Strategi Membuat Smart Action

 

Pelatihan Sdm

 

Strategi Membuat Smart Action

 

Strategi membuat smart action pemimpin memiliki pengaruh, kekuasaan (power) dan wewenang yang cukup besar dalam perusahaan. Pemimpin dan timnya merupakan sepasang yang tidak dapat dipisahkan dalam menjalankan tugasnya diperusahaan karena satu sama lainnya selalu membutuhkan bantuan demi tercapainya tujuan suatu perusahaan.

Tidak ada pemimpin yang tidak memiliki pengikut dan juga sebaliknya bahwa tidak mungkin seorang pengikut tidak memiliki pemimpin atau orang yang menjadi panutan teladan dalam tindakannya yaitu seorang figure luar biasa. Kepemimpinan yang baik merupakan pemimpin yang memiliki pengikut yang baik pula yaitu organisasi atau komunitas efektif dalam perusahaan.

Efektivitas kepemimpinan dapat dilihat bagaimana para pengikut (follower) memperlakukan seseorang sebagai pemimpin. Menurut Rober E Kelley ada dua dimensi seorang pengikut yang dapat dilihat dari dua sisi utama yaitu “Berpikir Kritis” dan “Kontributif”. Dimensi pertama mengenai cara individu berpikir secara sadar dampak dari perilaku setiap individu dalam mencapai tujuan dan juga mampu mengkritisi menilai setiap kebijakan yang diambil oleh seorang pemimpin. Dimensi kedua yaitu mengenai individu aktif yang selalu berkontribusi bagi perusahaan dan memberikan pengaruh pada keberhasilan suatu program. Sedangkan individu pasif akan membutuhkan supervisi dan pengawasan serta dorongan yang konstan.

Dalam perusahaan di era yang perkembagan dunia informasi dan teknologi yang sangat pesat ada suatu metode yang dapat mempermudah pimpinan dan tim dalam menentukan target, rencana dan tujuan yaitu menggunakan metode “SMART”. Saat ini SMART  digunakan perusahaan-perusahaan di dunia untuk mencapai tujuan bisnis. Harapannya dengan menggunakan metode SMART perusahaan dapat lebih terarah untuk mencapai target yang ingin diraih.

SMART merupakan kependekan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Timebound berikut penjelasannya:

1.Specific (Spesifik/Khusus)

Dalam membuat target harus secara spesifik dan jelas, target yang secara detail akan memperjelas apa yang dapat dipaparkan dengan baik. Hindari target yang terlalu umum atau kurang mendetail. Target tidak boleh ambigu, harus jelas, dan dipaparkan dengan bahasa yang lugas.

2. Measurable (Terukur)

Setelah melakukan tujuan yang spesifik maka selanjutnya yaitu melakukan pengukuran progress dari tujuan yang telah spesifik tersebut. Measurable ini berguna untuk melihat dan menentukan langkah selanjutnya dari fakta-fakta yang sudah ditemukan.

3. Achievable (Dapat Tercapai)

Target yang telah ditentukan tidak boleh dibuat terlalu mudah (untuk performa standar pada tim), tetapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga terasa mustahil untuk dicapai. Hal ini dapat dilihat bagaimana kesempatan dan sumber daya yang dapat memberi peluang untuk lebih mendekatkan diri pada sukses.

4. Relevant (Sesuai)

Saat membuat target hal yang perlu diperhatikan yaitu dalam memilih target yang relevan artinya jika target tersebut tercapai, target tersebut tentu akan memiliki  dampak terhadap yang lainnya. Target yang relevan, apabila tercapai akan mendorong tim, departemen, dan perusahaan lebih maju.

5. Timebound (Batas Waktu)

Dalam menentukan tujuan tentunya menetapkan batas waktu untuk mencapai tujuan/goal yang dingin dicapai perusahaan. Batas waktu ini yang realistis diperlukan agar dapat terfokus dan dapat mempersiapkan sumber dana yang diperlukan sedini mungkin.