnahkan dengan langsung menggunakan pestisida atau bahan kimia untuk memusnahkan hama tersebut tanpa melihat penilaian risiko dari hama tersebut. Upaya identifikasi risiko harus dilakukan untuk dapat mengendalikan hama.

Langkah yang dapat dilakukan dengan melakukan hal berikut ini :

1.  Identifikasi masalah hama

Melakukan upaya terhadap jenis hama apa yang harus dikendalikan, bagaimana efek terhadap manusia dan tempat kerja, apakah ada jenis tumbuhan atau hewan lain jika hama pengganggu tersebut dimusnahkan. Personal in charge dalam langkah identifikasi ini haruslah dibuat secara tim dengan sudut pandang dan knowledge yang berbeda, sehingga inputan-inputan terkait identifikasi ini dapat dilakukan secara komprehensif.

2.  Risk assessment

Melakukan upaya untuk menilai risiko (risk) dari dampak hama tersebut dan bagaimana memilih jenis pengendalian terhadap hama itu. Bila dampak dari risiko hama tersebut signifikan, maka pengendalian dapat dilakukan dengan upaya menggunakan metode kimia, fisik, atau biologi. Aplikasi terkait metode tersebut juga diukur, jangan sampai ada sesuatu dampak balik atau efek dari bahan atau metode yang dipilih tersebut.

3.  Monitoring pengendalian hama

Monitoring pengendalian hama tidak saja memastikan keefektifan metode pengendalian hama yang sudah dipilih, tetapi sampai bagaimana memastikan tidak ada efek baru atau efek samping lainnya dari aplikasi metode pengendalian hama. Efek tersebut dapat berupa :

  • Mematikan flora atau tumbuhan alami dan jenis hewan lainnya
  • Menyebabkan penyakit pada manusia
  • Menyebabkan efek pencemaran lingkungan
  • Resistensi pada jenis hama tersebut
  • Dampak sosial pada komunitas atau lingkungan kerja perusahaan

Pengendalian yang komprehensif juga dapat menggunakan alih teknologi yang tepat guna dalam mengendalikan suatu hama. Tentu saja kearifan didalam menggunakan metode aplikasi harus dipertimbangkan.