Successful Building Corporate Culture

Pelatihan Sdm

Successful Building Corporate Culture

Budaya perusahaan (corporate culture) adalah keyakinan, nilai, kepercayaan, dan norma bersama yang menjadi ciri perusahaan dan diikuti oleh anggota perusahaan. Budaya memberikan kerangka acuan umum bagi anggota perusahaan yang dapat digunakan untuk menafsirkan peristiwa dan fakta di lingkungan perusahaan. Budaya mengirim pesan kepada orang-orang di dalam dan di luar perusahaan tentang bagaimana bisnis itu dilakukan. Ini berakar pada tujuan, strategi, struktur, dan pendekatan perusahaan terhadap tenaga kerja, pelanggan, investor, dan komunitas yang lebih luas. Dengan demikian, budaya merupakan komponen penting dalam keberhasilan atau kegagalan utama sebuah bisnis. Konsep yang terkait erat adalah etika perusahaan dan citra perusahaan. Etika perusahaan menyatakan nilai-nilai perusahaan, sedangkan citra perusahaan merupakan persepsi publik terhadap budaya perusahaan. Nilai dan norma perusahaan menyebar ke semua orang di perusahaan. Ini kemudian memandu perilaku dan mengontrol cara orang berinteraksi satu sama lain dan dengan para pemangku kepentingan di luar perusahaan.

Setiap perusahaan memiliki budaya yang berbeda-beda dan memiliki budaya yang unik dalam mengatur induvidu-individu dalam perusahaan tersebut. Dengan demikian, dapat dikatakan pula bahwa tidak ada satupun perusahaan yang sama. Namun pada dasarnya, keunikan-keunikan perusahaan merupakan kombinasi dari 4 jenis atau tipe budaya perusahaan utama. Kerangka kerja pada Instrumen Penilaian Budaya Perusahaan menjelaskan bagaimana 4 budaya perusahaan saling bersaing antara yang satu sama yang lainnya. Kerangka kerja atau framework tersebut terdiri dari 4 parameter yaitu Fleksibilitas, Kontrol (Pengendalian), Fokus Internal dan Fokus Eksternal. Berdasarkan keempat parameter tersebut, Robert E. Quinn dan Kim S. Cameron kemudian membagikan budaya perusahaan menjadi 4 kuadran yang diantaranya adalah Clan Culture (Kebudayaan Klan), Hierarchy Culture (Kebudayaan Hirarki), Market Culture (Kebudayaan Pasar) dan Adhocracy Culture (Kebudayaan Adhokrasi). Mereka juga menemukan bahwa budaya perusahaan yang fleksibel lebih berhasil jika dibandingkan dengan budaya perusahaan yang kaku karena perusahaan yang terbaik adalah perusahaan yang mampu mengelola persaingan antar budaya sambil mengaktifkan nilai-nilai pada 4 tipe budaya perusahaan lainnya jika diperlukan.

Berikut ini adalah pembahasan mengenai 4 jenis atau tipe budaya perusahaan menurut Robert E. Quinn dan Kim S. Cameron :

1.  Kebudayaan Klan (Clan Culture)

Dalam perusahaan yang berkebudayaan klan ini, setiap anggota dalam perusahaan memiliki rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Para pemimpin atau pemimpin perusahaan dianggap sebagai mentor dan bahkan sebagai figur seorang ayah yang bertindak sebagai kepala keluarga. Tipe kebudayaan klan ini mirip dengan perusahaan tipe keluarga yang berusaha untuk mencapai mufakat dan komitmen melalui keterlibatan dan komunikasi antar anggota serta menghargai kerjasama, partisipasi dan konsesus. Sukses dalam konteks kebudayaan klan ini adalah memenuhi kebutuhan pelanggan dan kepedulian terhadap masyarakat.

2.  Kebudayaan Adhokrasi (Adhocracy Culture)

Budaya perusahaan ini didasarkan pada energi dan kreativitas. Anggota perusahaan atau karyawan didorong untuk berani mengambil risiko, berekspreimen dan berpikir di luar kebiasaan untuk menyelesaikan sesuatu. Para pemimpin atau pemimpin perusahaan dianggap sebagai inovator dan pengusaha (entrepreneur). Kebudayaan adhokrasi ini mendorong perusahaan untuk berkembang dengan menciptakan produk-produk dan layanan yang inovatif dan cepat menanggapi perubahan pasar. Sukses dalam konteks kebudayaan adhokrasi ini adalah memiliki produk dan layanan baru serta menjadi pelopor sesuatu yang baru. Google dan Facebook adalah contoh perusahaan yang memiliki karakteristik budaya adhokrasi ini.

3.  Kebudayaan  Pasar (Market Culture)

Budaya ini dibangun atas dasar dinamika persaingan dan pencapaian hasil nyata, fokusnya adalah pada tujuan atau hasil. Perusahaan tipe ini berpusat pada lingkungan eksternal yaitu pelanggannya. Mereka lebih mendahulukan kepentingan pelanggan atau pangsa pasar dan laba perusahaan dibandingkan dengan kepuasan karyawannya maupun pengembangan sumber daya manusianya. Tujuan bersama pada perusahaan yang berkebudayaan pasar ini adalah meraih keuntungan terbesar, mendapatkan pangsa pasar terbesar dan mengalahkan pesaingnya. Sukses dalam konteks perusahaan yang berkarakteristik kebudayaan pasar ini adalah mendapatkan pangsa pasar terbesar dan menjadi pemimpin pasar (Market Leader).

4.  Kebudayaan Hirarki (Hierarchy culture)

Budaya perusahaan jenis ini dilandasi oleh struktur dan kendali. Lingkungan kerja bersifat formal dan pengendalian yang ketat. Kepemimpinan didasarkan pada koordinasi dan pemantauan yang terorganisir dengan budaya yang menekankan efisiensi dan prediktabilitas. Nilai dari kebudayaan hirarki ini adalah konsistensi dan keseragaman. Sukses dalam konteks perusahaan yang mengadopsi kebudayaan hirarki ini adalah perencanaan (planning) yang andal, kualitas produk dan layanan yang tinggi,  pengiriman yang tepat waktu dan biaya operasional yang rendah. Manajemen harus memastikan kepastian pekerjaan dan prediktabilitas.

Setiap perusahaan besar yang sudah mendunia dan dikenal oleh semua orang pada dasarnya memulai kesuksesannya dari nol, sama dengan perusahaan Anda. Salah satu faktor yang menentukan kesuksesan perusahaan adalah kemampuannya dalam membangun budaya perusahaan yang baik. Tidak mudah memang membangun dan menerapkan budaya perusahaan perusahaan yang baik dan efektif secara konsisten.

Untuk membantu Anda, terapkan 6 (enam) cara untuk membangun dan menerapkan budaya perusahaan seperti berikut ini :

1. Buat Visi dan Misi Perusahaan

Pondasi utama bagi kesuksesan perusahaan adalah visi dan misi perusahaan karena merupakan nilai yang Anda percaya serta tujuan yang ingin dicapai. Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait ataupun orang kepercayaan ketika membuat visi dan misi perusahaan.

2. Komunikasikan

Setelah menetapkan visi dan misi perusahaan secara final, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengkomunikasikannya kepada semua orang yang bekerja di perusahaan. Sampaikan melalui meeting besar atau newsletter internal.

3. Kembangkan Standar Sikap yang Harus Dilakukan

Setelah semua orang mengetahui visi dan misi perusahaan, Anda harus membuat dan mengembangkan standar sikap yang mendeskripsikan bagaimana cara visi dan misi tersebut diterapkan. Mungkin Anda mengira semua karyawan yang Anda rekrut tahu bagaimana cara bersikap dan menghadapi sesuatu, namun sebenarnya tidak. Cara terbaik untuk mendapat sikap yang perusahaan inginkan secara konsisten adalah dengan membuat standar secara tertulis dan bisa diukur.

4. Mengadakan Pelatihan

Pelatihan dalam suatu perusahaan memang sangat penting untuk diadakan. Bukan hanya untuk anggota baru, tetapi semua bagian dalam perusahaan. Pelatihan ini meliputi bagaimana caranya menerapkan standar sikap untuk mencapai tujuan, pengembangan karakter dan semangat agar menjadi tim yang solid. Selipkan pula materi tentang visi dan misi sebagai bahan pengingat. Pengadaan pelatihan sebaiknya dilakukan secara berkala, yakni pada awal masuk, pertengahan dan akhir periode tahunan. Agar semakin menarik, buatlah game-game terkait kerja sama tim dalam sesi pelatihan tersebut.

5.  Pemberian Reward dan Konsekuensi

Walaupun perusahaan Anda sudah memiliki standar sikap yang harus diikuti, tapi tidak menutup kemungkinan masih ada saja karyawan yang tidak menaatinya. Untuk menghindari hal ini, Anda bisa memberikan reward bagi karyawan yang konsisten menerapkan sikap dan peraturan yang sudah ditentukan. Di sisi lain, karyawan yang tidak bekerja dan bersikap sesuai standar akan menerima konsekuensi tertentu.

6.  Adakan Review Performa

Hal terakhir yang perlu diperhatikan dalam membangun budaya perusahaan adalah memasukan elemen penilaian sikap ketika mengadakan review performa dan kinerja karyawan. Cara ini memungkinkan Anda untuk menilai kesesuaian antara performa sekaligus sikap yang selama ini mereka tunjukkan dengan visi dan misi perusahaan.