Planning & Driving Action
Planning & Driving Action menjadi penting ketika organisasi memiliki target dan prioritas yang jelas, tetapi pelaksanaannya tidak selalu bergerak dengan kecepatan dan arah yang sama. Rencana dapat terlihat baik di atas kertas, namun menjadi sulit dijalankan ketika terlalu banyak prioritas, pembagian tanggung jawab tidak jelas, resource terbatas, atau ketergantungan antarpekerjaan tidak diperhitungkan sejak awal.
Tantangan berikutnya muncul setelah pekerjaan dimulai. Progress dapat melambat karena keputusan tertunda, hambatan tidak segera ditangani, komitmen tidak ditindaklanjuti, atau perubahan kondisi tidak diikuti dengan penyesuaian rencana. Pemimpin perlu mampu menjaga keseimbangan antara memberi arah dan memberi ruang, antara monitoring dan micromanagement, serta antara konsistensi terhadap tujuan dan fleksibilitas terhadap cara mencapainya.
Kemampuan menghubungkan planning dengan action membantu organisasi memastikan bahwa tujuan tidak berhenti sebagai target, tetapi diterjemahkan menjadi prioritas, ownership, langkah kerja, dan progress yang dapat terlihat serta dikendalikan.
TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN
- Peserta pelatihan mampu menerjemahkan tujuan dan target menjadi prioritas serta rencana kerja yang lebih jelas dan dapat dijalankan.
- Peserta pelatihan mampu mempertimbangkan resource, dependency, risiko, dan keterbatasan dalam menyusun rencana yang realistis.
- Peserta pelatihan mampu memperjelas ownership, tanggung jawab, dan keterlibatan pihak-pihak yang diperlukan dalam pelaksanaan.
- Peserta pelatihan mampu menggerakkan pekerjaan dari rencana menuju tindakan serta menjaga momentum pelaksanaan.
- Peserta pelatihan mampu memonitor progress, mengenali hambatan, dan melakukan intervensi tanpa terjebak dalam micromanagement.
- Peserta pelatihan mampu menyesuaikan prioritas dan rencana ketika kondisi berubah tanpa kehilangan arah terhadap outcome.
MATERI PELATIHAN
1. Turning Goals into Executable Priorities
- Membedakan goal, outcome, priority, dan activity
- Menurunkan target menjadi fokus kerja yang lebih konkret
- Menentukan prioritas yang benar-benar mendukung outcome
- Mengelola competing priorities
- Menghindari terlalu banyak prioritas yang berjalan bersamaan
2. Building a Plan That Can Actually Be Executed
- Menerjemahkan prioritas menjadi milestone dan action
- Menentukan urutan pekerjaan dan dependency
- Memperhitungkan waktu, kapasitas, resource, dan constraint
- Mengidentifikasi potensi bottleneck sejak tahap perencanaan
- Menjaga rencana cukup terstruktur tanpa menjadi terlalu kaku
3. Clarifying Ownership & Accountability
- Memperjelas siapa yang memiliki ownership terhadap hasil
- Role, responsibility, dan decision rights
- Membedakan accountable, responsible, supporting, dan informed parties
- Mengelola dependency antarindividu maupun fungsi
- Memastikan commitment sebelum pekerjaan berjalan
4. Moving from Plan to Action
- Mengubah rencana menjadi immediate next actions
- Memberikan arah dan expectation yang jelas
- Mengurangi ambiguity yang memperlambat eksekusi
- Membangun momentum sejak awal
- Menjaga hubungan antara aktivitas harian dan prioritas utama
5. Managing Priorities During Execution
- Menjaga fokus ketika muncul pekerjaan mendesak
- Menangani resource conflict dan competing demands
- Menentukan kapan perlu reprioritization
- Melindungi pekerjaan kritis dari distraction
- Menyeimbangkan urgency dengan importance
6. Monitoring Progress without Micromanaging
- Menentukan milestone dan indikator progress yang relevan
- Monitoring berbasis progress dan exception
- Membangun review rhythm yang proporsional
- Mengenali slippage dan warning signs lebih awal
- Menentukan kapan leader perlu melakukan intervensi
7. Removing Barriers to Execution
- Mengidentifikasi blocker dan bottleneck selama pelaksanaan
- Masalah resource, capability, coordination, authority, atau delayed decision
- Mempercepat penyelesaian dependency
- Menentukan kapan hambatan perlu dieskalasikan
- Membantu tim bergerak tanpa mengambil alih seluruh pekerjaan
8. Strengthening Follow-Through & Accountability
- Menjaga komitmen terhadap deadline dan deliverable
- Menangani missed commitment secara konstruktif
- Membedakan kebutuhan support dengan excuse
- Menjaga ownership ketika pekerjaan mengalami tekanan
- Membangun disiplin follow-through
9. Adjusting the Plan When Reality Changes
- Mengenali perubahan asumsi dan kondisi
- Course correction tanpa kehilangan tujuan
- Menyesuaikan scope, timing, resource, atau sequence
- Menentukan apa yang tetap dipertahankan dan apa yang perlu diubah
- Contingency dan alternative path bila diperlukan
10. Planning & Driving Action Application
- Menerjemahkan target menjadi prioritas
- Menyusun actionable plan
- Memetakan ownership dan dependency
- Mengidentifikasi execution risk dan blocker
- Menentukan mekanisme monitoring dan follow-through
TARGET PESERTA PELATIHAN
Manajer, supervisor, team leader, project leader, department head, operations leader, dan profesional yang bertanggung jawab menerjemahkan target menjadi rencana serta memastikan pelaksanaannya berjalan.
METODE PELATIHAN
- Penyampaian konsep
- Diskusi kelompok
- Latihan
- Studi kasus
Pelatihan tersedia dalam format online, offline, maupun in house training. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih metode pelatihan yang paling sesuai.
Belum menemukan topik pelatihan yang dibutuhkan? Kami juga melayani penyusunan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan perusahaan dan pengembangan SDM organisasi.
Silakan menghubungi tim kami untuk konsultasi dan permintaan pelatihan.
Informasi jadwal pelatihan dapat dilihat di sini.

