Membangun Kecerdasan Spiritual Pada Perusahaan

Membangun Kecerdasan Spiritual Pada Perusahaan

 

Kecerdasan spiritual dalam bahasa inggris Spiritual Quotient (SQ) merupakan kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nilai-nilai positif. Spiritual Quotient (SQ) merupakan fasilitas yang membantu seseorang untuk mengatasi persoalan dan mencoba berdamai dengan persoalan yang sedang terjadi. Kecerdasan spiritual (SQ) yang tinggi ditandai dengan adanya pertumbuhan dan transformasi pada diri seseorang, tercapainya kehidupan yang berimbang antara karier/pekerjaan dan pribadi/keluarga, serta adanya perasaan suka cita serta puas yang diwujudkan dalam bentuk menghasilkan kontribusi yang positif dan berbagi kebahagiaan kepada lingkungan.

Spiritual Quotient (SQ) merupakan bentuk integrasi dari dua jenis kecerdasan yaitu Intellectual Quotient (IQ) dan Emotional Quotient (EQ) yang mengacu pada teori pada teori motivasi yang dikemukakan oleh Maslow terkait kecerdasan spiritual dengan aktualisasi diri atau pemenuhan tujuan hidup yang merupakan tingkatan motivasi yang tertinggi. Spiritual Quotient (SQ) meskipun berkaitan dengan kata spiritual namun tidak selalu terkait dengan kepercayaan atau agama. Kecerdasan spiritual lebih kepada mengenai kebutuhan dan kemampuan manusia untuk menemukan arti dan menghasilkan nilai melalui suatu pengalaman yang telah di hadapi.

Peran Spiritual Quotient (SQ) dalam lingkungan kerja terkait dengan karyawan yang memiliki SQ yang tinggi biasanya akan mudah cepat mengalami pemulihan dari suatu penyakit, baik penyakit secara fisik maupun mental. Akan lebih  mudah bangkit, lebih tahan dalam menghadapi stres, lebih ceria, mampu memberikan energi positif, bahagia dan merasa puas dalam menjalani kehidupan.

Robbins & Judge dalam bukunya menyebutkan bahwa budaya spiritual harus dibangun dalam lingkungan perusahaan yang meliputi, diantaranya :

  1. Strong Sense Of Purpose

Pencapaian keuntungan merupakan hal yang penting, namun tidak menjadi nilai utama dari suatu perusahaan dengan budaya spiritual. Karyawan membutuhkan tujuan perusahaan yang lebih bernilai yang biasanya dinyatakan dalam bentuk visi dan misi perusahaan.

  1. Trust and Respect

Perusahaan dengan budaya spiritual yang kuat akan memastikan untuk terciptanya kondisi saling percaya, terbuka dan jujur.

  1. Humanistic Work Practices

Perusahaan dengan jam kerja yang fleksibel, berdasarkan kerja tim, kemampuan karyawan, jaminan terhadap hak-hak karyawan dan keamanan kerja yang merupakan bentuk-bentuk praktik manajemen sumber daya manusia yang bersifat spiritual.

  1. Toleration Of Employee Expression

Toleransi yang tinggi terhadap sesama tim yang ada dalam perusahaan. Humor, spontanitas, kecerian di tempat kerja yang tidak dibatasi. Saat ini cukup banyak perusahaan yang menerapkan budaya spiritual di tempat kerja.

Karyawan yang kecerdasan spiritualnya tinggi dan didukung dengan lingkungan kerja yang spiritual, secara positif menjadi lebih kreatif, memiliki kepuasan kerja yang tinggi, mampu bekerja dengan baik secara tim, dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap perusahaan. Terbentuknya budaya spiritual di tempat kerja, diharapkan akan terbentuk karyawan yang happy dan mampu memenuhi tujuan hidup. Karyawan yang demikian umumnya memiliki hidup yang seimbang antara kerja dan pribadi, antara tugas dan pelayanan.