Tipe – Tipe Keputusan dalam Penyelesaian Problem Solving

Pelatihan Sdm

Tipe – Tipe Keputusan dalam Penyelesaian Problem Solving

 

Tipe – Tipe keputusan dalam penyelesaian Problem Solving, masalah seringkali terjadi di tempat kerja tanpa terduga baik permasalahan antar karyawan maupun dengan pimpinan, sehingga diharapkan semua individu untuk dapat menyelesaikan permasalahannya dengan baik dan tepat. Keterampilan pemecahan masalah (problem solving) dan pengambilan keputusan (decision making) merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan didalam suatu proses yang dilakukan di dalam perusahaan.  Sehingga semua tim perusahaan dituntut untuk memiliki problem solving atau kemampuan untuk memecahkan masalah dengan baik.

Kemampuan untuk menyelesaikan masalah ini tidak saja mendasar pada mendapatkan solusi dari permasalahan yang ada melainkan juga kemampuan untuk meminimalisir risiko yang dapat terjadi. Dengan kemampuan problem solving yang baik dapat dilihat seberapa potensi atau peluang yang lebih banyak dan juga dapat menjadikan nilai tambah pada individu dalam mencapai karirnya. Terjadinya konflik juga bisa terjadi antar sesama karyawan atau karyawan dengan atasan sehingga langkah dalam pengambilan keputusan juga tidak kalah penting untuk menyelesaikan pemecahan masalah tersebut supaya tidak menghambat perusahaan dalam mencapai tujuannya.

Pengambilan keputusan (desicion making) yaitu merupakan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Pengambilan keputusan ini diambil dengan perhitungan dan pertimbangan yang sangat matang, sehingga sebelum keputusan yang dijatuhkan maka harus diidentifikasi permasalahan terlebih dahulu, lalu menyusun alternatif yang akan dipilih sehingga nantinya pengambilan keputusan  dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan keputusan yang sesuai dan tepat. Dalam membuat tipe-tipe keputusan pimpinan harus menyesuaikan kondisi dan situasi yang ada, berikut tipe-tipe dalam pengambilan keputusan didalam perusahaan :

  1. Keputusan Terprogram, merupakan keputusan yang berulang-ulang secara rutin, sehingga dapat diprogramkan. Keputusan terprogram ini dibuat berdasarkan kebiasaan, aturan dan prosedur.
  2. Keputusan Tidak Terprogram, merupakan keputusan yang tidak menjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi dimanajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terprogram tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan ekternal.

Selain itu tantangan yang umumnya dihadapi perusahaan yaitu tidak adanya sistem yang mengintegrasi monitoring karyawan seacara real time dan akurat. Sehingga perusahaan juga harus membuat keputusan-keputusan yang dapat dibedakan berdasarkan :

  1. Pembuatan Keputusan dalam kondisi kepastian (Certainty), yaitu manajer dapat memperkirakan apa yang akan terjadi diwaktu yang akan datang, karena ketersediaan informasi yang akurat, terpercaya dan diukur sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.
  2. Pembuatan keputusan dengan kondisi risiko (risk), yaitu manajer mengetahui besarnya probabilitas setiap kemungkinan hasil, tetapi informasi lengkap tidak tersedia.
  3. Pembuatan keputusan dalam kondisi ketidakpastian (Uncertainty), yaitu manajer tidak dapat mengetahui probabilitas mengenai tingkat keberhasilannya. Sehingga pada umumnya pembuatan keputusan ini bersangkutan denga pembuatan keputusan-keputusan kritis.

Dalam pengambilan keputusan, perusahaan dapat mempertimbangkan berbagai pendekatan yang etis dalam pengambilan keputusan yaitu mengenai keputusan yang telah dibuat tersebut dapat menghasilkan profitabilitas dari biaya yang sudah dikeluarkan. Keputusan yang akan dibuat diusahakan untuk tidak menyinggung pihak-pihak siapapun, supaya tidak ada pihak yang merasa dirugikan.