Manfaat Merekrut Tenaga Kerja Yang Memiliki Kompetensi

Pelatihan Sdm

Manfaat Merekrut Tenaga Kerja Yang Memiliki Kompetensi

Kompetensi merupakan adanya suatu kecakapan atau kemampuan seseorang untuk melakukan tugas atau tugas tertentu dalam bidang tertentu, tergantung pada posisi mereka berada. Gagasan lain bahwa cara kompetisi lain yang disebutkan adalah keterampilan, sikap, pengetahuan, motivasi, dan nilai-nilai yang secara konsisten dijelaskan dalam kemampuan berpikir dan bertindak pada orang-orang yang ada. Dengan kata lain, kompetensi yakni bukan hanya mengenai pengetahuan atau kemampuan, tetapi bersedia melakukan apa yang dapat dimengerti untuk menghasilkan keuntungan.

Menurut Spencer and Spencer (1993) kompetensi adalah “Underlying characteristic’s of individual which is causally related to criterion referenced effective and or superior performance in a job or situation” yaitu, merupakan karakteristik yang mendasari seseorang dan berkaitan dengan efektivitas kinerja individu dalam pekerjaannya. Secara umum, kompetensi merupakan sebuah kombinasi antara keterampilan (skill), atribut personal dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi.

Kompetensi terdiri dari atas 5 (lima) karakteristik yaitu :

1. Knowledge

Informasi yang dimiliki seseorang untuk bidang tertentu. Pengetahuan (knowledge) merupakan kompetensi yang kompleks. Pengetahuan karyawan turut menentukan berhasil tidaknya pelaksanaan tugas yang dibebankan kepadanya, karyawan yang mempunyai pengetahuan yang cukup akan meningkatkan efisiensi perusahaan. Namun bagi karyawan yang belum mempunyai pengetahuan cukup, maka akan bekerja tersendat-sendat. Pemborosan bahan, waktu dan tenaga serta faktor produksi yang lain akan diperbuat oleh karyawan berpengetahuan kurang. Pemborosan ini akan mempertinggi biaya dalam pencapaian tujuan perusahaan.

2. Skills

Kemampuan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu baik secara fisik maupun mental. Dengan mengetahui tingkat kompetensi, maka perencanaan sumber daya manusia akan lebih baik hasilnya.

3. Self Concept

Sikap dan nilai-nilai yang dimiliki seseorang. Sikap dan nilai diukur melalui tes kepada responden untuk mengetahui nilai yang dimiliki seseorang dan apa yang menarik bagi seseorang untuk melakukan sesuatu.

4. Traits

Sifat atau watak yang membuat orang untuk berperilaku atau bagaimana seseorang menanggapi sesuatu dengan cara tertentu. Sebagai contoh seperti percaya diri, kontrol diri, ketabahan atau daya tahan.

5. Motives

Sesuatu dimana sesorang secara konsisten berpikir sehingga ia melakukan suatu tindakan. Spencer (1993) menambahkan bahwa motives adalah “drive, direct and select behavior toward certain actions or goals and away from others“. Misalnya seseorang yang memiliki motivasi berprestasi secara konsisten mengembangkan tujuan-tujuan yang memberi suatu tantangan pada dirinya sendiri dan bertanggung jawab penuh untuk mencapai tujuan tersebut serta mengharapkan semacam feedback untuk memperbaiki dirinya.

Etimologi dari kata kompetensi yakni berasal dari kata bahasa Inggris yakni competency atau competence, yang berarti keterampilan, otoritas, dan kemampuan. Jadi, dalam memahami kompetensi adalah kombinasi dari keterampilan, pengetahuan, dan kepribadian sehingga orang dapat meningkatkan kinerja dan kontribusi mereka bagi keberhasilan dalam suatu perusahaan. Kompetensi individu memiliki peranan yang sangat penting dalam efektivitas pelaksanaan tugas-tugas pekerjaan atau profesinya. Menurut Ruky (dalam buku Edy Sutrisno : 2010), perusahaan-perusahaan besar menggunakan kompetensi sebagai dasar dalam merekrut tenaga kerja.

Adapun beberapa manfaat merekrut tenaga kerja yang memiliki kompetensi adalah sebagai berikut :

  • Memperjelas standar kerja dan harapan yang ingin dicapai oleh perusahaan.
  • Kompetensi individu dapat digunakan sebagai alat seleksi tenaga kerja yang potensial.
  • Kecakapan tenaga kerja akan memaksimalkan produktivitas perusahaan.
  • Kecakapan atau kompetensi tenaga kerja dapat dijadikan dasar dalam mengembangkan sistem remunerasi.
  • Kompentensi dapat membantu perusahaan untuk dapat beradaptasi terhadap perubahaan yang terjadi.
  • Kompetensi dapat memudahkan perusahaan dalam menyelaraskan perilaku kerja dengan nilai-nilai organisasi.

Perusahaan perlu menerapkan sistem manajemen SDM berbasis kompetensi untuk meminimalkan terjadinya konflik antara perusahaan dan pegawai, sebab di dalam filosofi manajemen modern, pegawai adalah manusia yang memiliki kebutuhan, harapan yang perlu didengar seiring dengan potensi dan kompetensi yang dapat dikembangkan untuk mencapai prestasi dan kinerja perusahaan. SDM dalam organisasi atau perusahaan mempunyai arti yang sama pentingnya dengan pekerjaan itu sendiri, mengingat pentingnya peran SDM dalam organisasi atau perusahaan, SDM sebagai faktor penentu organisasi, maka kompetensi menjadi aspek yang menentukan keberhasilan organisasi atau perusahaan. Dengan kompetensi yang tinggi yang dimiliki oleh SDM dalam suatu organisasi atau perusahaan tentu hal ini akan menentukan kualitas SDM yang dimiliki yang pada akhirnya akan menentukan kualitas kompetitif perusahaan itu sendiri.