Strategi  Menyusun Budaya Perusahaan (Corporate Culture)

Pelatihan Sdm

Strategi  Menyusun Budaya Perusahaan (Corporate Culture)

 

Strategi  menyusun budaya perusahaan (Corporate Culture) dalam mengembangkan bisnis serta nilai perusahaan yang ada di dalamnya merupakan sangat penting untuk membangun identiitas perusahaan. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk mendorong peningkatan dan perkembangan bisnis perusahaan. Dengan membangun budaya kerja pada perusahaan akan membantu dalam menyelesaikan segala permasalahan yang ada kaitannya dengan bisnis pada perusahaan. Budaya perusahaan (Corporate Culture) akan membuat pihak-pihak yang berkepentingan dan karyawan bertahan untuk tetap memperjuangkan pengembangan bisnis sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Itulah yang menyebabkan penerapan budaya perusahaan (Corporate Culture) harus ditanamkan dan dijalankan sejak dini mungkin. Apabila penerapan budaya kerja perusahaan sudah berjalan dengan baik maka karyawan atau pihak-pihak lain akan mudah untuk beradaptasi dengan budaya kerja saat ini.

Untuk membantu menerapkan budaya perusahaan (Corporate Culture) maka perusahaan dapat menyusun beberapa strategi untuk membangun Corporate Culture di lingkungan perusahaan, diantaranya dengan:

1.Membuat Visi dan Misi

Langkah awal yang paling umum dilakukan dalam membentuk budaya perusahaan (Corporate Culture) yaitu dengan menyusun visi dan misi perusahaan. Pernyataan tertulis ini akan menguraikan apa yang perusahaan yakini dan tujuannya, sehingga harus ada koordinasi yang baik oleh beberapa pihak dalam membuat visi dan misi perusahaan.

2. Berkomunikasi

Membuat dan mengembangkan misi dan visi perusahaan tentunya membutuhkan komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Komunikasi dan memberikan informasi kepada karyawan dan pihak-pihak yang terlibat dengan menginfokan apa yang akan dicapai dalam visi dan misi tersebut.

3. Mengembangkan Standar Sikap

Mengembangkan standar sikap atau perilaku dalam menggambarkan bagaimana visi dan misi tersebut akan diterapkan. Misalnya dengan cara melakukan pendekatan secara personal kepada pelanggan. Sehingga dengan cara ini akan membantu mendapatkan sikap yang diinginkan perusahaan secara tetap yaitu dengan membuat standar secara tertulis dan dapat diukur.

4. Mengimplementasikan Pelatihan

Mengadakan pelatihan (training) untuk karyawan dengan harapan dapat mencapai target yang perusahaan inginkan. Dengan adanya pelatihan dapat digunakan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan fungsi perusahaan.

5. Pemberian Reward dan Konsekuensi

Dengan adanya penetapan peraturan tentunya ada beberapa kemungkinan karyawan untuk tidak menaatinya. Hal ini dapat dicegah dengan memberikan konsekuensi bagi karyawan yang tidak menerapkan sesuai dengan standar budaya perusahaan (Corporate Culture). Namun apabila sebaliknya karyawan patuh untuk melaksanakan Corporate Culture dengan baik maka perusahaan akan memberikan reward atau penghargaan atas kerjanya.

6. Review Performa

Langkah terakhir yang harus diperhatikan dalam membuat budaya perusahaan (Corporate Culture) yaitu dengan memasukkan penilaian atas sikap dan perilaku karyawan dengan memberikan ulasan mengenai performa kinerjanya. Sehingga dalam bekerja karyawan dan pihak lainnya dapat memperhatikan mengenai kinerjanya yang akan dievaluasi berikutnya.

Setiap karyawan dan pihak lainnya yang bekerja di dalam perusahaan merupakan cerminan dari budaya perusahaan (Corporate Culture). Fasilitas kebutuhan karyawan selama masih sejalan dengan target dan budaya perusahaan. Kuncinya terletak pada komunikasi yang harus berjalan dua arah dan transparan.