Perceived Investment in Employee Development

Konsep Perceived Investment in Employee Development  ini pertama kali dicetuskan oleh Lee dan Bruvold. Menurut mereka, investasi dalam pengembangan karyawan berarti memperkaya karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat digunakan untuk mengantisipasi dan siap terhadap tugas serta tantangan pekerjaan baru. Selanjutnya, investasi dalam pengembangan karyawan merupakan salah satu usaha yang dilakukan perusahaan untuk tetap mempertahankan performa dan pertumbuhan pribadi karyawan.

Dengan adanya investasi tersebut akan menciptakan suatu keuntungan kompetitif baik bagi karyawan maupun perusahaan, dimana perusahaan menyediakan suatu pengembangan berkelanjutan bagi karyawan dan membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan saat ini dan memperoleh keterampilan baru lainnya sehingga dapat mendorong mereka agar bekerja lebih efektif.

Investasi aktivitas pengembangan karyawan yang dilakukan oleh perusahaan berkontribusi dan menciptakan persepsi pada karyawan tentang kesungguhan organisasi untuk mendukung mereka. Investasi pada pengembangan karyawan dapat mempengaruhi perilaku dan sikap karyawan terhadap organisasinya.

Perceived Investment in Employee Development merupakan penilaian karyawan atas komitmen perusahaan dalam rangka membantu karyawan untuk belajar dan memperoleh keterampilan dan kompetensi baru yang berguna sebagai bekal untuk mencapai posisi baru. Perceived Investment in Employee Development menciptakan kondisi dimana karyawan meyakini bahwa perusahaan menghargai kontribusi yang telah mereka berikan dan peduli akan kesejahteraan mereka.

Perceived Investment in Employee Development juga menciptakan kewajiban bagi karyawan untuk peduli terhadap kesejahteraan organisasi serta bekerja keras agar dapat meningkatkan efektivitas organisasi.

This entry was posted in Artikel and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.