Strategi Memimpin Yang Menggugah Minat Millennial di Tempat Kerja

Pelatihan Sdm

Strategi Memimpin Yang Menggugah Minat Millennial di Tempat Kerja

 

Strategi memimpin yang menggugah minat Millennial di tempat kerja merupakan sebagai sebuah industri yang dinamis dan lekat dengan kebaruan, sebagian besar orang yang bekerja di startup adalah millennial (generasi yang lahir pada rentang tahun 1980 – 2000). Bagaimanapun, menangani para karyawan dari generasi tersebut bukanlah perkara mudah. Millennial mencari sosok pemimpin hebat yang bisa mendorong dan memberi tantangan dengan cara tepat. Mereka juga menginginkan fleksibilitas karena tidak ingin merasa terikat dengan meja kerja di kantor.

Menurut pencipta istilah millennial, istilah ini dimaksudkan untuk menggambarkan sebuah generasi yang berbeda dari generasi sebelumnya: generasi yang dibesarkan dengan cara berbeda, dalam keadaan berbeda, dan memiliki tujuan, ambisi, serta motivasi yang berbeda pula. Sudah banyak penelitian dilakukan untuk memahami generasi ini. Millennial akan mengambil alih lapangan pekerjaan, banyak diantaranya bahkan sudah menduduki manajemen level menengah dan senior di berbagai industri. Lalu, bagaimana sebenarnya pola pikir generasi ini? Apa yang menggugah minat mereka? Bagaimana seharusnya memperlakukan mereka?

Cara menggugah minat Millennial di tempat kerja, diantaranya yaitu :

1. Ciptakan Suasana Kerja yang Menyenangkan

Karena kebanyakan millennials berjiwa bebas dan suka berinteraksi di jejaring sosial, sebaiknya Anda membuat konsep kantor dengan suasana santai yang memudahkan karyawan millennial untuk saling berinteraksi, misalnya menyediakan open office atau kantor tanpa sekat-sekat. Konsep kantor seperti ini kini telah banyak dipakai oleh berbagai perusahaan startup di Indonesia. Selain itu, sediakan beberapa fasilitas yang bisa membuat mereka lebih merasa betah berada di kantor, misalnya ruang beristirahat, snack atau minuman gratis. Biarkan suasana di kantor Anda hidup, misalnya dengan mengizinkan mereka memasang musik ketika sedang tidak ada rapat, agar mereka lebih semangat dalam bekerja.

2. Jangan Terlalu Kaku Menyangkut Peraturan

Karyawan millennial tidak akan betah bekerja di perusahaan dengan peraturan yang terlalu strict. Peraturan yang kaku membuat mereka merasa terkekang. Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan Anda menetapkan peraturan yang lebih santai terhadap karyawan millennial Anda. Millennials juga tidak suka didikte atau menghadapi pemimpin yang hanya mengandalkan power atau wewenang. Mereka menginginkan sosok pemimpin yang bisa menginspirasi, mudah diajak berdiskusi, dan bisa memotivasi mereka.

3. Beri Mereka Pengakuan dan Apresiasi

Millennials cenderung kurang semangat dalam bekerja bila mereka tidak mendapatkan pengakuan dan apresiasi atas pencapaian mereka. Pengakuan dari manajer atau atasan mereka dapat memotivasi mereka untuk meningkatkan pencapaian mereka di proyek yang akan datang. Berikan juga apresiasi yang sepadan dengan usaha dan keberhasilan mereka.

4. Beri Mereka Kesempatan untuk Berkembang

Karena millennials menyukai tantangan, mereka ingin diberi kesempatan untuk mencoba pengalaman baru. Karyawan millennial cenderung lebih menyukai target-target jangka pendek ketimbang jangka panjang. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memberikan proyek jangka pendek secara rutin untuk menggali potensi mereka dan Anda pun bisa menyediakan training yang bisa membantu memperkaya skill mereka.

5. Buat Waktu Kerja yang Fleksibel

Karyawan millennial cenderung menganggap penerapan jam kerja dari pukul 8 pagi hingga 5 sore sebagai konsep yang kuno. Kini penerapan jam kerja seperti itu sudah mulai ditinggalkan oleh beberapa startup di Indonesia. Karyawan millennial lebih menyukai jam kerja yang dapat disesuaikan dengan aktivitas mereka di luar kantor. Sebagai contoh: salah satu perusahaan startup di Indonesia membebaskan waktu kedatangan karyawannya, asalkan mereka tetap menghabiskan 8 jam di kantor.

6. Izinkan Mereka untuk Menyampaikan Pendapat

Millennials tidak hanya ingin mendengarkan kritik dan saran, tetapi juga didengar  pendapatnya. Saat Anda melakukan evaluasi, sebaiknya Anda tidak melakukannya secara satu arah, tetapi dua arah. Ketahui kendala apa saja yang mereka hadapi, apa yang kira-kira bisa memotivasi mereka, dan izinkan mereka memberi saran untuk perusahaan Anda juga.

7. Hubungkan Mereka dengan Teknologi

Anda perlu memahami bahwa generasi millennial tidak bisa dipisahkan dari teknologi. Millennials akan lebih kesulitan bekerja secara manual, mereka lebih suka berkomunikasi dan bekerja mengandalkan teknologi yang dianggap lebih praktis.

 

Generasi baru memang membawa tantangan tersendiri, namun juga membawa aset unik yang tidak boleh diabaikan. Berikan mereka kesempatan untuk merasa sebagai investasi perusahaan. Terapkan model manajemen dan gaya kepemimpinan yang menghargai efisiensi dan kontribusi serta tetap fleksibel dalam tugas-tugas mereka. Sebagai pemimpin tim yang baik, Anda harus menjadi kekuatan positif bagi mereka dan menawarkan kesempatan untuk tumbuh sebagai seorang karyawan yang baik.