Managing Business Operations
Managing Business Operations menjadi penting ketika keberhasilan bisnis sangat bergantung pada bagaimana pekerjaan sehari-hari benar-benar mengalir dari satu proses ke proses berikutnya. Target dapat terlihat jelas, tetapi hasil tetap terganggu ketika terjadi bottleneck, kapasitas tidak seimbang, handoff antarbagian lemah, standar tidak dijalankan secara konsisten, atau masalah operasional terlambat diketahui.
Kondisi operasi juga tidak selalu berjalan sesuai rencana. Perubahan demand, keterbatasan resource, keterlambatan proses, error, maupun gangguan lintas fungsi dapat memengaruhi quality, speed, cost, service, dan reliability. Karena itu, pengelolaan operasi membutuhkan kemampuan melihat proses secara end-to-end, menjaga koordinasi, membaca penyimpangan, dan menentukan tindakan yang tepat sebelum masalah berkembang lebih besar.
Operasi yang dikelola dengan baik membantu organisasi menjaga kestabilan pelaksanaan kerja sekaligus menemukan area yang perlu diperbaiki agar penggunaan sumber daya, aliran proses, dan hasil operasional tetap sesuai kebutuhan bisnis.
TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN
- Peserta pelatihan mampu memahami operasi sebagai rangkaian proses end-to-end yang saling terhubung dalam menghasilkan output.
- Peserta pelatihan mampu mengelola demand, workload, capacity, dan resource agar aliran kerja lebih seimbang.
- Peserta pelatihan mampu menjaga koordinasi, handoff, dan information flow antarbagian dalam pelaksanaan operasi.
- Peserta pelatihan mampu menetapkan standar dan membaca indikator yang relevan untuk menjaga kinerja operasional.
- Peserta pelatihan mampu mengenali serta menangani deviation dan gangguan operasional secara proporsional.
- Peserta pelatihan mampu mengidentifikasi peluang perbaikan untuk meningkatkan efektivitas dan kestabilan operasi.
MATERI PELATIHAN
1. Understanding the Operational Flow
- Melihat operasi sebagai aliran end-to-end dari input hingga output
- Mengenali core process, supporting process, dan customer of the process
- Memahami dependency dan handoff antarbagian
- Mengidentifikasi aktivitas yang menciptakan value dan yang menghambat flow
- Membandingkan proses aktual dengan proses yang seharusnya berjalan
2. Managing Demand, Capacity & Workload
- Memahami hubungan antara demand, workload, capacity, dan resources
- Mengenali overload, underutilization, dan imbalance
- Mengelola work-in-progress dan antrean pekerjaan
- Menentukan prioritas ketika demand melebihi kapasitas
- Mengidentifikasi bottleneck dan constraint yang membatasi throughput
3. Keeping Work Coordinated & Under Control
- Memperjelas roles, handoff, dan information flow
- Mengelola dependency lintas unit atau fungsi
- Menjaga operating rhythm dan follow-up
- Mengurangi waiting, duplication, dan pekerjaan yang terputus
- Menangani competing priorities yang mengganggu kelancaran operasi
4. Managing Standards, Quality & Operational Performance
- Menentukan operating standard yang diperlukan untuk menjaga consistency
- Menyeimbangkan quality, speed, cost, service, dan reliability
- Membedakan productivity, efficiency, effectiveness, dan output
- Memilih indikator kinerja operasional yang relevan
- Membaca variance antara standard, target, dan actual performance
5. Handling Operational Problems & Disruptions
- Mengenali abnormality dan performance deviation
- Membedakan symptom dengan underlying problem
- Menentukan immediate containment agar dampak tidak meluas
- Menjaga critical work tetap berjalan selama gangguan
- Menentukan escalation dan corrective action yang sesuai
- Membedakan temporary workaround dengan penyelesaian yang lebih permanen
6. Improving the Way Operations Work
- Mengenali recurring problem, waste, dan unnecessary complexity
- Memperbaiki flow, handoff, standard, capacity, atau resource allocation
- Menggunakan process mapping dan root-cause thinking secara proporsional
- Menguji perubahan sebelum diterapkan lebih luas
- Melibatkan pihak yang menjalankan proses dalam improvement
- Memastikan perbaikan menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari
TARGET PESERTA PELATIHAN
Operations manager, operations supervisor, unit head, department head, process manager, project manager, serta profesional yang bertanggung jawab terhadap kelancaran dan kinerja operasional.
METODE PELATIHAN
- Penyampaian konsep
- Diskusi kelompok
- Latihan
- Studi kasus
Pelatihan tersedia dalam format online, offline, maupun in house training. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih metode pelatihan yang paling sesuai.
Belum menemukan topik pelatihan yang dibutuhkan? Kami juga melayani penyusunan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan perusahaan dan pengembangan SDM organisasi.
Silakan menghubungi tim kami untuk konsultasi dan permintaan pelatihan.
Informasi jadwal pelatihan dapat dilihat di sini.

