Memahami Gejala Kesehatan Mental

Pelatihan Sdm

Memahami Gejala Kesehatan Mental

 

Memahami Gejala Kesehatan Mental, Kesehatan mental di tempat kerja sangat penting digunakan untuk mendukung keberhasilan suatu perusahaan. Perusahaan didorong untuk menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan bagi karyawannya. Lingkungan ini dinilai mampu membuat karyawan menjadi sehat secara mental sehingga menunjang produktivitas perusahaan. Lingkungan kerja yang menyenangkan dibangun atas kepercayaan dan komitmen dari pimpinan dan para karyawan. Terjalinnya suatu kedekatan akan memudahkan pimpinan untuk menyampaikan berbagai tugas kepada karyawan. Hubungan yang baik antar keduanya pun perlu dijaga agar kinerja karyawan lebih optimal.
Pikiran dan kebiasaaan tanpa disadari akan mempengaruhi suasana hati dan menganggu kesehatan mental. Salah satu golongan yang paling rentan mengalami masalah mental yaitu para karyawan/pekerja misalnya mengalami stress dan juga depresi hal ini banyak disebabkan karena beban pekerjaan yang menumpuk. Terkadang pekerjaan yang datang mengharuskan karyawan untuk bekerja lembur, hal ini menyebabkan karyawan menjadi tertekan karena terlalu lama menghabiskan waktunya di kantor. Selain itu pekerjaan yang lainya yang membutuhkan keahlian dan keterampilan khusus yang membuat karyawan harus berpikir secara ekstra. Apabila dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan berpengaruh terhadap produktifitas kerja. Gangguan kesehatan mental menjadikan karyawan menjadi tidak fokus, sering mangkir saat kerja sehingga ini mengakibatkan terjadinya kerugian dalam perusahaan.
Gangguan kesehatan mental ini dapat menyerang siapa saja baik itu karyawan yang masih remaja baru saja di rekrut, dewasa maupun orang tua yang sudah senior berada di dalam perusahaan.

Berikut gangguan yang dapat terjadi dalam lingkungan perusahaan, diantaranya yaitu:

1. Depresi
Depresi merupakan masalah mental yang menyebabkan seseorang tiba-tiba merasa sedih atau kehilangan semangat. Faktor utamanya yaitu perubahan hormon dan tekanan dari lingkungan sekitar. Yang menyebabkan gejalanya mengalami rasa gugup, gelisah, sensitif, mudah kelelahan, tidak nafsu makan, sering mengalami insomnia, sulit fokus tentang beberapa hal, biasanya pelupa, dan kesulitan dalam mengambil keputusan.

2. Bipolar
Kondisi gangguan mental di mana suasana hati seseorang dapat berubah pada dua fase, yaitu maniak (terlalu senang) dan depresi (terlalu sedih). Penyebabnya yaitu berasal dari faktor genetik atau lingkungan pekerjaan yang dituntut untuk berpikir secara kreatif. Fase maniak akan terlihat saat seseorang yang mengalami bipolar tampak sangat energik, agresif dan tidak merasa lelah. Sedangkan pada fase depresi akan ditandai dengan performa kerja yang menurun, sedih dan tidak semangat untuk kerja.

3. Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)
Merupakan kondisi yang mengalami perasaan cemas berlebihan yang tidak terkontrol. Faktor penyebabnya yaitu mengalami stres, rasa lelah, sulit untuk berkonsentrasi, terlalu panik, tidak bisa berhenti berpikir dan denyut jantung meningkat cepat sehingga dapat menyebabkan sesak nafas.

4. Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)
Gangguan stres pascatrauma ini merupakan masalah mental yang terjadi karena peristiwa traumatis. Misalnya pernah mengalami kejadian kecelakaan yang mengakibatkan trauma yang cukup besar. Sehingga kondisi terburuk yang akan dialami penderita adalah takut yang berlebihan saat mengingat kejadian yang membuat trauma tersebut.

5. Gangguan Terhadap Kemampuan Berkonsentrasi (ADHD)
Para pekerja di perusahaan juga banyak mengalami gangguan ADHD, gangguan ini ditandai dengan ketidakmampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan deadline, sulit mengatur beban pekerjaan, tidak dapat mengikuti arahan dari pimpinan dan juga tidak menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja.

Cara penyelesaian gangguan kesehatan mental yang terjadi dalam perusahaan harus dapat dicegah. Kenali diri anda sendiri apabila anda mudah tertekan sebaiknya hindari pemicu dan cari tahu cara mengelola stress tersebut. Selain itu banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi stress yaitu dengan berolahraga, berpikir positif dan dapat meluangkan waktu bagi diri sendiri (me time).