Pelatihan Leading AI Transformation

Leading AI Transformation

Leading AI Transformation menjadi penting ketika organisasi mulai bergerak dari sekadar mencoba teknologi AI menuju perubahan yang lebih nyata dalam proses kerja, peran, kapabilitas, dan cara menghasilkan nilai. Banyak inisiatif AI berhenti pada tahap pilot atau eksperimen karena organisasi belum memiliki kesiapan, ownership, dukungan lintas fungsi, maupun perubahan cara kerja yang memadai.

Bagi pemimpin, tantangannya bukan hanya memastikan teknologi tersedia, tetapi juga menyelaraskan kepemimpinan, menyiapkan tim, mendesain ulang workflow, mengelola resistensi, serta memastikan penggunaan AI benar-benar terintegrasi ke dalam pekerjaan sehari-hari. Transformasi juga perlu dijaga agar tidak berhenti pada aktivitas implementasi, tetapi menghasilkan perubahan yang dapat diukur dan dipertahankan.

Leading AI Transformation membantu pemimpin mengarahkan proses perubahan berbasis AI secara lebih terstruktur, mulai dari menilai kesiapan, membangun ownership, menyiapkan kapabilitas, mendorong adoption, hingga memperluas implementasi dan memastikan AI memberikan value bagi organisasi.

 

 

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta pelatihan mampu menilai kesiapan organisasi dalam menjalankan transformasi berbasis AI.
  2. Peserta pelatihan mampu membangun alignment, ownership, dan kolaborasi lintas fungsi dalam agenda transformasi AI.
  3. Peserta pelatihan mampu mengidentifikasi perubahan proses, workflow, peran, dan cara kerja yang diperlukan agar AI dapat memberikan value.
  4. Peserta pelatihan mampu menyiapkan kebutuhan kompetensi, upskilling, dan reskilling untuk mendukung perubahan berbasis AI.
  5. Peserta pelatihan mampu mengelola resistance, mendorong adoption, dan memperkuat penggunaan AI dalam pekerjaan sehari-hari.
  6. Peserta pelatihan mampu mengarahkan perluasan implementasi AI serta memantau value dan hasil transformasi secara berkelanjutan.

 

 

MATERI PELATIHAN

1. Assessing AI Transformation Readiness

  • Memahami perbedaan AI adoption, implementation, dan transformation
  • Mengidentifikasi perubahan yang ingin dicapai melalui AI
  • Menilai kesiapan proses, data, teknologi, manusia, dan organisasi
  • Mengidentifikasi capability gap dan hambatan utama
  • Menentukan area yang siap ditransformasi dan area yang masih perlu diperkuat
  • Mengenali risiko memaksakan AI pada proses yang belum siap

2. Building Leadership Alignment & Ownership

  • Menyamakan arah dan ekspektasi antar pimpinan
  • Menentukan sponsor dan owner dari agenda transformasi
  • Memperjelas peran fungsi bisnis, teknologi, data, HR, risk, dan fungsi pendukung
  • Menentukan decision rights dan accountability
  • Menghindari AI sebagai proyek satu fungsi
  • Membangun koordinasi lintas fungsi untuk mendukung eksekusi

3. Redesigning Work with AI

  • Mengidentifikasi aktivitas yang dapat diotomasi, diperkuat, atau didesain ulang
  • Meninjau kembali workflow sebelum menambahkan teknologi
  • Human-AI collaboration dalam proses kerja
  • Perubahan role dan responsibility
  • Menentukan area yang tetap membutuhkan human judgment
  • Mengurangi pekerjaan manual yang tidak memberikan nilai tambah
  • Menjaga keseimbangan antara efficiency, quality, dan control

4. Building AI Capability & Workforce Readiness

  • Menentukan AI literacy yang dibutuhkan pada berbagai level peran
  • Mengidentifikasi skill dan capability gap
  • Menyusun prioritas upskilling dan reskilling
  • Menyiapkan manager dan frontline untuk perubahan cara kerja
  • Knowledge sharing dan pembelajaran dari implementasi
  • Mengembangkan confidence dalam penggunaan AI tanpa menciptakan overreliance
  • Menjaga kesiapan kompetensi seiring perubahan teknologi

5. Driving Adoption & Managing Resistance

  • Mengenali penyebab resistance dan AI anxiety
  • Menjelaskan alasan dan manfaat perubahan
  • Membangun keterlibatan pengguna sejak awal
  • Role modeling dari pimpinan
  • Memanfaatkan early adopters dan change champions
  • Mengelola ekspektasi yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah terhadap AI
  • Feedback dan reinforcement untuk memperkuat perilaku baru
  • Menjaga penggunaan AI setelah fase implementasi awal

6. Moving from Pilot to Scale

  • Menentukan kesiapan pilot untuk diperluas
  • Membedakan pilot yang menghasilkan learning dengan pilot yang hanya menjadi eksperimen
  • Menilai proses, capability, support, dan stakeholder readiness sebelum scaling
  • Standardization versus flexibility dalam perluasan penggunaan
  • Koordinasi lintas unit dan fungsi
  • Mengelola ketergantungan dan hambatan saat implementasi meluas
  • Menghindari banyak pilot tanpa arah dan tindak lanjut yang jelas
  • Memanfaatkan learning dari implementasi awal

7. Measuring Adoption & Value Realization

  • Menentukan outcome yang ingin dicapai dari transformasi
  • Mengukur adoption dan penggunaan nyata
  • Menghubungkan AI dengan productivity, quality, speed, customer value, cost, atau business outcome lain yang relevan
  • Membedakan activity metrics dengan outcome metrics
  • Mengidentifikasi gap antara implementasi dan value yang dihasilkan
  • Monitoring progress dan course correction
  • Menentukan kapan inisiatif perlu diperbaiki, diperluas, atau dihentikan

8. Sustaining AI Transformation

  • Mengintegrasikan cara kerja baru ke proses dan kebiasaan organisasi
  • Menjaga ownership setelah fase proyek berakhir
  • Memperbarui capability seiring perkembangan AI
  • Menggunakan feedback dan learning untuk perbaikan berkelanjutan
  • Meninjau kembali workflow, role, dan kontrol ketika penggunaan AI berkembang
  • Mengelola transformation fatigue
  • Menjaga keseimbangan antara kecepatan perubahan dan kesiapan organisasi
  • Menentukan prioritas transformasi berikutnya berdasarkan value dan learning

 

 

TARGET PESERTA PELATIHAN

Direktur, general manager, division head, business unit leader, senior manager, serta pimpinan di bidang transformation, strategy, digital, technology, HR, dan fungsi bisnis yang terlibat dalam implementasi dan perluasan penggunaan AI.

 

 

METODE PELATIHAN

  • Penyampaian konsep
  • Diskusi kelompok
  • Latihan
  • Studi kasus

 

 

Pelatihan tersedia dalam format online, offline, maupun in house training. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih metode pelatihan yang paling sesuai.

Belum menemukan topik pelatihan yang dibutuhkan? Kami juga melayani penyusunan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan perusahaan dan pengembangan SDM organisasi.

Silakan menghubungi tim kami untuk konsultasi dan permintaan pelatihan.

Informasi jadwal pelatihan dapat dilihat di sini.

 

 

 

 

 

 

 

Kanaka

Perumahan Griya Sidokarto Village A1, Jalan Alam Hijau, RT:04/RW:09, Semarangan, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY 55264
Kontak Kami
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram