Tahapan Change Management

Pelatihan Sdm

Tahapan Change Management

 

Change management dalam hal ini memberikan pendekatan untuk mendorong adopsi dan penggunaan sistem baru dalam sebuah perusahaan sehingga memberikan hasil yang diharapkan. Hasil akhir dari kapabilitas manajemen perubahan perusahaan adalah bahwa individu dapat menerima perubahan lebih cepat dan efektif, organisasi dapat merespons dengan cepat terhadap perubahan pasar, merangkul inisiatif strategis, dan mengadopsi teknologi baru lebih cepat dan dengan dampak produktivitas yang lebih rendah. Namun, kemampuan ini tidak terjadi secara kebetulan dan membutuhkan pendekatan yang strategis untuk menanamkan manajemen perubahan (change management) di seluruh perusahaan. Adapun tahapan manajemen perubahan beserta reaksi-reaksi yang muncul dari individu-individu yang mengalami perubahan digambarkan dalam The Rollercoaster of Change.

Terdapat 6 (enam) tahapan change management adalah sebagai berikut : 

  1. Start Smart, pada tahap ini disebut juga pre-planning atau tahap awal perencanaan perubahan dimana individu-individu bersiap-siap untuk menghadapi suatu perubahan. Ada proses edukasi dalam tahap ini.
  2. Shock/Denial (Complexity), pada tahap ini dimulainya perubahan dengan ditandai kick off oleh change leader (pemimpin perubahan). Pada tahap ini biasanya reaksi yang muncul adalah shock (keterkejutan) dari individu-individu. Keterkejutan ini muncul akibat ketidaksiapan mereka menghadapi perubahan.
  3. Depression/Anger (Chaos), pada tahap ini perubahan sudah dilakukan dan reaksi-reaksi yang muncul akibat adanya re-organisasi, perubahan pekerjaan dan tanggung jawab karena perubahan mulai nampak dengan jelas dalam bentuk depresi, kemarahan dan perasaan kehilangan dari individu-individu.
  4. Hang In Point (Persevere), pada tahap ini re-organisasi dan hubungan kerja yang baru mulai diberlakukan. Dan individu-individu dalam perusahaan akan berusaha mempertahankan kondisi yang lama, sehingga pada tahapan ini sering kali perubahan bisa mengalami kegagalan.
  5. Hope/Readjustment (Systems), pada tahap ini dilakukan penyesuaian atau penyelarasan dengan kondisi organisasi yang baru. Individu-individu dalam perusahaan sudah lebih memahami perubahan sehingga pada tahapan ini arah dan tujuan dari perubahan yang hendak dicapai telah mapan.
  6. Rebuilding (Simplicity), pada tahap ini kondisi perusahaan yang baru telah terbangun secara permanen. Pada tahap ini tim yang solid sudah terbangun dan kegiatan perusahaan sudah berjalan dengan baik.

Bagi sebagian orang, perubahan mungkin menakutkan. Namun, perubahan juga dapat membawa harapan. Sebagian besar dari kita tentu ingin berubah menjadi lebih baik; bekerja lebih baik dan memperoleh hasil yang lebih baik. Intinya, sebagian besar orang sebetulnya tertarik melakukan sebuah perubahan. Sayangnya, banyak dari kita tidak tahu harus mulai dari mana atau malah terhantui dengan kegagalan di masa lalu ketika inisiatif perubahan membuahkan kegagalan. Bahkan, menurut pusat survei global yang melakukan survei terhadap budaya dan manajemen perubahan (change management) menunjukkan kalau tingkat keberhasilan dari inisiatif perubahan besar hanya 54% saja, dan menurut pusat survei tersebut, hasil ini terlalu rendah.

Berikut ini 10 prinsip yang akan memandu perusahaan melakukannya, seperti dikutip Industryweek.com :

  1. Memimpin dengan budaya
  2. Memulai dari atas
  3. Libatkan semua lapisan dalam organisasi
  4. Membuat setiap permasalahan dapat diselesaikan bersama
  5. Bertindak dengan pemikiran yang baru
  6. Menjalin komunikasi yang konstan
  7. Memimpin di luar lini
  8. Manfaatkan solusi formal
  9. Manfaatkan solusi informal
  10. Mengukur keberhasilan dan lakukan penyesuaian