Konsep CSR Yang Ideal

Keterangan foto tidak tersedia.

Konsep CSR Yang Ideal

 

Mengingat peran teknologi tidak bisa dilepaskan dalam industri modern saat ini, maka fungsi dari Corporate Social Responsibility (CSR) dapat mengikis fokus kecurigaan konsumen terhadap teknologi yang digunakan industri tersebut sekaligus turut menjaga keberlangsungan perusahaan dan juga alam. Beruntunglah bagi para profesional di bidang komunikasi yang konsen terhadap implementasi CSR bagi perusahaannya. Karena saat ini, tanggung jawab sosial perusahaan adalah permasalahan bisnis yang makin penting. Sebenarnya, komunikasi tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dapat memberikan pengaruh terhadap cara brand atau perusahaan tersebut menghadapi pelanggan. Saat ini, hanya sedikit yang telah dilakukan pada penggunaan nilai tanggung jawab sosial perusahaan untuk pelanggan. Secara konseptual, CSR adalah bagian dari PR. Sebelumnya, kegiatan PR yang bertujuan untuk membentuk dan memelihara hubungan dengan komunitas disebut Community Relations (Hubungan Komunitas) dan Community Development (pemberdayaan Masyarakat). Sehingga kegiatan CSR harus dilakukan dengan mengacu pada kedua konsep hubungan tersebut. Serta, kegiatan PR melalui CSR adalah khusus bagi komunitas yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kinerjanya dan pemberdayaan berbagai pilar CSR seperti pilar pendidikan, pilar ekonomi, pilar lingkungan, pilar sumber daya manusia, pilar keamanan, pilar kesehatan, pilar budaya, pilar agama dan lain sebagainya.

Berikut beberapa Konsep CSR Yang Ideal:

1.Community Development

Community Development atau pemberdayaan masyarakat adalah salah satu bentuk aktualisasi CSR. Biasanya program ini dilakukan oleh perusahaan atas dasar sikap dan pandangan yang telah ada (inheren) dalam dirinya yaitu sikap filantropis (kedermaan). Umumnya perusahaan memiliki sikap tersebut atas dasar dua motif: altruisme dan self interest.  Sayangnya pendekatan altruisme yakni sifat mementingkan kepentingan orang lain masih belum menjadi kebiasaan banyak perusahaan. Sebagian besar pengambil keputusan di perusahaan memandang filantropi sebagai pencerahan atas kepentingan pribadi (self interest).

2. Community Relations

Community Relations atau hubungan komunitas merupakan suatu perencanaan lembaga, aktif dan partisipasi yang terus menerus dengan dan dalam sebuah komunitas untuk memelihara dan meningkatkan lingkungan agar keduanya, baik lembaga maupun komunitas memperoleh manfaat. Penerapan CSR di perusahaan menjadi semakin penting dengan munculnya konsep sustainable development dari World Comission on Environment and Development. Hal ini tercermin dari definisi CSR yang diberikan oleh the Organization for Economic Cooperation and Dvelopment (OECD), yakni sebagai dampak lanjutan penerimaan konsep CSR dalam kerangka sustainable development maka seluruh dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan terhadap ekonomi, sosial dan lingkungan harus dilaporkan dalam sustainable report mereka. Report ini akan menggambarkan sejauh mana tanggung jawab sosial perusahaan terhadap para pemangku kepentingan mereka

3. Implementasi 3P

Keberadaan suatu perusahaan tentu berorientasi pada P yang pertama yaitu Profit. Namun ternyata untuk menjaga keberlangsungan sebuah perusahaan, orientasi pada Profit saja tidaklah cukup, perusahaan perlu memiliki konsentrasi juga terhadap People (sosial) dan juga Planet (lingkungan). Konsep penerapan 3P ini sebenarnya adalah simpulan yang bisa didapat dari uraian-uraian sebelumnya mengenai penerapan CSR yang ideal. Konsep 3 BL yang diumpamakan oleh Engklington  3P Bahwa 3P ( PROFIT, PEOPLE, PLANET) harus saling terkait satu sama lainnya jika salah satu komponen ditinggalkan akan menimbulkan ketidakseimbangan sehingga menimbulkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan. Mengingat kembali mengenai mitologi ibu bijak dalam pemasaran, maka dengan berorientasi pada pemeliharan kasih ibu berupa apa yang ada di alam ini melalui pemberdayaan masyarakat dan lingkungan sosial, diharapkan keberlangsungan perusahaan dapat terus terjaga.