Pelatihan Business Diversification Strategy

Business Diversification Strategy

Business Diversification Strategy menjadi penting ketika perusahaan mulai mempertimbangkan pertumbuhan di luar bisnis intinya, baik karena keterbatasan ruang pertumbuhan, perubahan industri, munculnya peluang baru, maupun adanya kapabilitas yang dapat dimanfaatkan di arena bisnis lain. Namun, masuk ke bisnis baru tidak selalu menciptakan nilai. Diversifikasi dapat menambah kompleksitas, menyerap modal dan perhatian manajemen, bahkan melemahkan bisnis inti apabila keputusan hanya didorong oleh daya tarik peluang tanpa alasan strategis yang kuat.

Keputusan diversifikasi perlu menjawab bukan hanya bisnis apa yang menarik, tetapi juga mengapa perusahaan tersebut memiliki alasan dan kemampuan untuk memasukinya. Daya tarik industri, kesesuaian kapabilitas, potensi sinergi, biaya masuk, kebutuhan modal, serta risiko integrasi perlu dilihat secara bersama. Sinergi yang terlihat menjanjikan di atas kertas juga perlu diuji apakah benar-benar dapat direalisasikan setelah memperhitungkan biaya koordinasi dan kompleksitas.

Diversifikasi yang sehat pada akhirnya merupakan persoalan pengelolaan portofolio bisnis. Perusahaan perlu menentukan cara masuk yang paling tepat, batas integrasi dengan bisnis inti, alokasi sumber daya, serta kondisi yang menjadi dasar untuk melanjutkan investasi, memperbesar bisnis baru, menahan ekspansi, atau keluar dari suatu bisnis.

 

 

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta pelatihan mampu menilai kapan diversifikasi merupakan pilihan strategis yang lebih tepat dibanding memperkuat atau memperluas bisnis inti.
  2. Peserta pelatihan mampu mengidentifikasi dan membandingkan arena diversifikasi berdasarkan peluang, adjacency, dan kapabilitas yang dapat dimanfaatkan.
  3. Peserta pelatihan mampu menguji strategic fit, synergy, attractiveness, dan potensi value creation dari pilihan diversifikasi.
  4. Peserta pelatihan mampu menilai implikasi ekonomi, kebutuhan modal, risiko, kompleksitas, dan dampak diversifikasi terhadap portofolio bisnis.
  5. Peserta pelatihan mampu memilih jalur diversifikasi melalui internal development, acquisition, alliance, joint venture, licensing, atau bentuk lain yang relevan.
  6. Peserta pelatihan mampu merancang governance dan allocation logic untuk mengelola portofolio bisnis yang semakin beragam.

 

 

MATERI PELATIHAN

1. Determining the Strategic Rationale for Diversification

  • Membedakan business growth, expansion, vertical integration, dan diversification
  • Memahami related, adjacent, dan unrelated diversification
  • Menilai health, maturity, growth ceiling, dan concentration risk dari core business
  • Mengidentifikasi strategic triggers yang dapat mendorong kebutuhan diversifikasi
  • Mempertimbangkan pemanfaatan excess capability, asset, customer base, technology, atau distribution strength
  • Menguji apakah diversifikasi benar-benar diperlukan atau justru mengalihkan perhatian dari peluang yang masih tersedia di bisnis inti

2. Identifying & Selecting Diversification Arenas

  • Mengidentifikasi peluang pada customer, product/service, capability, value chain, ecosystem, dan industry adjacencies
  • Memetakan core competencies dan transferable capabilities yang dapat digunakan pada bisnis baru
  • Menilai emerging profit pools dan perubahan struktur industri yang membuka arena baru
  • Menggunakan Ansoff Matrix, adjacency mapping, Three Horizons, atau portfolio tools lain bila relevan
  • Menetapkan batas diversifikasi agar pertumbuhan tidak kehilangan strategic coherence
  • Menyusun beberapa alternatif arena untuk dibandingkan sebelum menetapkan prioritas

3. Testing Strategic Fit, Synergy & Value Creation

  • Menilai attractiveness dan competitive dynamics dari industri atau bisnis target
  • Menguji strategic fit dan capability fit antara core business dengan bisnis baru
  • Mengidentifikasi potensi economies of scope, shared assets, customer overlap, channel leverage, dan value-chain linkages
  • Menggunakan Attractiveness Test, Cost-of-Entry Test, dan Better-Off Test untuk menguji logika diversifikasi
  • Menguji apakah synergy tetap menciptakan nilai setelah memperhitungkan integration cost dan complexity cost
  • Menilai parenting advantage: nilai apa yang benar-benar dapat diberikan perusahaan induk kepada bisnis baru

4. Evaluating Economics, Risk & Portfolio Impact

  • Menilai capital requirement, return potential, time-to-value, dan financial attractiveness secara proporsional
  • Mengidentifikasi risiko pasar, operasi, regulasi, capability, integration, dan execution
  • Menilai potensi cannibalization serta dampaknya terhadap bisnis yang sudah ada
  • Mengukur implikasi terhadap management attention, talent, technology, dan organizational capacity
  • Membandingkan peluang diversifikasi dalam konteks keseluruhan portfolio bisnis
  • Mempertimbangkan opportunity cost dari modal dan sumber daya yang dialihkan ke bisnis baru

5. Choosing the Diversification Route

  • Membandingkan internal development, acquisition, strategic alliance, joint venture, licensing, dan corporate venturing
  • Menilai trade-off antara speed, control, investment, capability requirement, dan risk pada setiap route
  • Menentukan kapan perusahaan lebih tepat build, buy, atau partner
  • Mempertimbangkan kebutuhan integration versus autonomy pada bisnis baru
  • Mengidentifikasi capability atau asset yang perlu dibangun, diperoleh, atau diakses melalui pihak lain
  • Menetapkan assumptions, milestones, dan validation points sebelum komitmen investasi diperbesar

6. Governing the Diversified Business Portfolio

  • Menentukan peran corporate parent terhadap berbagai business units
  • Menetapkan prinsip capital dan resource allocation antara core, adjacent, dan new businesses
  • Menentukan tingkat strategic control dan operational autonomy yang sesuai
  • Menetapkan performance expectations yang sesuai dengan maturity setiap bisnis
  • Menggunakan stage-gate untuk keputusan invest, scale, hold, harvest, atau exit
  • Menilai realisasi synergy dan strategic rationale secara berkala
  • Melakukan portfolio rebalancing, divestment, atau exit ketika asumsi awal tidak lagi berlaku

 

 

TARGET PESERTA PELATIHAN

Direktur, general manager, business unit leader, corporate planning, strategic planning, business development, corporate finance, investment, serta profesional yang terlibat dalam keputusan diversifikasi dan pengelolaan portofolio bisnis.

 

 

METODE PELATIHAN

  • Penyampaian konsep
  • Diskusi kelompok
  • Latihan
  • Studi kasus

 

 

Pelatihan tersedia dalam format online, offline, maupun in house training. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih metode pelatihan yang paling sesuai.

Belum menemukan topik pelatihan yang dibutuhkan? Kami juga melayani penyusunan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan perusahaan dan pengembangan SDM organisasi.

Silakan menghubungi tim kami untuk konsultasi dan permintaan pelatihan.

Informasi jadwal pelatihan dapat dilihat di sini.

 

 

 

 

 

 

 

Kanaka

Perumahan Griya Sidokarto Village A1, Jalan Alam Hijau, RT:04/RW:09, Semarangan, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY 55264
Kontak Kami
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram