Memahami Komponen Gaji Dan Beragam Tunjangan

Pelatihan Sdm

Memahami Komponen Gaji Dan Beragam Tunjangan

 

Gaji merupakan suatu bentuk pembayaran secara berkala dari seorang pimpinan pada karyawannya yang dinyatakan dalam suatu kontrak kerja. Dari sudut pandang pelaksanaan bisnis, gaji dapat dianggap sebagai biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan sumber daya manusia untuk menjalankan operasi, dan karenanya disebut dengan biaya personel atau biaya gaji. Dalam akuntansi, gaji dicatat dalam akun gaji. Gaji, imbalan atau upah merupakan salah satu hak setiap pekerja, buruh, atau karyawan yang bekerja melakukan sesuatu untuk orang, lembaga, atau perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang layak.

Perusahaan wajib membayarkan gaji atau upah sesuai yang tercantum dalam perjanjian kerja, kontrak kerja, kesepakatan atau peraturan perundang-undangan. Pemerintah telah menetapkan atau membuat regulasi mengenai besaran dan komponen-komponen gaji agar tidak ada kesenjangan dalam memberi gaji pada setiap tenaga kerja. Pada Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja RI No.SE/07/MEN/1990 tahun 1990 Tentang Pengelompokan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah, terdapat 3 (tiga) komponen gaji yang dibutuhkan untuk membentuk penghasilan untuk karyawan.

1. Upah Pokok

Upah pokok merupakan imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan.

2. Tunjangan Tetap

Tunjangan tetap merupakan suatu pembayaran yang dilakukan secara teratur dan diberikan pada pekerja dan keluarganya.

3. Tunjangan Tidak Tetap

Tunjangan tidak tetap merupakan pembayaran yang diberikan secara langsung pada pekerja dan keluarganya, serta tidak berkaitan dengan pekerja.

Bagi beberapa orang, mungkin pendapatan paling sering diterima dalam bentuk gaji. Sedangkan dalam sebuah bisnis, pendapatan dapat melihat pada sisa pemasukan yang didapatkan oleh perusahaan. Lalu, selain menerima pendapatan dari gaji, Anda juga akan mendapatkan tunjangan. Tunjangan sendiri secara umum dapat diartikan sebagai pelengkap gaji atau tambahan disamping gaji pokok yang karyawan dapatkan dari perusahaan. Bentuk tunjangan yang diberikan oleh perusahaan dapat berupa uang maupun program-program pelayanan. Turunan atau jenis dari kedua macam tunjangan sangat beragam, oleh karena itu berikut merupakan jenis tunjangan selain pendapatan gaji yang perlu diketahui :

a. Tunjangan Jabatan

Tunjangan jabatan merupakan tunjangan yang diberikan kepada perusahaan kepada pegawai yang memiliki posisi tertentu. Tunjangan jabatan terbagi menjadi dua, yaitu tunjangan jabatan untuk yang ada pada perusahan swasta ada pada supervisor, manajer, dan kepala cabang.  Lalu, tunjungan jabatan pada PNS diberikan kepada karyawan yang memiliki jabatan direktur jenderal, kepala biro, kepala dinas dan jabatan fungsional. Semakin tinggi jabatan, maka akan semakin besar tanggung jawab yang harus ditanggung, oleh karena itu perusahaan yang memberikan tunjangan sebagai bentuk apresiasi.

b. Tunjangan Umum

Tunjangan umum merupakan tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang tidak memiliki posisi atau jabatan yang tinggi dalam suatu perusahaan, baik itu secara susunan dan fungsi. Pada tunjangan jenis ini, sebagai karyawan tentu akan mendapatkan jumlah yang tidak sebesar dengan tunjangan yang diberikan kepada atasan. Alasan yang mendasari karyawan mendapatkan tunjangan ini, karena karyawan sudah bersikap secara professional dalam mengerjakan segala tugas yang diberikan oleh perusahaan.

c. Tunjangan Keluarga

Pada tunjangan jenis ini, bagi karyawan yang sudah menikah dan memiliki anak atau sudah berkeluarga akan diberikan tunjangan kepada masing-masing keluarganya. Istri akan mendapatkan tunjangan jika istri dari karyawan tersebut tidak bekerja. Selain itu anak juga akan mendapatkan tunjangan, baik itu anak kandung atau anak angkat hingga berumur kurang dari 21 tahun dan belum memiliki pemasukan dan maksimal dari tunjangan anak biasanya akan dibatasi hingga maksimal 3 anak. Aturan mengenai tunjangan ini sudah dibahas dan diwajibkan oleh pemerintah. Bahkan untuk tunjangan anak sudah di keluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1997.

d. Tunjangan Kesehatan

Jenis tunjangan ini, diberikan kepada karyawan dengan maksud agar karyawan dapat menjaga kesehatannya sehingga dapat selalu mempertahankan produktivitas di perusahaan. Biasanya perusahaan akan mewajibkan karyawannya untuk mendaftarkan diri mereka pada asuransi kesehatan. Umumnya beberapa perusahaan memberikan klaim asuransi kesehatan dengan asuransi swasta lainya. Bahkan, ada beberapa perusahaan yang memberikan asuransi kesehatan untuk karyawannya pada 2 asuransi terpercaya, semua ini tergantung dengan kebijakan yang berlaku di perusahaan.

e. Tunjangan Pensiun

Tunjangan pensiun hampir sama dengan tabungan yang disiapkan untuk hari tua. Tujuan diberikannya tunjangan pensiun agar mereka memiliki jaminan hari tua yang menjanjikan. Sayangnya, tidak semua perusahaan swasta memberikan fasilitas tunjangan jenis ini pada karyawannya. Biasanya pada lembaga pemerintahan yang sering memberikan tunjangan jenis ini pada karyawannya atau yang bekerja di pemerintahan seperti PNS.

f. Tunjangan Makan

Untuk tunjangan jenis ini, biasanya masuk kedalam kategori tunjangan tidak permanen, disesuaikan dengan kehadiran karyawan. Pemberiannya dapat berupa tanggungan 1 kali makan selama sebulan bersamaan dengan pemberian gaji pokok atau biasanya jika mendapatkan jatah makan siang selama dikantor yang sama dengan karyawan lainnya, maka itu masuk dalan jenis tunjangan makan yang diberikan oleh perusahaan untuk karyawannya.

g. Tunjangan Transportasi

Walaupun jarak tempuh antara tempat tinggal kamu dengan kantor berdekatan, tetap saja perusahaan wajib mensejahterakan karyawannya dengan memberikan tunjangan transportasi. Tunjangan ini akan diberikan setiap bulannnya seperti tunjangan makan, yang nantinya akan diakumulasikan dan digabungkan dengan gaji pokok yang diterima setiap bulanya. Selain berupa uang yang diakumulasikan kedalam gaji pokok, tunjangan ini bisa berupa penyediaan saran antar jemput khusus karyawan dengan menggunakan bus kantor. Sering kali akan melihat ini di beberapa lembaga pemerintahan. Alasan diberikannya tunjangan ini adalah agar sebagai karyawan tidak merasa kesulitan ketika ingin ke kantor.

h. Tunjangan Hari Raya

Pada hari Raya, karyawan akan mendapatkan gaji tambahan pada hari-hari besar seperti hari natal atau idul fitri. Jumlah yang diberikan cukup besar, hampir senilai dengan gaji pokok. Hal ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada karyawan untuk membeli kebutuhan pada hari besar keagamaan.