Memahami Konsep Dan Aspek Hukum Export Import

Pelatihan Sdm

Memahami Konsep Dan Aspek Hukum Export Import

Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan produk domestik bruto (gross domestic product atau GDP). Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun, dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.

Dalam perkembangannya, terdapat 3 (tiga) teori perdagangan internasional yang utama dan banyak diulas. Ketiga teori utama tersebut adalah :

1. Teori Keunggulan Absolut

Negara dapat dikatakan memiliki keunggulan absolut apabila negara tersebut melakukan spesialisasi dalam memproduksi komoditi tertentu dibandingkan dengan negara lain.

2. Teori Keunggulan Komparatif

Keunggulan komparatif dapat tercapai ketika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa dalam jumlah lebih banyak, tapi dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya.

3.  Teori Heckscher-Ohlin (H-O)

Negara dengan faktor produksi yang relatif tinggi dan murah dalam biaya produksi akan melakukan spesialisasi produksi untuk target ekspor. Sebaliknya, bagi negara dengan faktor produksi yang relatif langka dan mahal dalam biaya produksi, ia akan melakukan impor.

Yang menjadi ruang lingkup dalam perdagangan internasional diantaranya yaitu :

  1. Perdagangan internasional melalui perpindahan barang, jasa dari suatu negara kenegara yang lainnya.
  2. Perdagangan internasional melalui perpindahan modal melalui investasi asing dari luar negeri kedalam negeri.
  3. Perdagangan internasional melalui perpindahan tenaga kerja yang berpengaruh terhadap pendapatan negara melalui devisa dan juga perlunya pengawasan mekanisme perpindaan tenaga kerja.
  4. Perdagangan internasional yang dilakukan melalui perpindahan teknologi yaitu dengan cara mendirikan pabrik-pabrik dinegara lain.
  5. Perdagangan Internasional yang dilakukan dengan penyampain informasi tentang kepastian adanya bahan baku dan pangsa pasar.

Dalam perdagangan internasional (export-import), diperlukan beberapa dokumen penting sebagai syarat terjadinya kesepakatan. Dokumen ekspor dan impor dalam perdagangan internasional ini memenuhi semua persyaratan sebelum dan sesudah terjadinya transaksi. Semua jenis dokumen yang ada dalam proses transaksi ekspor dan impor, baik dikeluarkan oleh pengusaha, perbankan, pelayaran dan instansi lainnya mempunyai fungsi dan peranannya masing-masing. Oleh sebab itu semua dokumen yang menyangkut kegiatan tersebut harus dibuat dan diteliti dengan sejelas-jelasnya.

Dokumen ekspor dan impor dalam perdagangan internasional tersebut dibedakan ke dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu :

1. Dokumen Induk Ekspor dan Impor

Dokumen inti yang dikeluarkan oleh Badan Pelaksana Utama Perdagangan Internasional. Yang memiliki fungsi sebagai alat pembuktian dalam pelaksanaan suatu transaksi. Yang termasuk dalam dokumen ini antara lain :

  1. Letter Of Credit (L/C)
  2. Bill Of Landing (B/L)
  3. Polis Asuransi
  4. Faktur (Invoice)

2. Dokumen Penjunjang Ekspor dan Impor

Yaitu dokumen yang dikeluarkan untuk mempererat atau merinci keterangan yang terdapat dalam dokumen induk, terutama faktur (invoice). Yang termasuk dokumen penunjang dalam dokumen ekspor dan impor, antara lain :

  1. Packing List (Daftar Pengepakan)
  2. Certificate Of Origin (Surat Keterangan Asal)
  3. Certificate Of Inspection (Surat Keterangan Pemeriksaan)
  4. Certificate Of Quality (Sertifikat Mutu)
  5. Manufacture’s Quality Certificate (Sertifikat Mutu dari Produsen)
  6. Weight Note (Keterangan Timbangan)
  7. Measurement List (Daftar Ukuran)
  8. Chemical Analysis (Analisa Kimia)
  9. Bill Of Exchange (Wesel)

3.  Dokumen Pembantu Dalam Ekspor dan Impor

Dokumen pembantu merupakan beberapa tambahan dalam dokumen ekspor dan impor yang walaupun bukan dokumen pengapalan, tetapi sering diperlukan untuk kelancaran penerimaan barang-barang yang dikapalkan di tempat importir atau eksportir. Dokumen-dokumen pembantu yang dimaksud dalam dokumen ekspor dan impor, antara lain :

  1. Freight Forwarder’s Receipt
  2. Delivery Order
  3. Warehouse Receipt
  4. Trust Receipt

Dalam melakukan kerja sama bisnis atau transaksi bisnis antar negara, para pelaku bisnis memerlukan kontrak bisnis internasional, baik itu dalam skema antara pemerintah dengan pemerintah, antara pemerintah dengan swasta, maupun antara swasta dengan swasta. Kesepakatan mengenai ketentuan-ketentuan dalam kerja sama bisnis atau transaksi bisnis internasional antara pelaku bisnis yang berasal dari dua negara atau lebih biasanya dituangkan kedalam suatu kontrak bisnis internasional. Kontrak bisnis internasional merupakan dasar hubungan hukum dan pedoman bersama bagi pelaku bisnis yang berbeda negara dalam melaksanakan kerja sama bisnis atau transaksi bisnis internasional.

Sistem hukum yang mempengaruhi bisnis internasional diantaranya yaitu :

  1. Hukum Nasional

Hukum nasional adalah sumber hukum yang utama (primer) dalam hukum kontrak internasional. Hukum nasional disini termasuk pula aturan-aturan hukum pemerintah yang terkait baik secara langsung atau tidak langsung dengan objek kontrak itu sendiri.

  1. Dokumen Kontrak

Kesepakatan atau persetujuan merupakan hukum bagi para pihak. Aturan hukum Indonesia, misalnya menyatakan bahwa persetujuan-persetujuan yang dibuat para pihak adalah undang-undang bagi para pihak.

  1. Kebiasaan Perdagangan Internasional

Kebiasaan (internasional) dibidang perdagangan telah umum diakui sebagai suatu aturan hukum yang mengikat. Sumber hukum ini sering disebut juga dengan istilah lex mercatoria (hukum para pedagang). Disebut demikian, karena hukum ini lahir dan berkembang berkat kebiasaan yang dilakukan oleh para pedagang sendiri. Karena sering dilakukan dan ada perasaan bersalah apabila tidak dilakukan, maka sumber hukum ini dianggap mengikat diantara mereka.

  1. Prinsip-Prinsip Hukum Umum Mengenai Kontrak

Prinsip-prinsip hukum umum telah cukup lama dikenal sebagai salah satu sumber hukum kontrak internasional. Dalam klausul-klausul kontrak, khususnya kontrak-kontrak negara dan kontrak-kontrak oleh organisasi internasional, prinsip-prinsip hukum umum telah dipilih sebagai salah satu alternatif hukum yang berlaku terhadap kontrak.

  1. Putusan Pengadilan

Putusan pengadilan sifatnya merupakan sumber hukum tambahan. Sumber hukum ini cukup penting untuk mengetahui posisi pengadilan terhadap aturan-aturan kontrak internasional. Termasuk didalamnya posisi pengadilan terhadap sumber-sumber hukum yang tercantum diatas.

  1. Doktrin

Doktrin atau pendapat para sarjana terkemuka dan diakui kepakarannya didunia merupakan sumber hukum yang tidak kalah pentingnya dari sumber-sumber hukum yang lain. Sumber hukum ini dapat dipandang sebagai sumber hukum tambahan.

  1. Perjanjian Internasional (Mengenai Kontrak)

Perjanjian Internasional dibidang kontrak, seperti halnya hukum nasional, adalah sumber hukum utama (primer). Sumber hukum ini tidak kalah pentingnya dibanding sumber hukum utama lainnya, yaitu hukum nasional dan dokumen kontrak yang akan mengatur dan berpengaruh terhadap kontrak-kontrak yang dibuat oleh para pihak.