Pelatihan Leading Organizational Resilience

Leading Organizational Resilience

Leading Organizational Resilience semakin penting ketika organisasi menghadapi gangguan yang tidak selalu dapat diprediksi, mulai dari perubahan pasar, teknologi, regulasi, rantai pasok, sistem informasi, hingga kejadian eksternal yang dapat mengganggu operasi dan pencapaian tujuan bisnis. Dalam kondisi seperti ini, ketahanan organisasi tidak cukup hanya bergantung pada kemampuan merespons ketika krisis sudah terjadi.

Organisasi yang resilien perlu mampu mengenali kerentanan, membaca sinyal perubahan, menjaga fungsi penting ketika terjadi gangguan, menyesuaikan keputusan dan sumber daya, serta memulihkan operasi tanpa kehilangan kemampuan untuk belajar dan berkembang. Upaya mengejar efisiensi juga perlu diseimbangkan dengan kapasitas cadangan, alternatif, dan fleksibilitas agar organisasi tidak menjadi terlalu rapuh ketika asumsi normal tidak lagi berlaku.

Pemimpin berperan dalam membangun kesiapan tersebut melalui keputusan strategis, desain organisasi, koordinasi lintas fungsi, pengembangan kapabilitas, serta budaya yang memungkinkan masalah terdeteksi lebih cepat dan respons dilakukan pada level yang tepat.

 

 

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta pelatihan mampu mengidentifikasi kerentanan, ketergantungan kritis, dan sumber gangguan yang dapat memengaruhi keberlangsungan organisasi.
  2. Peserta pelatihan mampu menggunakan pendekatan antisipatif untuk membaca risiko, perubahan, dan kemungkinan skenario gangguan.
  3. Peserta pelatihan mampu membangun kesiapan organisasi melalui continuity planning, contingency, redundancy, dan kejelasan pengambilan keputusan.
  4. Peserta pelatihan mampu meningkatkan kapasitas organisasi untuk beradaptasi dan mengalokasikan kembali sumber daya ketika kondisi berubah.
  5. Peserta pelatihan mampu memimpin manusia dan koordinasi lintas fungsi selama periode disruption dan recovery.
  6. Peserta pelatihan mampu menggunakan pengalaman gangguan untuk memperkuat sistem, kapabilitas, dan ketahanan organisasi secara berkelanjutan.

 

 

MATERI PELATIHAN

1. Mapping Organizational Vulnerability & Critical Dependencies

  • Konsep organizational resilience, robustness, adaptability, dan recovery
  • Mengidentifikasi fungsi dan aktivitas yang kritis bagi organisasi
  • Ketergantungan pada people, process, technology, data, facility, supplier, dan stakeholder
  • Single point of failure dan concentration risk
  • Interdependency antarunit dan proses
  • Mengidentifikasi area dengan resilience gap
  • Menyeimbangkan operational efficiency dengan tingkat ketahanan yang dibutuhkan

2. Anticipating Disruption & Building Situational Awareness

  • Mengidentifikasi sumber gangguan internal dan eksternal
  • Environmental scanning dan horizon scanning
  • Weak signals dan early warning indicators
  • Risk sensing
  • Scenario thinking untuk menghadapi berbagai kemungkinan
  • Menilai potensi dampak terhadap operasi, customer, stakeholder, dan tujuan bisnis
  • Menghindari ketergantungan pada pengalaman masa lalu sebagai satu-satunya dasar kesiapan

3. Strengthening Preparedness & Continuity

  • Menentukan critical priorities ketika operasi terganggu
  • Prinsip Business Continuity Management dan Business Continuity Plan
  • Contingency planning
  • Menentukan alternative process, supplier, resource, dan work arrangement
  • Operational redundancy dan backup capacity
  • Disaster recovery untuk ketergantungan teknologi dan data
  • Roles, responsibilities, decision authority, dan escalation
  • Menentukan tingkat preparedness yang proporsional dengan risiko organisasi

4. Stress-Testing Organizational Resilience

  • Menguji kesiapan melalui scenario exercise dan stress test
  • Menguji asumsi dalam continuity dan contingency plan
  • Menilai kemampuan organisasi menghadapi multiple disruptions
  • Mengidentifikasi hidden dependency dan vulnerability
  • Menguji kapasitas decision making dan cross-functional coordination
  • Menilai kecukupan resource dan backup
  • Menggunakan hasil stress test untuk menentukan resilience priorities

5. Leading Adaptive Response & Resource Reconfiguration

  • Mengambil keputusan ketika informasi tidak lengkap dan kondisi berubah cepat
  • Reprioritization saat kondisi normal tidak lagi berlaku
  • Dynamic resource allocation
  • Menyesuaikan proses dan cara kerja secara sementara atau permanen
  • Decentralized decision making pada level yang tepat
  • Menjaga governance tanpa memperlambat respons
  • Mengelola trade-off antara speed, risk, cost, dan continuity
  • Menghindari rigid response terhadap situasi yang terus berkembang

6. Leading People & Cross-Functional Coordination Through Disruption

  • Menjaga clarity, trust, dan direction saat ketidakpastian meningkat
  • Mengomunikasikan kondisi secara terbuka tanpa menciptakan kepanikan
  • Psychological safety untuk mempercepat pelaporan masalah
  • Menjaga koordinasi lintas fungsi ketika rutinitas terganggu
  • Mengelola workload pressure dan fatigue
  • Mencegah blame, information withholding, dan silo
  • Menjaga accountability dalam situasi sulit
  • Membangun kapasitas tim untuk tetap berfungsi dan beradaptasi

7. Recovery, Adaptation & Building Back Stronger

  • Menentukan recovery priorities
  • Menetapkan urutan pemulihan critical operations
  • Temporary workaround versus permanent solution
  • Mengalokasikan resource untuk recovery
  • Menentukan kapan organisasi siap kembali ke operasi normal
  • Menjaga customer dan stakeholder confidence selama pemulihan
  • Mengidentifikasi perubahan yang sebaiknya dipertahankan setelah disruption
  • Menggunakan momentum recovery untuk memperbaiki cara kerja organisasi

8. Learning & Institutionalizing Organizational Resilience

  • After-action review dan post-disruption evaluation
  • Mengidentifikasi penyebab sistemik, bukan sekadar kesalahan individu
  • Mengevaluasi efektivitas preparedness, response, adaptation, dan recovery
  • Mengubah lessons learned menjadi perubahan process, policy, capability, dan system
  • Memperkuat cross-training dan role coverage
  • Menjaga resilience capability melalui simulation dan periodic review
  • Mengintegrasikan resilience ke dalam strategic planning dan decision making
  • Membangun budaya yang terus belajar dari disruption dan near miss

 

 

TARGET PESERTA PELATIHAN

Direktur, general manager, division head, business unit leader, senior manager, risk management leader, business continuity professional, operations leader, supply chain leader, serta pimpinan yang bertanggung jawab atas keberlangsungan dan ketahanan organisasi.

 

 

METODE PELATIHAN

  • Penyampaian konsep
  • Diskusi kelompok
  • Latihan
  • Studi kasus

 

 

Pelatihan tersedia dalam format online, offline, maupun in house training. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih metode pelatihan yang paling sesuai.

Belum menemukan topik pelatihan yang dibutuhkan? Kami juga melayani penyusunan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan perusahaan dan pengembangan SDM organisasi.

Silakan menghubungi tim kami untuk konsultasi dan permintaan pelatihan.

Informasi jadwal pelatihan dapat dilihat di sini.

 

 

 

 

 

 

 

Kanaka

Perumahan Griya Sidokarto Village A1, Jalan Alam Hijau, RT:04/RW:09, Semarangan, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY 55264
Kontak Kami
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram