Tahapan Proses Konseling Pada Perusahaan

pelatihan dan sertifikasi BNSP bidang MSDM/HRD

Tahapan Proses Konseling Pada Perusahaan

 

Tahapan Proses Konseling Pada Perusahaan, Konseling merupakan suatu hubungan yang bersifat membantu yaitu adanya interaksi antar konselor dan konseli dalam suatu kondisi yang membuat konseli terbantu dalam mencapai perubahan dan belajar membuat keputusan sendiri  serta bertanggung jawab atas  keputusan yang diambil. Proses konseling ini merupakan pengaplikasian teori-teori konseling menjadi sebuah tindakan, ditandai dengan adanya urutan atau langkah-langkah untuk menempuhnya.

Langkah-langkah dalam proses konseling secara dapat dilaksanakan melalui tiga (3) tahapan yaitu: Tahapan awal (tahapan mengidentifikasi masalah), Tahapan inti (tahapan kerja), dan Tahapan Akhir (tahapan perubahan dan tindakan) unutk lebih detail nya berikut penjelasannya:

1.Tahap Awal

Tahapan ini dilakukan dimulai sejak klien menemui konselor hingga klien menceritakan permasalahan yang dihadapi oleh konselor. Tahapan ini ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh konselor, diantaranya yaitu:

  • Mampu membangun hubungan konseling yang melibatkan klien, kuncinya yaitu terpenuhinya asas-asas bimbingan dan konseling (asas kerahasian, kesukarelaan, keterbukaan dan kegiatan)
  • Ketika sudah terjalin hubungan yang baik dengan klien maka selanjutnya konselor harus membantu memperjelas masalah klien
  • Membuat penaksiran dan perjajagan untuk menentukan berbagai alternatif yang sesuai, untuk mengantisipasi masalah yang dihadapi klien.
  • Bernegosiasi kontrak dengan klien yang berisi mengenai kontrak waktu, kontrak tugas dan juga kontrak kerja sama dalam proses konseling berlangsung.

2. Tahapan Inti

Tahapan inti ini dilakukan setelah tahapan awal sudah terlaksana dengan baik, sehingga selanjutnya masuk pada tahap kerja. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam tahap ini, diantaranya yaitu:

  • Menjelajahi dan mengeksplorasi masalah klien lebih dalam lagi, sehingga untuk alternatif terhadap masalah baru yang dapat muncul kembali.
  • Konselor melakukan Reassessment (penilaian kembali), bersama-sama klien meninjau kembali permasalahan yang dihadapi klien.
  • Menjaga hubungan baik dengan klien supaya proses konseling dapat berjalan denga lancar.

Tahapan inti dapat terjalin dengan baik apabila klien merasa senang terlibat dalam pembicaraan kepada konselor serta merasa menampakkan kebutuhan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Tugas konselor harus berupaya untuk berpikir kreatif untuk mengembangkan teknik-teknik konseling yang bervariasi dan menarik. Sehingga nantinya proses konseling dapat berjalan sesuai dengan kontrak perjanjian yang sudah dibuat dengan kesepakatan bersama.

3. Tahapan Akhir

Pada tahapan ini, konselor bersama konseli membuat kesimpulan mengenai hasil proses konseling, menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama yang telah ditentukan pada tahapan sebelumnya, serta  mengevaluasi terkait jalannya proses dengan hasil konseling yang telah didapatkan dan selanjutnya membuat agenda pertemuan kembali untuk konseling lebih intens lagi.

Tahapan akhir ini ditandai dengan klien sudah merasakan penurunan tingkat kecemaasan, perubahan perilaku klien kearah yang lebih positif lagi, klien mampu memahami tentang permasalahan yang dihadapi dan merencanakan hidup di masa yang akan datang dengan jelas.

Tahapan-tahapan diatas merupakan proses/tahapan dalam konseling. Intinya yaitu perusahaan sebelum melakukan proses konseling hendaknya harus membangun kepercayaan dengan karyawan supaya proses konseling dapat berjalan dengan lancar dan mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi