Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Produktivitas Kerja

Dalam suatu organisasi atau perusahaan, kepuasan kerja adalah faktor penting yang harus terbentuk di lingkungan kerja. Sebab, kepuasa kerja akan berdampak pada produktivitas kerja seseorang. Spector menyatakan kepuasan kerja sebagai sikap yang menggambarkan bagaimana perasaan seseorang terhadap pekerjaannya secara keseluruhan maupun terhadap berbagai aspek dari pekerjaannya. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja merupakan seberapa jauh seseorang menyukai atau tidak menyukai pekerjaannya dan berkaitan erat dengan berbagai aspek dari pekerjaannya seperti gaji, supervisi dari atasan, rekan kerja, kesempatan promosi, dan sebagainya.

Pakar lainnya berpendapat bahwa kepuasan kerja sebagai hasil keseluruhan dari derajat rasa suka atau tidak sukanya tenaga kerja terhadap berbagai aspek dari pekerjaannya. Dengan kata lain kepuasan kerja mencerminkan sikap tenaga kerja terhadap pekerjaannya. Apabila aspek-aspek tersebut sesuai dengan yang diharapkan maka akan timbul perasaan positif, namun apabila tidak sesuai maka akan muncul perasaan negatif terhadap pekerjaannya.

Salah satu bentuk yang dapat menjadi tolok ukur kepuasan kerja seseorang adalah perilaku absen. Perilaku tidak masuk kerja (absen) cenderung menunjukkan korelasi yang negatif dengan kepuasan kerja, artinya karyawan yang tingkat kepuasan kerjanya tinggi, cenderung jarang absen atau dengan kata lain selalu hadir untuk bekerja. Sebaliknya, karyawan yang tingkat kepuasan kerjanya rendah, maka ia lebih sering tidak masuk kerja (absen), namun korelasi tersebut tidak terlalu kuat. Hal ini tentunya sangat berimbas terhadap produktivitas organisasi atau perusahaan.

Kepuasan kerja merupakan sebuah hasil yang dirasakan oleh karyawan. Apabila karyawan merasa puas terhadap pekerjaannya, maka ia akan merasa nyaman dan betah bekerja pada perusahaan atau organisasi tersebut. Oleh sebab itu, dengan mengerti output yang dihasilkan, maka perlu kita ketahui penyebab yang bisa mempengaruhi kepuasan tersebut. Selanjutnya, organisas atau pihak perusahaan membuat langkah yang sekiranya dapat membentuk atmosfir yang  menjadikan karyawan atau pekerja menemukan kepuasan dalam bekerja.

Kepuasan dalam berkerja dapat menyebabkan performa kerja yang lebih baik atau performa dapat menentukan kepuasan kerja. Individu yang menyukai pekerjaannya akan bekerja dengan lebih baik, oleh karena itu ia menampilkan pekerjaannya dengan baik pula. Organisasi dengan karyawan yang memiliki kepuasan kerja tinggi akan cenderung lebih efektif dan produktif daripada organisasi dengan karyawan yang merasa kurang puas dengan pekerjaannya.

Incoming search terms:

  • pengaruh kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan
  • dampak kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja
  • pengaruh kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja
  • pelatihan kerja masuk dalam kepuasan kerja?
  • pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap produktivitas kerja
  • pengaruh kepuasan kerja terhadap prestasi karyawan
  • pengaruh kepuasan kerja terhadap produktivitas karyawan
  • apa pengaruh kepuasan kerja yg rendah bagi organisasi
  • pengaruh kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pdf
  • pengaruh kepuasan kerja terhadap prokduktivitas organisasi
This entry was posted in Artikel and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.