Pengaruh Coaching, Counseling & Mentoring Bagi Produktivitas Karyawan

Pelatihan Sdm

Pengaruh Coaching, Counseling & Mentoring Bagi Produktivitas Karyawan

Pengaruh Coaching, Counseling & Mentoring bagi produktivitas karyawan sangat perlu dilakukan oleh perusahaan karena dengan mengadakan coaching, maka perusahaan akan mendapatkan citra positif, baik dari klien maupun dari karyawan. Klien akan berpendapat bahwa perusahaan sangat serius menjalankan usahanya dengan mengadakan coaching. Sedangkan karyawan akan merasa bahwa perusahaan menganggap mereka sebagai aset sehingga merasa perlu diberi fasilitas untuk meningkatkan performanya melalui coaching. Selain itu, dengan adanya coaching, rasa percaya diri para karyawan akan meningkat. Dengan coaching, maka akan terjadi peningkatan performa dan produktivitas. Selain itu, coaching juga bisa membuat karyawan bertambah pengetahuannya. Dengan begitu, karyawan akan lebih termotivasi untuk meningkatkan performa kerjanya.

Berikut 6 (enam) langkah melakukan Coaching :

  1. Menjelaskan tujuan dan kepentingan dari diskusi
  2. Mendiskusikan dan menjelaskan situasi dengan detil
  3. Menyepakati hasil yang diharapkan
  4. Mendiskusikan cara yang paling efektif untuk menangani situasi tersebut
  5. Menyimpulkan tindakan yang harus diambil
  6. Tunjukkan kepercayaan dan keyakinan Anda dan tetapkan tanggal untuk melakukan follow-up

Counseling merupakan pertukaran ide-ide dan perasaan antara 2 orang (konselor dan konselee) dalam rangka memberikan bantuan untuk mengembangkan kemampuannya secara optimal, agar individu dapat memecahkan masalahnya sendiri dan agar individu dapat mengadakan adjustment dengan baik. Counseling di dunia kerja difokuskan untuk upaya-upaya perusahaan membantu para karyawan mengatasi problem terkait pekerjaan sehari-hari, tidak hanya problem terkait pekerjaan saja namun problem terkait pribadi juga diperhatikan. Konselor pada counseling kerja merupakan orang-orang dari HRD, manager, dan supervisor. Namun jika masalah atau problem pribadi yang berat akan direfer ke konselor yang lebih ahli. Tujuan dari counseling kerja sendiri ialah meningkatkan kompetensi karyawan, yang jika kompetensinya ditingkatkan maka juga akan meningkatkan dan menjaga produktivitas kerjanya secara stabil dan optimal.

Melalui counseling kerja ini diharapkan sumber daya manusia pada perusahaan dapat terjaga dan ditingkatkan sehingga bisa bersaing dengan sumber daya manusia dari luar negeri. Dengan handalnya sumber daya manusia perusahaan mengharapkan pandangan awal terhadap globalisasi yang mereka anggap sebagai ancaman bisa berubah menjadi tantangan.

Mentoring merupakan kegiatan pendidikan yang mencakup mengajar, mendidik, melatih, dan membina yang dilakukan dengan pendekatan saling berbagi yang di dalamnya terdapat rasa saling percaya satu sama lain antara dua pelaku utama yaitu mentor (penasehat utama) dan mentee (peserta mentoring). Seorang mentor bertujuan untuk menolong, memberi pengalaman yang positif, memiliki reputasi yang baik untuk mengembangkan orang lain, waktu dan energi, serta memberi pengetahuan yang up-to-date.

Berikut adalah aspek-aspek mentoring yang membentuk mentoring menjadi program yang solid dan baik :

1. Proses belajar yang terprogram.

Tugas mentor adalah untuk meningkatkan proses belajar yang disengaja (intentional learning), termasuk membangun kapasitas melalui metode seperti instruksi, coaching, memberikan pengalaman, modelling dan memberi saran.

2. Kegagalan dan kesuksesan adalah guru yang tangguh.

Mentor sebagai pemimpin dari suatu proses belajar, tentu perlu untuk membagi cerita bagaimana cara saya melakukannya sehingga berhasil. Mereka juga perlu untuk membagi pengalaman mereka tentang kegagalan. Kedua pengalaman ini adalah pelajaran yang kuat yang memberikan kesempatan yang berharga untuk menganalisa realitas individu dan organisasi.

3. Pemimpin perlu menceritakan pengalaman mereka.

Pengalaman pribadi maupun contoh kasus harus diceritakan karena memberi hikmah yang bernilai dan sering kali tak terlupakan. Mentor yang bisa bicara tentang diri mereka sendiri dan tentang pengalaman mereka akan membentuk suatu rapot yang menjadikan mereka learning leaders.

4. Proses pengembangan akan matang sejalan dengan waktu.

Mentoring jika berhasil akan menjadi proses belajar yang berkelanjutan. Yang akan menjadi pengalaman, observasi, pelajaran dan analisa yang berlangsung terus menerus.

5. Mentoring adalah sebuah kerjasama.

Mentoring yang sukses berarti membagi tanggung jawab untuk belajar, tanpa menghitung fasilitas, materi, waktu dan semua variabel yang ada. Mentoring yang sukses dimulai dengan menentukan kontrak untuk belajar, dimana mentor, mentee dan manajer lini yang terkait ikut terlibat.