Manfaat Komunikasi Assertive di Lingkungan Kerja

Pelatihan Sdm

Manfaat Komunikasi Assertive di Lingkungan Kerja

Dalam konteks dunia kerja, setiap individu didalamnya tentu berkeinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan menyampaikan ide, pendapat atau persepsinya dan menyenangkan setiap pihak yang diajak berkomunikasi. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik sehingga hubungan personal didalam perusahaan dapat semakin erat serta mampu membawa kepada kemajuan perusahaan.

Sikap assertive adalah suatu bentuk keterampilan komunikasi yang penting. Memiliki kemampuan assertive berarti bisa mengutarakan opini secara efektif dan mempertahankan perspektif pribadi, dengan tetap menghargai hak dan keyakinan orang lain yang berbeda. Menjadi seseorang yang berperilaku assertive bisa meningkatkan rasa percaya diri, sehingga Anda pun dihormati orang-orang sekitar. Hal ini penting dalam mengelola stres, terutama ketika menghadapi negosiasi alot.

Karena sikap assertive bisa diterapkan sebagai keterampilan komunikasi, maka pada dasarnya, Keterampilan Komunikasi yang Asertif (Assertive Communications Skills) pun bisa dipelajari. Berikut ini merupakan langkah-langkah yang dapat dipelajari untuk menjadi lebih tegas dan peka dalam berkomunikasi :

1. Buatlah keputusan yang berpihak pada diri sendiri

Ketika mengambil keputusan, pertimbangkan pengaruhnya pada posisi Anda saat itu, dan tentunya tidak mengganggu hak orang lain.

2. Hargai orang lain

Ingatlah untuk tetap menghargai orang lain ketika mengutarakan pikiran, keinginan, ataupun opini Anda.

3. Aktif mendengar

Cobalah untuk memahami sudut pandang orang lain, dan jangan memotong penjelasan lawan bicara.

4. Berani sampaikan perbedaan pendapat

Pendapat Anda bisa saja berbeda dari pendapat orang lain. Ini lumrah terjadi, tapi tidak selalu berarti Anda benar dan orang lain pasti salah.

5. Bersikap jujur

Bicarakan masalah sejujurnya, tanpa menuduh atau membuat orang lain merasa bersalah.

6. Tetap tenang

Atur napas, tatap mata lawan bicara, jagalah ekspresi tetap santai dan bicaralah dengan nada suara normal.

7. Posisikan lawan bicara sebagai teman

Cobalah memandang lawan bicara Anda sebagai teman, bukan musuh. Hal ini bukan berarti Anda harus setuju dengan pendapatnya. Anda pun tetap bisa menyampaikan perbedaan pendapat kepada orang yang memiliki pandangan lain, tanpa kebencian.

8. Berlatih dengan orang terdekat

Berkomunikasilah dengan sikap asertif, kepada teman atau orang terdekat. Perhatikan juga bahasa tubuh dan pilihan kata yang disampaikan.

9. Gunakan kata ganti orang pertama

Ucapkan pernyataan yang mengandung frasa, “Saya pikir” atau “Saya rasa”. Hindari kalimat agresif dengan, “Kamu selalu” atau “Kamu tidak pernah”.

10. Bersabar

Melatih diri menjadi asertif tentu memerlukan waktu yang tidak sebentar. Namun dengan bersabar dan terus berlatih, Anda bisa memiliki sikap asertif dalam berkomunikasi.

Keuntungan lain dari Assertive Communication adalah kemampuannya mengelola penghormatan terhadap diri baik assertor maupun pihak yang berinteraksi dengannya. Sebagai hasilnya adalah, mereka yang dapat mengelola konflik secara assertive memiliki pengalaman perasaan ketidaknyamanan saat mereka berada di dalam masalah tersebut. Mereka biasanya merasa lebih baik mengenai diri mereka sendiri dan orang lain setelahnya. Komunikasi assertive dipandang sebagai gaya komunikasi yang paling etis digunakan ketika kita dihadapkan pada sebuah konflik.