Executive Communication Skills
Executive Communication Skills membekali para pemimpin senior dan profesional dengan kemampuan menyampaikan informasi, analisis, rekomendasi, dan keputusan secara ringkas, terstruktur, serta relevan bagi audiens eksekutif. Pada level ini, komunikasi tidak cukup hanya jelas. Pesan juga harus mampu menunjukkan prioritas, implikasi bisnis, risiko, pilihan, dan tindakan yang perlu diputuskan tanpa membebani audiens dengan detail yang tidak diperlukan.
Lingkungan eksekutif juga menuntut kemampuan menjaga kredibilitas dan ketenangan ketika berhadapan dengan pertanyaan kritis, perbedaan pandangan, berita buruk, maupun keputusan yang belum memiliki informasi sempurna. Karena itu, komunikasi eksekutif membutuhkan kemampuan berpikir terstruktur, menyesuaikan kedalaman informasi, menyampaikan rekomendasi dengan percaya diri, serta tetap terbuka terhadap challenge dan masukan.
TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN
- Peserta pelatihan mampu membedakan karakteristik komunikasi operasional, manajerial, dan eksekutif serta menyesuaikan pesan dengan kebutuhan pengambil keputusan.
- Peserta pelatihan mampu menyederhanakan informasi kompleks menjadi pesan yang ringkas, terstruktur, dan berorientasi pada implikasi bisnis.
- Peserta pelatihan mampu menyusun executive briefing, recommendation, dan strategic message dengan alur logis serta bukti pendukung yang relevan.
- Peserta pelatihan mampu menunjukkan executive presence melalui penyampaian yang tenang, kredibel, tegas, dan profesional.
- Peserta pelatihan mampu berkomunikasi secara efektif dalam rapat, diskusi, dan interaksi high-stakes dengan senior stakeholders.
- Peserta pelatihan mampu menangani pertanyaan kritis, perbedaan pandangan, risiko, dan pesan sensitif tanpa kehilangan kejelasan maupun kredibilitas.
MATERI PELATIHAN
1. Understanding Executive Communication
- Karakteristik komunikasi pada level eksekutif
- Operational communication versus executive communication
- Informing versus enabling decision
- Apa yang dibutuhkan senior stakeholders dari sebuah pesan
- Clarity, brevity, relevance, consequence, dan action
- Mengidentifikasi:
- what matters
- why it matters
- what happens next
- Strategic relevance versus operational detail
- Risiko data dumping dan excessive background
2. Thinking Before Speaking
- Executive communication sebagai proses berpikir
- Menentukan core issue
- Memisahkan signal dari noise
- Mengidentifikasi key message
- Menentukan audience need
- Menentukan desired decision atau response
- Menentukan tingkat detail yang diperlukan
- Mengantisipasi pertanyaan utama sebelum komunikasi dilakukan
- Menguji pesan melalui pertanyaan “so what?”
3. Turning Data into Insight
- Data, information, insight, implication, recommendation
- Menemukan pola dari informasi
- Menghubungkan isu dengan:
- financial impact
- operational impact
- customer impact
- strategic impact
- risk
- opportunity
- Menghindari sekadar melaporkan angka
- Menentukan data pendukung yang benar-benar relevan
- Menyederhanakan isu teknis menjadi bahasa bisnis
- Menggunakan visual dan angka secara proporsional
- Menyampaikan uncertainty dan assumptions secara kredibel
4. Structuring Executive Messages
- Conclusion-first communication
- Bottom Line Up Front (BLUF)
- Minto Pyramid Principle
- SCQA: Situation–Complication–Question–Answer
- Kapan menggunakan masing-masing pendekatan
- Fact → Insight → Implication → Recommendation
- Menyusun supporting arguments
- Menjaga logical flow
- Memotong informasi yang tidak mendukung keputusan
- Menutup dengan:
- recommendation
- clear ask
- decision required
- next action
5. Executive Briefing & Strategic Updates
- Menyampaikan executive update dalam waktu terbatas
- Menyusun progress update
- Menjelaskan issue dan root concern
- Mengkomunikasikan risk dan consequence
- Menyampaikan corrective action
- Membawa recommendation, bukan hanya problem
- Menyampaikan option dan trade-off
- Menjelaskan keputusan yang dibutuhkan
- Menyesuaikan briefing untuk:
- board
- C-level
- senior management
- steering committee
- business sponsor
6. Executive Presence & Credibility
- Makna executive presence dalam komunikasi
- Substance, composure, confidence, dan credibility
- Confidence without arrogance
- Menyampaikan pandangan dengan authority
- Vocal delivery:
- pace
- pause
- articulation
- emphasis
- volume
- Mengurangi filler words dan verbal clutter
- Eye contact, posture, gesture
- Menjaga ketenangan saat ditekan
- Kehadiran profesional dalam forum formal maupun informal
7. Communicating Recommendations & Decisions
- Menyampaikan rekomendasi dengan jelas
- Menjelaskan rationale
- Menunjukkan evidence
- Menjelaskan options dan trade-off
- Mengkomunikasikan risiko dari tidak mengambil tindakan
- Menyampaikan recommendation confidence level
- Menghindari bahasa yang terlalu ragu
- Menghindari overclaiming
- Mendapatkan clarity terhadap decision atau approval
8. Navigating Boardroom & Senior-Level Discussion
- Memahami dinamika forum senior
- Reading the room
- Mengenali kepentingan dan concern stakeholder
- Berbicara pada timing yang tepat
- Menyampaikan pandangan yang berbeda
- Constructive dissent
- Disagreeing upward
- Challenging assumptions secara profesional
- Menghindari defensiveness
- Mengelola interruption
- Menjaga diskusi tetap pada decision point
- Membantu forum mencapai clarity dan closure
9. Handling Tough Questions & Pushback
- Mendengarkan pertanyaan sampai selesai
- Mengidentifikasi inti pertanyaan
- Menjawab secara direct dan concise
- Clarifying ambiguous questions
- Handling skepticism
- Handling challenge terhadap data atau asumsi
- Menghadapi pertanyaan yang belum memiliki jawaban
- Mengatakan “I don’t know” secara kredibel
- Menentukan follow-up
- Menghindari:
- defensiveness
- rambling
- over-explaining
- guessing
10. Communicating Risk, Bad News & Sensitive Issues
- Mengapa bad news harus disampaikan lebih awal
- Mengkomunikasikan risk tanpa menciptakan panic
- Menjelaskan issue, impact, response, dan support needed
- Menyampaikan missed target atau unfavorable result
- Menjaga transparency tanpa speculative statement
- Mengkomunikasikan uncertainty
- Menyeimbangkan confidence dan realism
- Menjaga trust ketika situasi belum sepenuhnya terkendali
TARGET PESERTA PELATIHAN
Senior manager, general manager, division head, department head, business unit head, executive, dan emerging executive yang berkomunikasi dengan senior stakeholders serta pengambil keputusan.
METODE PELATIHAN
- Penyampaian konsep
- Diskusi kelompok
- Latihan
- Studi kasus
Pelatihan tersedia dalam format online, offline, maupun in house training. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih metode pelatihan yang paling sesuai.
Belum menemukan topik pelatihan yang dibutuhkan? Kami juga melayani penyusunan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan perusahaan dan pengembangan SDM organisasi.
Silakan menghubungi tim kami untuk konsultasi dan permintaan pelatihan.
Informasi jadwal pelatihan dapat dilihat di sini.

