Manfaat Penyusunan Manpower Planning Yang Tepat

Manfaat Penyusunan Manpower Planning Yang Tepat

 

Perencanaan tenaga kerja (manpower planning) merupakan proses memperkirakan jumlah optimal orang yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek, tugas atau tujuan dalam waktu tertentu. Perencanaan tenaga kerja mencakup parameter seperti jumlah personil, berbagai jenis keterampilan, jangka waktu, dan lain sebagainya. Ini adalah proses berkesinambungan untuk memastikan bahwa bisnis memiliki sumber daya yang dioptimalkan dengan mempertimbangkan proyek mendatang. Hal ini juga disebut sebagai perencanaan sumber daya manusia. Bisnis yang besar seringkali meramalkan peluang-peluang yang akan datang. Jika peluang ini direalisasikan sehingga menjadi bisnis, tentunya organisasi ataupun perusahaan akan membutuhkan tenaga kerja untuk mulai mengerjakannya. Tetapi yang menjadi perhatian khusus adalah bahwa perusahaan harus mempekerjakan sejumlah tenaga kerja untuk memulai dan mengakhiri proyek dengan tepat waktu. Dengan penyusunan manpower planning yang tepat, akan ada sejumlah manfaat yang bisa diperoleh.

Berikut ini beberapa manfaat dari perencanaan tenaga kerja (manpower planning) yang tepat, yaitu :

  1. Perusahaan hanya diisi oleh tenaga kerja ahli dan tenaga kerja yang tepat. Istilah ini pun sering dituliskan sebagai slogan “the right man on the right place”. Namun dalam perkembangannya saat ini tenaga kerja yang ahli juga harus bisa mendapat posisi jabatan yang tepat dengan waktu yang tepat pula atau “right man at the right job and right time”.
  2. Perusahaan terhindari dari masalah kekosongan jabatan yang mungkin berlangsung dalam waktu lama.
  3. Perusahaan memiliki SDM yang terlibat aktif dalam 4 fungsi utama manajemen baik fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi pengarahan, dan juga fungsi pengawasan.
  4. Dapat meningkatkan tingkat produktivitas karena berhasil meminimalisir pemborosan penggunaan biaya, tenaga, dan waktu.
  5. Pelaksanaan kegiatan perusahan lebih terjamin efektif dan efisien.
  6. Terciptanya hubungan kerja yang harmonis antara tenaga kerja berkat adanya komposisi sumber daya manusia yang tepat.

Proses perencanaan sumber daya manusia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :

1.  Lingkungan Eksternal

Perubahan-perubahan lingkungan sulit diprediksi dalam jangka pendek dan kadang-kadang tidak mungkin diperkirakan dalam jangka panjang.

a. Perkembangan ekonomi mempunyai pengaruh yang besar tetapi sulit diestimasi. Sebagai contoh tingkat inflasi, pengangguran dan tingkat bunga sering merupakan faktor penentu kondisi bisnis yang dihadapi perusahaan.

b. Kondisi sosial-politik-hukum mempunyai implikasi pada perencanaan sumber daya manusia melalui berbagai peraturan di bidang personalia, perubahan sikap dan tingkah laku, dan sebagainya.

c. Sedangkan perubahan-perubahan teknologi sekarang ini tidak hanya sulit diramal tetapi juga sulit dinilai. Perkembangan komputer secara dasyat merupakan contoh jelas bagaimana perubahan teknologi menimbulkan gejolak sumber daya manusia.

d. Para pesaing merupakan suatu tantangan eksternal lainnya yang akan mempengaruhi permintaan sumber daya manusia organisasi. Sebagai contoh, “pembajakan” manajer akan memaksa perusahaan untuk selalu menyiapkan penggantinya melalui antisipasi dalam perencanaan sumber daya manusia.

2.  Keputusan-Keputusan Organisasi

Berbagai keputusan pokok organisasi mempengaruhi permintaan sumber daya manusia.

a. Rencana strategis perusahaan adalah keputusan yang paling berpengaruh. Ini mengikat perusahaan dalam jangka panjang untuk mencapai sasaran-sasaran seperti tingkat pertumbuhan, produk baru, atau segmen pasar baru. Sasaran-sasaran tersebut menentukan jumlah dan kualitas karyawan yang dibutuhkan di waktu yang akan datang.

b. Dalam jangka pendek, para perencana menterjemahkan rencana-rencana strategi menjadi operasional dalam bentuk anggaran. Besarnya anggaran adalah pengaruh jangka pendek yang paling berarti pada kebutuhan sumber daya manusia.

c. Forecast penjualan dan produksi meskipun tidak setepat anggaran juga menyebabkan perubahan kebutuhan personalia jangka pendek.

d. Perluasan usaha berarti kebutuhan sumber daya manusia baru.

e. Begitu juga, reorganisasi atau perancangan kembali pekerjaan-pekerjaan dapat secara radikal merubah kebutuhan dan memerlukan berbagai tingkat ketrampilan yang berbeda dari para karyawan di masa mendatang.

3.  Faktor-Faktor Persediaan Karyawan

Permintaan sumber daya manusia dimodifakasi oleh kegiatan-kegiatan karyawan. Pensiun, permohonan berhenti, terminasi, dan kematian semuanya menaikkan kebutuhan personalia. Data masa lalu tentang faktor-faktor tersebut dan trend perkembangannya bisa berfungsi sebagai pedoman perencanaan yang akurat.