Pelatihan Culture Transformation Leadership

Culture Transformation Leadership

Culture Transformation Leadership menjadi penting ketika budaya kerja yang selama ini berkembang tidak lagi sepenuhnya mendukung arah, strategi, maupun kebutuhan organisasi. Nilai yang tertulis, perilaku yang terjadi sehari-hari, serta kebiasaan kerja yang sudah terbentuk dapat berbeda dengan budaya yang sebenarnya dibutuhkan untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Mengubah budaya tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi nilai atau kampanye komunikasi. Perubahan budaya membutuhkan keteladanan pimpinan, keterlibatan berbagai level organisasi, perubahan perilaku yang nyata, serta keselarasan antara pesan budaya dengan sistem, kebijakan, penghargaan, dan keputusan manajemen.

Kemampuan memimpin transformasi budaya membantu organisasi memahami kondisi budaya saat ini, menentukan budaya yang ingin dibangun, menggerakkan perubahan perilaku, mengatasi hambatan, serta memastikan budaya baru semakin tertanam dalam cara organisasi bekerja.

 

 

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta pelatihan mampu memahami dinamika budaya organisasi serta faktor yang membuat budaya sulit berubah.
  2. Peserta pelatihan mampu mendiagnosis kondisi budaya saat ini dan mengidentifikasi kesenjangan dengan budaya yang dibutuhkan organisasi.
  3. Peserta pelatihan mampu menentukan perilaku utama yang perlu diperkuat, diubah, atau dihentikan untuk mendukung budaya yang diinginkan.
  4. Peserta pelatihan mampu membangun keselarasan kepemimpinan dan menggerakkan keterlibatan berbagai pihak dalam transformasi budaya.
  5. Peserta pelatihan mampu menyelaraskan sistem, kebijakan, dan praktik organisasi agar mendukung perilaku budaya yang baru.
  6. Peserta pelatihan mampu mengukur perkembangan serta memperkuat perubahan budaya agar dapat bertahan secara berkelanjutan.

 

 

MATERI PELATIHAN

1. Understanding Culture Transformation

  • Pengertian budaya organisasi dan budaya kerja
  • Bagaimana nilai, kebiasaan, norma, dan perilaku membentuk budaya
  • Hubungan budaya dengan strategi dan kinerja organisasi
  • Mengapa budaya yang sudah terbentuk sulit berubah
  • Perbedaan antara memperkuat budaya dan mentransformasi budaya
  • Peran pemimpin dalam perubahan budaya

2. Diagnosing the Current Culture

  • Mengidentifikasi budaya yang benar-benar terjadi dalam pekerjaan sehari-hari
  • Membedakan nilai yang tertulis dengan perilaku yang nyata
  • Mengenali kekuatan budaya yang perlu dipertahankan
  • Mengidentifikasi kebiasaan dan perilaku yang menghambat organisasi
  • Menggunakan observation, feedback, employee voice, dan data untuk memahami budaya
  • Menentukan kesenjangan antara budaya saat ini dan kebutuhan organisasi

3. Defining the Desired Culture

  • Menghubungkan budaya yang diinginkan dengan strategi dan arah organisasi
  • Menentukan karakteristik budaya yang perlu dibangun
  • Menentukan perilaku kunci yang mendukung budaya sasaran
  • Memperjelas perilaku yang perlu dipertahankan, diperkuat, diubah, atau dihentikan
  • Menerjemahkan nilai organisasi menjadi perilaku yang mudah dipahami
  • Menentukan prioritas perubahan budaya

4. Aligning Leaders for Culture Transformation

  • Membangun kesamaan pemahaman pimpinan terhadap budaya yang dituju
  • Menjaga konsistensi pesan dan perilaku antarlevel kepemimpinan
  • Menjadikan pemimpin sebagai role model perubahan budaya
  • Mengenali perilaku pimpinan yang bertentangan dengan budaya yang ingin dibangun
  • Menjaga keselarasan antara keputusan manajemen dan pesan budaya
  • Membangun accountability pimpinan terhadap perubahan budaya

5. Mobilizing People & Managing Cultural Resistance

  • Menjelaskan alasan dan arah perubahan budaya
  • Membantu karyawan memahami dampak budaya baru terhadap cara kerja
  • Mengenali sumber skepticism dan resistance
  • Melibatkan middle management dalam perubahan budaya
  • Mengembangkan culture champions atau change agents bila diperlukan
  • Membangun ownership terhadap budaya baru
  • Menghindari transformasi budaya yang hanya terasa sebagai kampanye perusahaan

6. Turning Values into Daily Behaviors

  • Menerjemahkan core values menjadi perilaku kerja yang konkret
  • Menetapkan behavioral expectations
  • Menghubungkan perilaku budaya dengan pekerjaan sehari-hari
  • Mengintegrasikan nilai ke dalam cara mengambil keputusan dan bekerja sama
  • Memberikan contoh perilaku yang diharapkan dan yang tidak sesuai
  • Menjaga konsistensi penerapan antarunit dan level organisasi

7. Aligning Organizational Systems with the New Culture

  • Menyelaraskan recruitment dan onboarding
  • Performance management
  • Reward dan recognition
  • Promotion dan talent development
  • Policy, procedure, dan decision making
  • Meninjau sistem yang masih mendorong perilaku lama
  • Memastikan sistem organisasi memperkuat budaya yang ingin dibangun

8. Reinforcing & Embedding the New Culture

  • Memperkuat perilaku yang sesuai dengan budaya baru
  • Recognition terhadap role model dan contoh perilaku positif
  • Menangani perilaku yang terus bertentangan dengan budaya
  • Menggunakan meeting, komunikasi, ritual, dan kebiasaan kerja untuk memperkuat budaya
  • Memanfaatkan cerita dan contoh nyata dari dalam organisasi
  • Menjadikan budaya bagian dari cara kerja, bukan sekadar program komunikasi

9. Measuring Culture Transformation Progress

  • Menentukan indikator perubahan budaya
  • Mengukur perubahan perilaku, bukan hanya pemahaman terhadap nilai
  • Menggunakan employee feedback dan culture survey bila diperlukan
  • Memantau konsistensi penerapan antarunit
  • Mengidentifikasi area yang belum mengalami perubahan
  • Menghubungkan perkembangan budaya dengan kebutuhan organisasi
  • Menggunakan hasil pengukuran untuk menentukan tindakan berikutnya

10. Sustaining Culture Transformation

  • Menjaga konsistensi setelah fase awal transformasi
  • Mencegah kembali ke kebiasaan lama
  • Mengembangkan pemimpin dan culture champions berikutnya
  • Menjaga budaya ketika terjadi pergantian pimpinan atau perubahan organisasi
  • Menyesuaikan budaya ketika strategi dan kebutuhan organisasi berkembang
  • Melakukan continuous reinforcement dan learning

11. Culture Transformation Application

  • Mengidentifikasi kondisi budaya saat ini
  • Menentukan budaya yang dibutuhkan
  • Menetapkan perilaku yang perlu diperkuat, diubah, atau dihentikan
  • Mengidentifikasi leadership dan system gap
  • Menentukan pihak yang perlu dilibatkan
  • Menentukan mekanisme penguatan
  • Menetapkan indikator perubahan budaya
  • Menyusun prioritas transformasi budaya

 

 

TARGET PESERTA PELATIHAN

Direktur, general manager, division head, department head, senior manager, HR/OD professional, culture champion, change leader, serta pemimpin yang bertanggung jawab mengarahkan perubahan budaya organisasi.

 

 

METODE PELATIHAN

  • Penyampaian konsep
  • Diskusi kelompok
  • Latihan
  • Studi kasus

 

 

Pelatihan tersedia dalam format online, offline, maupun in house training. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih metode pelatihan yang paling sesuai.

Belum menemukan topik pelatihan yang dibutuhkan? Kami juga melayani penyusunan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan perusahaan dan pengembangan SDM organisasi.

Silakan menghubungi tim kami untuk konsultasi dan permintaan pelatihan.

Informasi jadwal pelatihan dapat dilihat di sini.

 

 

 

 

 

 

 

Kanaka

Perumahan Griya Sidokarto Village A1, Jalan Alam Hijau, RT:04/RW:09, Semarangan, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY 55264
Kontak Kami
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram