Pelatihan Emotional Intelligence for Salespeople

Emotional Intelligence for Salespeople

Pekerjaan sales menuntut kemampuan menghadapi tekanan target, penolakan, pelanggan yang sulit, perubahan keputusan, serta situasi negosiasi yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ketidakmampuan mengelola emosi dapat membuat sales bereaksi secara defensif, kehilangan motivasi, mengambil keputusan secara impulsif, atau membawa pengalaman negatif dari satu pelanggan ke interaksi berikutnya.

Kecerdasan emosional membantu sales mengenali kondisi dirinya, mengendalikan respons, memahami emosi pelanggan, serta menjaga komunikasi dan hubungan tetap profesional dalam berbagai situasi penjualan. Kemampuan ini mendukung ketahanan menghadapi penolakan, meningkatkan kualitas interaksi, memperkuat kepercayaan pelanggan, dan menjaga konsistensi kinerja dalam jangka panjang.

 

 

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta pelatihan mampu mengenali emosi, pola respons, dan pemicu emosional yang memengaruhi perilaku serta kinerja penjualan.
  2. Peserta pelatihan mampu mengelola emosi dan menjaga respons tetap profesional ketika menghadapi tekanan, penolakan, maupun situasi sulit.
  3. Peserta pelatihan mampu membangun motivasi, ketahanan, dan kemampuan memulihkan diri setelah mengalami kegagalan atau penolakan.
  4. Peserta pelatihan mampu mengenali emosi, kebutuhan, kekhawatiran, dan sinyal nonverbal pelanggan secara lebih akurat.
  5. Peserta pelatihan mampu menerapkan empati dan komunikasi yang cerdas secara emosional dalam interaksi penjualan.
  6. Peserta pelatihan mampu menggunakan kecerdasan emosional untuk menangani keberatan, konflik, dan pelanggan yang sulit.
  7. Peserta pelatihan mampu membangun kepercayaan dan hubungan pelanggan melalui kematangan emosional yang konsisten.

 

 

MATERI PELATIHAN

1. Emotional Intelligence in Sales

  • Konsep dan peran kecerdasan emosional dalam aktivitas penjualan
  • Hubungan emosi, pikiran, respons, dan perilaku sales
  • Aspek intrapersonal dan interpersonal dalam kecerdasan emosional
  • Dampak EQ terhadap komunikasi, keputusan, hubungan, dan kinerja penjualan
  • Karakteristik sales dengan kecerdasan emosional rendah dan tinggi
  • Pemetaan tantangan emosional dalam pekerjaan sales

2. Sales Self-Awareness & Emotional Triggers

  • Mengenali kondisi dan perubahan emosi diri
  • Mengidentifikasi pemicu emosi dalam aktivitas penjualan
  • Respons emosional saat ditolak, diabaikan, dibandingkan, atau ditekan pelanggan
  • Dampak emosi terhadap pilihan kata, bahasa tubuh, dan keputusan sales
  • Mengenali pola respons defensif, agresif, pasif, dan impulsif
  • Emotional self-assessment dalam konteks pekerjaan sales
  • Menyusun personal emotional trigger map

3. Emotional Self-Management Under Pressure

  • Membedakan respons sadar dengan reaksi emosional spontan
  • Teknik menciptakan jeda sebelum merespons
  • Mengelola frustrasi, kecemasan, kemarahan, dan rasa kecewa
  • Menjaga ketenangan saat menghadapi pelanggan yang menekan atau emosional
  • Mengendalikan dorongan untuk berdebat, membela diri, atau memberi konsesi berlebihan
  • Menjaga objektivitas dalam mengambil keputusan penjualan
  • Mencegah emosi dari satu interaksi terbawa ke pelanggan berikutnya

4. Motivation, Resilience & Emotional Recovery

  • Memahami sumber motivasi intrinsik dan ekstrinsik dalam pekerjaan sales
  • Menjaga konsistensi motivasi di tengah tekanan target
  • Memisahkan penolakan terhadap penawaran dari penolakan terhadap diri
  • Reframing terhadap kegagalan dan penolakan
  • Mengubah pengalaman negatif menjadi umpan balik pembelajaran
  • Teknik emotional recovery setelah menghadapi interaksi sulit
  • Membangun ketahanan menghadapi siklus penjualan yang panjang
  • Menjaga energi dan optimisme secara realistis

5. Customer Empathy & Social Awareness

  • Memahami empati dalam konteks penjualan
  • Perbedaan empati, simpati, persetujuan, dan sikap mengalah
  • Membaca emosi melalui kata-kata, intonasi, jeda, dan bahasa tubuh
  • Mengenali keraguan, kekhawatiran, frustrasi, antusiasme, dan ketidaknyamanan pelanggan
  • Active listening dan empathetic listening
  • Menggali kebutuhan serta kekhawatiran yang belum disampaikan
  • Memahami sudut pandang pelanggan tanpa kehilangan objektivitas
  • Menghindari asumsi dan penilaian terlalu cepat terhadap pelanggan

6. Emotionally Intelligent Sales Communication

  • Menyesuaikan respons dengan kondisi emosional pelanggan
  • Validasi emosi tanpa selalu menyetujui pendapat pelanggan
  • Teknik bertanya dan mengklarifikasi secara empatik
  • Menggunakan bahasa yang menenangkan, jelas, dan tidak memicu resistensi
  • Mengelola komunikasi ketika pelanggan bersikap ragu, defensif, atau agresif
  • Menyampaikan penolakan, batasan, dan informasi sulit secara profesional
  • Menghindari komunikasi manipulatif dan overpromising
  • Menjaga keseimbangan antara empati, ketegasan, dan kepentingan bisnis

7. Applying Emotional Intelligence Across the Sales Process

  • Penerapan EQ saat prospecting dan membangun kontak awal
  • Menjaga kestabilan emosi ketika prospek tidak merespons
  • Membaca suasana dan membangun kenyamanan saat sales meeting
  • Mengelola emosi ketika menghadapi keberatan dan tekanan harga
  • Menjaga objektivitas dalam negosiasi dan pemberian konsesi
  • Mengenali kesiapan emosional pelanggan dalam mengambil keputusan
  • Mengelola emosi saat proses penjualan tertunda atau gagal
  • Menerapkan EQ dalam follow-up, komplain, dan hubungan pascapenjualan

8. Handling Emotional Challenges in Sales

  • Menghadapi pelanggan yang marah, skeptis, atau sulit dipuaskan
  • Mengelola konflik tanpa memperbesar ketegangan
  • Menangani keberatan emosional dan keberatan rasional
  • Memulihkan komunikasi setelah terjadi salah paham
  • Mengelola ekspektasi pelanggan secara realistis
  • Menyampaikan permintaan maaf tanpa kehilangan kredibilitas
  • Menjaga hubungan ketika kesepakatan belum tercapai
  • Simulasi penanganan situasi penjualan yang emosional

9. Building Trust & Long-Term Relationships

  • Peran kestabilan emosi dalam membangun kredibilitas
  • Menciptakan rasa aman dan nyaman dalam hubungan pelanggan
  • Menjaga konsistensi antara ucapan, tindakan, dan komitmen
  • Membangun hubungan tanpa ketergantungan emosional yang tidak sehat
  • Menjaga batas profesional dengan pelanggan
  • Memulihkan kepercayaan setelah terjadi masalah
  • Mengembangkan hubungan jangka panjang melalui empati dan integritas
  • Mendorong loyalitas serta advocacy pelanggan secara etis

10. Personal Emotional Intelligence Development

  • Mengevaluasi kekuatan dan area pengembangan EQ
  • Mengidentifikasi kebiasaan emosional yang perlu diperbaiki
  • Menetapkan indikator perubahan perilaku
  • Menyusun strategi latihan kesadaran dan pengelolaan emosi
  • Meminta dan memanfaatkan umpan balik secara terbuka
  • Mengukur perkembangan EQ dalam aktivitas penjualan
  • Menyusun Personal Emotional Intelligence Development Plan

 

 

TARGET PESERTA PELATIHAN

Sales Executive, Sales Representative, Account Executive, Account Manager, Business Development, Relationship Manager, Key Account Executive, Sales Supervisor, serta tenaga penjualan yang berinteraksi langsung dengan prospek dan pelanggan.

 

 

METODE PELATIHAN

  • Penyampaian konsep
  • Diskusi kelompok
  • Latihan
  • Studi kasus

 

 

Pelatihan tersedia dalam format online, offline, maupun in house training. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih metode pelatihan yang paling sesuai.

Belum menemukan topik pelatihan yang dibutuhkan? Kami juga melayani penyusunan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan perusahaan dan pengembangan SDM organisasi.

Silakan menghubungi tim kami untuk konsultasi dan permintaan pelatihan.

Informasi jadwal pelatihan dapat dilihat di sini.

 

 

 

 

 

 

 

Kanaka

Perumahan Griya Sidokarto Village A1, Jalan Alam Hijau, RT:04/RW:09, Semarangan, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY 55264
Kontak Kami
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram