Basic Change Management

Pelatihan Sdm

Basic Change Management

Salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh perusahaan saat ini adalah volatilitas pasar global dan inovasi teknologi yang terus berkembang. Globalisasi dan inovasi teknologi ini telah memengaruhi pasar dan juga menyebabkan lingkungan bisnis yang terus berkembang. Fenomena-fenomena seperti penggunaan internet, media sosial dan teknologi seluler telah merubah perilaku pasar sehingga perusahaan perlu menanggapi dan memahami kebutuhan atau keinginan pasar. Oleh karena itu, setiap perusahaan diharuskan untuk terus berinovasi serta memperbarui proses dan efisiensi operasionalnya untuk berkolaborasi dengan pasar yang semakin meluas dan beradaptasi dengan perilaku pasar yang selalu berubah. Perusahaan yang menolak untuk berubah atau tidak bergerak maju akan dipaksa untuk keluar dari pasar atau bahkan mungkin terhapus oleh organisasi-organisasi atau perusahaan-perusahaan yang terus melakukan inovasi untuk bergerak maju.

Manajemen perubahan atau change management pada dasarnya merupakan pendekatan terstruktur untuk memastikan bahwa perubahan dilakukan secara menyeluruh dan lancar, serta memastikan bahwa perubahan yang dilakukan membawakan manfaat bagi perusahaan dalam mencapai sasaran dan tujuan perusahaannya. Manajemen Perubahan ini bertujuan untuk merencanakan dan menerapkan strategi perubahan, mengendalikan perubahan serta membantu orang untuk beradaptasi terhadap perubahan. Dan tentunya, Perubahan yang dimaksud disini adalah perubahan untuk bergerak maju ke depan dengan berbagai inovasi dan perbaruan proses untuk mencapai efisiensi operasional organisasinya.

Secara umum change management merupakan upaya untuk menata dan mengelola perusahaan kearah yang diinginkan. Sehingga dalam sebuah perusahaan terdapat beberapa tingkatan manajemen perubahan, diantaranya sebagai berikut :

1. Perubahan Individu

Tingkatan ini adalah yang paling dasar dari sebuah proses change management. Setiap individu memang selalu dan akan mengalami perubahan, namun perubahan tersebut tidak secara otomatis kearah yang diinginkan. Dari sinilah peran manajer perusahaan untuk mengatur arah perubahan individu agar sejalan dengan tujuan perusahaan. Sehingga change management dapat dikaitkan dengan ilmu psikologi dimana manajer akan berusaha memahami perilaku individu sehingga dapat menentukan perubahan seperti apa yang layak untuk dirinya. Misalnya saja menentukan kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan keterampilan baru pada seseorang dan bagaimana perubahan tersebut dalam melekat pada diri individu.

2. Perubahan Organisasi

Manajemen perusahaan dalam organisasi ini berkaitan erat dengan manajemen proyek. Jika manajemen proyek berguna untuk memastikan solusi dari proyek yang dirancang, maka change management berperan untuk memastikan solusi tersebut dapat bekerja secara efektif.

Manajer harus memastikan sumber daya mana yang perlu berubah untuk kepentingan keberhasilan proyek dan upaya perubahan seperti apa yang harus dilakukan untuk tujuan tersebut.

3. Perubahan Kemampuan Perusahaan

Pada tingkatan ini change management berperan secara langsung untuk mengelola perusahaan agar secara efektif mampu beradaptasi dengan perubahan dunia atau pasar. Change management dapat lebih kompleks mencakup segala aspek perusahaan. Misalnya manajer memberikan perubahan terhadap metode pemasaran sebelumnya yang dinilai tidak memenuhi target perusahaan. Sehingga, inisiatif seorang manajer disini sangat dibutuhkan demi mencapai kemajuan perusahaan.

Perubahan dalam sebuah bisnis merupakan sesuatu yang penting jika ingin mempertahankan bisnis dan terus meningkatkan keuntungan. Karena perubahan berarti secara terus menerus melakukan sesuatu dengan cara dan metode yang berbeda dari sebelumnya yang dinilai kurang efektif. Manajemen perubahan (change management) dirumuskan oleh seorang manajer, namun dalam praktiknya seringkali dilakukan oleh seorang pimpinan secara langsung. Sehingga kerja sama diantara keduanya bisa membentuk perubahan yang lebih optimal.

Adapun tujuan change management diantaranya yaitu :

  1. Untuk mempertahankan keberlangsungan hidup perusahaan, baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
  2. Untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal (sikap tenaga kerja, perubahan strategi korporasi, perubahan teknologi dan peralatan dan lainnya), dan juga di lingkungan eksternal (perubahan pasar, peraturan, hukum, kebijakan pemerintah, teknologi dan lainnya).
  3. Untuk memperbaiki efektivitas perusahaan agar dapat bersaing di pasar ekonomi modern. Upaya ini termasuk perbaikan efektivitas tenaga kerja, perbaikan sistem dan struktur organisasi, dan implementasi strategi perusahaan.