Manajemen Lintas Budaya dalam Corporate Culture

Mungkin kartun

Manajemen Lintas Budaya dalam Corporate Culture

 

Manajemen Lintas Budaya (Cross Cultural Management) dalam Corporate Culture pada era globalisasi saat ini banyak terdapat pada perusahaan atau organisasi internasional. Dalam budaya perusahaan (Corporate Culture) tidak dipungkiri bahwa ada banyak elemen-elemen dan juga berbagai macam suku, adat istiadat, agama dan watak. Hal ini tentunya dalam pengelolaannya perusahaan akan membutuhkan sistem untuk mengatur supaya profesionalitas tetap terjaga dalam perusahaan. Budaya mempengaruhi perilaku, dimana budaya ini mendorong kembali manifestasi dari budaya. Hal tersebut kemudian akan menjadi norma-norma perilaku dan diidentifikasi sebagai bagian dari budaya yang diperlihatkan di dalam populasi. Manajemen perusahaan bertindak sebagai suatu sarana untuk mentransfer arti-arti atau nilai-nilai yang secara kultural terdapat di lingkungan eksternal untuk diadopsi ke dalam organisasi, sehingga komunikasi yang digambarkan di dalam model merupakan suatu moderator utama dari pengaruh budaya terhadap perilaku.

Manajemen lintas budaya (Cross Cultural Management)  sangat diperlukan dalam suatu kelompok internasional karena perbedaan latar belakang dari masing–masing komponen dalam kelompok tersebut tentunya mempengaruhi sifat dan cara kerja dari kelompok tersebut sehingga budaya perusahaan (Corporate Culture) ini memiliki peranan penting dalam mengembangkan perusahaan dalam pengambilan keputusan. Karena manajemen perusahaan ini sebagai alat komunikasi agar saling mengerti satu sama lain, supaya kinerja dari masing-masing divisi dapat berjalan dengan maksimal.

Budaya tidak hanya tercipta di lingkungan masyarakat saja. Dalam perusahaan, juga ditemukan model budaya yang tentunya sesuai dengan kebiasaan yang terjadi dalam lingkup kerja tersebut. Budaya yang beragam antar perusahaan akan menimbulkan rasa lebih birokratis, sementara yang lain lebih fleksibel. Beberapa perusahaan mungkin secara terbuka menyelesaikan konflik untuk menciptakan konsensus, sementara yang lain menyelesaikannya secara hierarkis dan diam-diam di balik pintu tertutup. Manajemen lintas budaya (Cross Cultural Management) tidak hanya berperan sebagai komunikator elemen dalam kelompok itu saja, tetapi manajemen lintas budaya juga membentuk budaya tersendiri didalam kelompok tersebut. Manajemen lintas budaya dapat membantu perusahaan dalam memahami bagaimana lingkungan kelompok yang terdiri dari berbagai latarbelakang dan tentunya dapat menunjang kinerja dari elemen dalam kelompok tersebut.