Pelatihan Business Model Innovation

Business Model Innovation

Business Model Innovation menjadi penting ketika cara perusahaan menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai mulai tidak lagi sesuai dengan perubahan pelanggan, teknologi, struktur industri, maupun economics bisnis. Produk yang masih relevan belum tentu ditopang oleh model bisnis yang tetap kuat. Misalnya, revenue model dapat melemah, cost-to-serve meningkat, channel kehilangan efektivitas, atau pihak lain dalam ekosistem justru menangkap porsi nilai yang semakin besar.

Namun, inovasi model bisnis tidak selalu berarti menciptakan bisnis yang sepenuhnya baru atau melakukan perubahan radikal. Perubahan dapat terjadi pada customer yang dilayani, value proposition, cara pelanggan mengakses produk, pihak yang membayar, revenue mechanism, operating model, penggunaan aset, peran partner, maupun struktur biaya. Karena itu, tantangannya adalah menemukan bagian yang memang perlu diubah tanpa merusak bagian model yang masih menghasilkan nilai.

Model bisnis baru juga tidak cukup hanya terlihat menarik di atas canvas. Asumsi tentang customer, economics, capability, partner, dan cara operasi perlu diuji sebelum perusahaan meningkatkan komitmen sumber daya. Selain itu, bagi perusahaan yang telah berjalan, perubahan perlu dikelola sebagai proses transisi agar model baru dapat berkembang tanpa menimbulkan konflik channel, cannibalization, atau kompleksitas organisasi yang justru menghilangkan manfaat inovasinya.

 

 

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta pelatihan mampu menganalisis bagaimana model bisnis menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai serta hubungan antarelemen di dalamnya.
  2. Peserta pelatihan mampu mendiagnosis kelemahan, dependency, value leakage, dan asumsi pada model bisnis yang sedang berjalan.
  3. Peserta pelatihan mampu mengidentifikasi peluang inovasi model bisnis yang berasal dari perubahan pelanggan, teknologi, economics, channel, ecosystem, maupun struktur industri.
  4. Peserta pelatihan mampu merancang dan membandingkan beberapa alternatif model bisnis berdasarkan value proposition, operating logic, revenue mechanism, serta kebutuhan capability.
  5. Peserta pelatihan mampu menguji strategic fit, feasibility, business economics, scalability, dan risiko dari model bisnis yang dirancang.
  6. Peserta pelatihan mampu memvalidasi asumsi kritis melalui evidence dan eksperimen yang sesuai sebelum melakukan investasi dalam skala yang lebih besar.
  7. Peserta pelatihan mampu menentukan pendekatan transisi dan governance untuk mengimplementasikan model bisnis baru pada organisasi yang sedang berjalan.

 

 

MATERI PELATIHAN

1. Understanding Business Model Innovation

  • Memahami business model sebagai sistem value creation, value delivery, dan value capture
  • Membedakan business model, business strategy, product innovation, process innovation, dan business model innovation
  • Memahami hubungan antara customer, value proposition, operating model, partner, revenue, dan cost structure
  • Mengenali perubahan pasar, teknologi, regulasi, dan economics yang dapat membuat model bisnis kehilangan relevansi
  • Memahami incremental dan transformative business model innovation tanpa menganggap semua inovasi harus disruptive
  • Menggunakan Business Model Canvas atau kerangka lain untuk membantu melihat hubungan antarelemen model bisnis secara utuh

2. Diagnosing the Existing Business Model

  • Memetakan bagaimana bisnis saat ini menghasilkan value bagi customer dan economic value bagi perusahaan
  • Mengidentifikasi revenue drivers, cost drivers, margin logic, serta aktivitas yang paling menentukan economics bisnis
  • Menemukan customer friction, value leakage, process inefficiency, dan bagian model yang mulai kehilangan efektivitas
  • Mengidentifikasi ketergantungan terhadap customer tertentu, channel, supplier, technology, asset, partner, atau key capability
  • Menguji asumsi bisnis yang selama ini dianggap benar tetapi mungkin telah berubah
  • Menilai kerentanan model terhadap perubahan customer behavior, competition, regulation, technology, dan industry structure
  • Menentukan bagian model yang masih perlu dipertahankan, diperbaiki, atau ditantang

3. Identifying Business Model Innovation Opportunities

  • Menggali unmet needs dan perubahan customer jobs, pains, serta gains menggunakan pendekatan seperti Jobs to Be Done atau Value Proposition Canvas bila relevan
  • Mengidentifikasi peluang dari perubahan access, channel, distribution, ownership, dan customer interaction
  • Mengeksplorasi perubahan pricing, revenue mechanism, payer, bundling, serta cara perusahaan menangkap value
  • Mengidentifikasi peluang dari technology, data, automation, AI, dan digital connectivity sebagai business model enabler
  • Mengeksplorasi penggunaan asset, capability, partner, dan ecosystem dengan cara yang berbeda
  • Menantang industry assumptions dan kebiasaan bisnis yang selama ini dianggap tidak dapat diubah
  • Menggunakan business model patterns sebagai sumber inspirasi, bukan sebagai template yang harus ditiru

4. Designing Alternative Business Models

  • Merancang beberapa alternatif model bisnis, bukan langsung mengunci satu pilihan
  • Mengembangkan kombinasi baru antara customer, value proposition, channel, operating model, partner, revenue, dan cost logic
  • Mengeksplorasi pola seperti subscription, pay-per-use, platform, marketplace, licensing, servitization, direct-to-customer, atau outcome-based model bila relevan
  • Menentukan perubahan capability, resource, technology, dan partner yang dibutuhkan oleh setiap alternatif
  • Mempertimbangkan dampak setiap model terhadap customer experience dan cara perusahaan beroperasi
  • Mengidentifikasi trade-off serta konsekuensi yang muncul ketika satu bagian model diubah
  • Membandingkan alternatif sebelum memilih model yang layak untuk diuji lebih lanjut

5. Testing Strategic Fit & Business Economics

  • Menilai desirability: apakah customer atau pihak lain dalam ecosystem benar-benar memperoleh value
  • Menilai strategic fit antara model baru dengan arah bisnis, brand, asset, capability, dan competitive position perusahaan
  • Menguji revenue logic, pricing, willingness to pay, serta mekanisme value capture
  • Menganalisis cost structure, cost-to-serve, margin, break-even logic, dan unit economics bila relevan
  • Mempertimbangkan kebutuhan capital dan working capital sesuai karakter model bisnis
  • Menilai operational feasibility, partner dependency, scalability, dan defensibility
  • Melakukan sensitivity thinking terhadap asumsi yang paling menentukan keberhasilan economics model

6. Validating Critical Business Model Assumptions

  • Memetakan assumptions dan membedakan fakta, hipotesis, serta keyakinan yang belum memiliki evidence
  • Mengidentifikasi riskiest assumptions yang perlu diuji terlebih dahulu
  • Menentukan evidence yang diperlukan untuk menguji customer, commercial, operational, financial, dan ecosystem assumptions
  • Merancang eksperimen melalui prototype, pilot, MVP, limited launch, sandbox, atau metode lain yang sesuai dengan konteks bisnis
  • Menetapkan validation metrics dan acceptance criteria sebelum eksperimen dilakukan
  • Menginterpretasikan hasil pengujian tanpa terjebak mempertahankan ide yang tidak didukung evidence
  • Menentukan keputusan continue, refine, pivot, retest, atau stop

7. Transitioning & Governing the New Business Model

  • Memilih pendekatan transisi melalui replacement, parallel model, segment-based migration, atau unit terpisah sesuai kebutuhan
  • Mengelola cannibalization, channel conflict, customer migration, dan benturan incentive antara model lama dan model baru
  • Menentukan tingkat autonomy dan integration yang tepat bagi model bisnis baru
  • Menyiapkan perubahan capability, people, process, technology, data, partner, serta resource allocation
  • Menetapkan milestones, decision gates, dan tingkat komitmen investasi secara bertahap
  • Menentukan kondisi ketika model baru layak diperbesar, perlu disesuaikan, tetap diuji, atau dihentikan
  • Memantau kinerja model bisnis serta meninjau kembali asumsi ketika customer, economics, atau lingkungan bisnis berubah

 

 

TARGET PESERTA PELATIHAN

Direktur, general manager, business unit leader, strategic planning, corporate planning, business development, innovation, product management, serta profesional yang terlibat dalam pengembangan atau pembaruan model bisnis.

 

 

METODE PELATIHAN

  • Penyampaian konsep
  • Diskusi kelompok
  • Latihan
  • Studi kasus

 

 

FORMAT & INFORMASI PELATIHAN

  • Pelatihan tersedia dalam format online, offline, maupun in house training. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih format pelatihan yang paling sesuai dengan kebutuhan, lokasi, dan karakter peserta.
  • Belum menemukan topik pelatihan yang dibutuhkan? Kami juga melayani penyusunan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan perusahaan dan pengembangan SDM organisasi.
  • Silakan menghubungi tim kami untuk konsultasi dan permintaan pelatihan.
  • Informasi pelaksanaan program dapat dilihat melalui Jadwal Pelatihan. Informasi program lainnya juga tersedia melalui Kanaka Training.

 

Kanaka

Perumahan Griya Sidokarto Village A1, Jalan Alam Hijau, RT:04/RW:09, Semarangan, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY 55264
Kontak Kami
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram