Menumbuhkan Jiwa Pemaaf Dalam Diri

Pelatihan Sdm

Menumbuhkan Jiwa Pemaaf Dalam Diri

 

Marah membuat kita dapat bertahan untuk menghadapi berbagai situasi. Ketika dapat memanajemen marah secara konstruktif (Constructive Anger Management), serta tidak menyakiti, maka akan memberikan hasil yang positif seperti mengekspresikan emosi yang penting, mengidentifikasi permasalahan, upaya menangani kekhawatiran, dan memotivasi munculnya perilaku yang efektif. Dengan melatih kemampuan mengendalikan rasa marah, diharapkan nantinya dapat menurunkan intensitas dan frekuensi rasa marah, dan meningkatkan kemampuan untuk mengenali dan mengekspresikan marah secara tepat. Penting bagi individu untuk dapat meningkatkan kesadaran terhadap perilaku marah pada diri sendiri, termasuk mengetahui apa penyebab kemarahan. Diharapkan sebagai individu, dapat menjadi seseorang yang mampu mengatasi perasaan marah dengan cara yang konstruktif sehingga dapat meningkatkan fungsi kesehariannya.

Salah satu tanda orang yang mulai dapat mengendalikan rasa marah adalah apabila ia dapat menunjukkan rasa hormat (respect) terhadap orang lain dan perasaan mereka. Marah adalah emosi yang wajar, namun marah menjadi permasalahan ketika terjadi terlalu intens, terlalu sering dan tidak tepat dalam mengekspresikannya. Merasakan marah terlalu sering dan intens dapat memengaruhi kesehatan fisik. Apabila marah terjadi dalam waktu yang lama, maka ada bagian dari sistem saraf yang bekerja sepanjang waktu, tekanan pada tubuh memungkinkan munculnya masalah kesehatan lainnya. Dalam menjalani hidup ini, selain ada rasa marah, kita juga dihadapkan dengan dua pilihan yaitu : disakiti atau menyakiti dan disinggung atau menyinggung. Pada saat kita menyakiti atau menyinggung orang, kita merasa tidak ada beban, tetapi ini tentu akan membuat orang lain menjadi marah terhadap kita. Tapi pada saat kita disakiti atau disinggung orang, kita akan merasa sakit hati dan tidak ada keinginan untuk memaafkan.

Jika sudah timbul rasa marah terhadap perilaku orang lain terhadap kita yang telah menyinggung atau menyakiti kita, tentu timbul perasaan dendam dalam diri kita. Padahal tidak memaafkan dan ada rasa dendam itu dapat pula mengganggu kesehatan. Semua orang tahu akan pentingnya kesehatan. Untuk mewujudkan hidup sehat, orang tidak segan-segan untuk mengeluarkan uang ratusan bahkan jutaan rupiah. Padahal untuk menjadi sehat kuncinya hanya satu, jadilah pemaaf (hindari sifat marah ataupun dendam). Bersabar dan memaafkan kesalahan yang diperbuat orang lain bukanlah perkara yang mudah, namun perlu kita tanamkan sikap mudah memaafkan pada diri kita.

Beberapa hal yang harus kita lakukan untuk dapat menumbuhkan jiwa pemaaf dalam diri, antara lain :

  1. Meyakini bahwa perbuatan orang lain kepada kita merupakan takdir yang sudah ditetapkan kepada kita. Tidaklah kita ditimpakan suatu musibah, melebihi batas kemampuan kita.
  2. Mengingat kembali bahwa kita banyak melakukan perbuatan dosa. Dan musibah seseorang terjadi juga karena disebabkan oleh dosa-dosa kita. Ini merupakan pengingat bagi kita yang banyak melakukan dosa.
  3. Menanamkan pada diri bahwa bersabar dan memaafkan kesalahan orang lain akan mendatangkan pahala yang sangat besar.

Menanamkan di jiwa sebuah prinsip bahwa balasan itu tergantung bentuk perbuatannya. Menyadari bahwa kita adalah orang yang banyak berbuat dosa, baik itu disebabkan oleh hati kita, lisan kita maupun anggota badan kita berupa perilaku, baik kita sadari maupun yang tidak kita sadari.