Manajemen Krisis : Mengidentifikasi dan Menganalisis Krisis

Pelatihan Sdm

Manajemen Krisis : Mengidentifikasi dan Menganalisis Krisis

Setiap perusahaan atau organisasi tidak dapat dilepaskan dari masalah ataupun konflik yang dapat memicu terjadinya krisis. Sayangnya seringkali pihak manajemen baru menyadari saat konflik telah berubah menjadi krisis yang kronis. Karena itu sangat penting bagi sebuah perusahaan atau organisasi untuk melakukan tindakan pencegahan. Saat krisis semakin bergulir, seringkali informasi yang berkembang menjadi simpang siur dan semakin tak terkendali, bahkan menjadi isu panas yang dapat mempengaruhi opini publik terhadap perusahaan atau organisasi tersebut. Karena itu perusahaan atau organisasi harus segera melakukan manajemen isu sehingga krisis yang ada tidak semakin larut dan berkepanjangan.

Manajemen krisis (crisis management) adalah proses yang membahas perusahaan atau organisasi dengan sebuah peristiwa besar yang mengancam merugikan perusahaan atau organisasi, pemangku kepentingan, atau masyarakat umum. Terdapat tiga elemen yang paling umum untuk mendefinisi krisis : ancaman bagi perusahaan atau organisasi, unsur kejutan, dan keputusan waktu singkat. Berbeda dengan manajemen risiko, yang melibatkan menilai potensi ancaman dan menemukan cara terbaik untuk menghindari ancaman. Sementara manajemen krisis berurusan dengan ancaman yang telah terjadi. Jadi manajemen krisis dalam pengertian yang lebih luas merupakan sebuah keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi, menilai, memahami, dan mengatasi situasi yang serius, terutama dari saat pertama kali terjadi sampai ke titik pemulihan kembali.

Mengidentifikasi suatu krisis berarti menentukan atau menetapkan identitas suatu krisis komunikasi yang terjadi dalam suatu perusahaan atau organisasi. Sedangkan mengonseptualisasi berarti membuat rancangan atau konsep dari suatu krisis yang terjadi disuatu organisasi pemerintah maupun swasta. Pada saat sebuah krisis terjadi, kebutuhan akan sebuah informasi biasanya begitu tinggi. Informasi yang cepat dan tepat akan mengurangi ketidakpastian.

Dibawah ini akan diuraikan beberapa cara Public Relations mengidentifikasi dan menganalisis krisis, diantaranya adalah :

  1. Mempelajari isu-isu yang berkembang disekitar perusahaan atau organisasi dan mengkasifikasinya berdasarkan tingkat resikonya.
  2. Mengumpulkan setiap data dan fakta atau informasi yang mengarah kepada terjadinya sebuah krisis dan kemudian mencatat setiap sinyal krisis yang akan muncul, baik krisis internal maupun eksternal.
  3. Mengidentifikasi krisis dengan melakukan penelitian-penelitian.
  4. Mendokumentasikan setiap gejala atau sinyal yang akan menyebabkan krisis.

Krisis adalah situasi yang merupakan titik balik yang dapat membuat sesuatu bertambah baik atau justru akan bertambah buruk. Menurut Djamaluddin Ancok, jika dipandang dari kacamata bisnis suatu krisis akan menimbulkan hal-hal seperti berikut :

  1. Intensitas permasalahan akan bertambah.
  2. Masalah akan dibawah sorotan publik baik melalui media masa, atau informasi dari mulut ke mulut.
  3. Masalah akan mengganggu kelancaran bisnis sehari-hari.
  4. Masalah mengganggu nama baik perusahaan.
  5. Masalah dapat merusak sistem kerja dan menggoncangkan perusahaan secara keseluruhan.
  6. Masalah yang dihadapi disamping membuat perusahaan menjadi panik, juga tidak jarang membuat masyarakat menjadi panik.
  7. Masalah akan membuat pemerintah ikut melakukan intervensi.