Membangun Kepribadian Dan Karakter Yang Berintegritas

Membangun Kepribadian Dan Karakter Yang Berintegritas

 

Membangun kepribadian dan karakter yang berintegritas memungkinan orang lain untuk percaya dengan Anda. Hal itu dikarenakan, kepercayaan adalah faktor terpenting dalam hubungan individu dengan individu lainnya baik pribadi maupun dalam lingkup profesional seperti lingkungan kerja. Ketika orang lain sudah mempercayaimu, Anda dapat memberikan pengaruh lebih kepada orang tersebut. Inilah yang akan menyatukan Anda untuk tetap menjalin hubungan dengan orang lain. Pribadi berintegritas ialah pribadi yang mempertahankan tingkat kejujuran dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakannya sehari-hari. Pribadi berintegritas adalah orang-orang yang kompeten, teliti dan handal dalam berperilaku, dapat dipercaya oleh rekan kerjanya, bawahan, dan atasannya serta pihak luar. Mereka yang berintegritas juga memperlakukan orang lain dengan adil.

Untuk membangun kepribadian yang berintegritas, ada langkah yang harus dilakukan yaitu :

1.  Membangun konsep diri positif

Memiliki pandangan dan perasaan yang positif mengenai diri sendiri yang akan membuat seseorang menjadi manusia yang optimis dalam menyelesaikan masalah. Kemudian merasa setara dengan orang lain, menganggap pujian sebagai kewajaran, menyadari bahwa sebagai individu tidak bisa menyenangkan semua orang dan memiliki kemampuan untuk mengubah diri. Disamping itu, kunci untuk hidup dalam integritas diantaranya adalah memiliki karakter jujur, hati yang tulus, tidak munafik, tidak menyimpan kesalahan atau konflik, pandai menjaga lidah, berani mengakui kesalahan dan bertanggung jawab terhadap komitmen yang telah dibuat kapanpun dan dimanapun berada.

2.  Melihat integritas sebagai integritas pada seluruh bagian

Menurut Henry Cloud (2006), ada enam aspek integritas, yaitu : kemampuan terhubung secara autentik (yang mengarah pada rasa percaya), kemampuan berorientasi pada kebenaran (yang mengarah pada penemuan kenyataan dan bekerja sesuai kenyataan), kemampuan bekerja dengan cara yang menghasilkan dan selesai dengan baik (yang mengarah pada pencapaian sasaran, laba, atau misi), kemampuan terlibat dalam menghadapi hal negatif (yang mengarah pada penyelesaian atau perubahan masalah), kemampuan untuk berorientasi pada pertumbuhan (yang mengarah ada peningkatan), kemampuan untuk menjadi transenden (yang mengarah pada perluasan gambaran yang lebih besar dari diri sendiri).

3.  Mengenali konsep dari integritas

Menurut Henry Cloud (2006), ada empat konsep integritas, yakni :

  • Sebagai keterampilan

Integritas merupakan sebuah keterampilan yang harus dilatih terus-menerus. Ia bukan sesuatu yang ada dalam kepribadian seseorang. Integritas diajarkan dan dipelajari sepanjang hidup.

  • Sebagai pedoman

Integritas merupakan benchmark, rujukan atau tujuan yang digunakan dalam membuat keputusan yang berdasarkan pada kebenaran dan kejujuran.

  • Sebagai bangunan yang kokoh

Integritas harus dibangun dan dilestarikan sepanjang hidup. Integritas merupakan suatu bangunan di dalam hati seseorang, dimulai ketika orang itu masih muda. Integritas harus dipelihara terus menerus, jika tidak maka bangunan yang sudah dibuat selama hidup dapat runtuh dalam waktu singkat dan akan hancur berantakan.

  • Sebagai benih

Integritas ibarat sebuah benih yang ditanam sejak kecil, disirami, dan akan berbunga di saat dewasa. Semakin rajin dirawat, akan lebih cepat tumbuh dan berbunga. Jika tanaman itu mati, harus segera menanam yang baru dan disirami tiap hari. Perlu diingatkan bahwa tanaman tidak bisa langsung berbunga, perlu waktu untuk kembali seperti semula.

Untuk menjadi pribadi yang berintegritas tak semudah membalikan telapak tangan. Jika ingin membangun integritas dibutuhkan usaha, kerja keras dan merupakan suatu proses yang panjang. Hal-hal kecil akan menjadi kebiasaan dan kebiasaan yang berubah menjadi karakter yang akan melekat dalam diri. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjadi pribadi yang berintegritas. Membangun integritas dapat dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari. Tetapi untuk menjadi pribadi yang berintegritas, haruslah berani tampil beda dari yang lain.