Pelatihan Business Growth Strategy & Execution

Business Growth Strategy & Execution

Business Growth Strategy & Execution menjadi penting ketika organisasi tidak lagi cukup hanya menetapkan target pertumbuhan, tetapi perlu menentukan dari mana pertumbuhan tersebut akan datang dan pilihan mana yang benar-benar layak dikejar. Pertumbuhan dapat berasal dari bisnis inti, pelanggan yang sudah ada, pasar baru, produk atau layanan baru, channel, pricing, partnership, adjacency, business model, maupun jalur anorganik. Setiap pilihan memiliki potensi, kebutuhan sumber daya, tingkat risiko, dan konsekuensi ekonomi yang berbeda.

Pertumbuhan yang besar juga belum tentu merupakan pertumbuhan yang sehat. Kenaikan revenue dapat disertai penurunan margin, kebutuhan investasi yang terlalu tinggi, meningkatnya customer concentration, atau organisasi yang semakin sulit menjalankan operasi. Karena itu, growth strategy perlu mempertimbangkan bukan hanya besarnya peluang, tetapi juga strategic fit, economics, capability, time-to-value, dan kemampuan organisasi untuk menopangnya.

Pilihan pertumbuhan yang sudah ditetapkan selanjutnya perlu diterjemahkan menjadi portofolio inisiatif yang jelas, memiliki ownership, resource, milestone, indikator, dan mekanisme review. Dengan demikian, organisasi dapat memusatkan sumber daya pada growth initiatives yang paling menjanjikan, mempercepat yang terbukti bekerja, memperbaiki yang masih dapat dikembangkan, serta menghentikan inisiatif yang tidak lagi memiliki dasar yang kuat.

 

 

TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta pelatihan mampu mendiagnosis posisi pertumbuhan bisnis dan mengidentifikasi faktor yang selama ini mendorong maupun membatasi pertumbuhan.
  2. Peserta pelatihan mampu mengidentifikasi berbagai growth pathways dari bisnis inti, pelanggan, pasar, produk, channel, partnership, adjacency, maupun pilihan anorganik.
  3. Peserta pelatihan mampu mengevaluasi dan memprioritaskan growth options berdasarkan attractiveness, strategic fit, economics, capability, resource requirement, dan risiko.
  4. Peserta pelatihan mampu menyusun portofolio pertumbuhan yang menyeimbangkan core growth, adjacent growth, serta sumber pertumbuhan baru.
  5. Peserta pelatihan mampu menerjemahkan prioritas pertumbuhan menjadi growth initiatives, ownership, resource allocation, milestone, dan indikator kinerja yang jelas.
  6. Peserta pelatihan mampu melakukan review terhadap kinerja dan asumsi pertumbuhan serta menentukan keputusan accelerate, reshape, pause, atau stop berdasarkan evidence.

 

 

MATERI PELATIHAN

1. Diagnosing the Current Growth Position

  • Memahami perbedaan revenue growth, profitable growth, sustainable growth, dan quality of growth
  • Menganalisis historical growth drivers serta kontribusi customer, product, market, dan channel terhadap pertumbuhan
  • Mengidentifikasi growth ceiling, market maturity, dan perubahan terhadap ruang pertumbuhan bisnis
  • Menilai concentration risk pada customer, product, market, channel, atau sumber pendapatan tertentu
  • Mengidentifikasi capability, capacity, capital, atau organizational constraints yang dapat membatasi pertumbuhan
  • Menentukan growth gap antara kondisi bisnis saat ini dengan sasaran pertumbuhan yang ingin dicapai

2. Identifying Growth Pathways

  • Menggali pertumbuhan dari existing customers melalui retention, frequency, volume, dan share of wallet
  • Mengidentifikasi peluang market penetration, market development, serta product atau service development
  • Mengevaluasi peluang melalui pricing, value capture, channel development, dan distribution
  • Mengidentifikasi growth melalui partnership, ecosystem, adjacency, dan business model innovation
  • Mempertimbangkan inorganic growth melalui acquisition atau bentuk lain bila relevan
  • Menggunakan Ansoff Matrix, adjacency thinking, atau kerangka lain untuk membantu memetakan pilihan pertumbuhan

3. Evaluating & Prioritizing Growth Options

  • Menilai market attractiveness, customer potential, dan besarnya peluang pertumbuhan
  • Menguji strategic fit serta kesesuaian dengan capability yang dimiliki atau dapat dibangun
  • Menilai revenue potential, margin, investment requirement, dan time-to-value
  • Mengidentifikasi execution complexity, dependency, serta risiko utama pada setiap growth option
  • Menguji critical assumptions yang menjadi dasar proyeksi pertumbuhan
  • Membandingkan growth options secara terstruktur untuk menentukan pursue, test, hold, atau reject

4. Building the Growth Portfolio

  • Menyeimbangkan pertumbuhan dari core business, adjacent opportunities, dan new growth
  • Menentukan kombinasi short-, medium-, dan longer-term growth initiatives
  • Mengalokasikan capital, people, management attention, dan sumber daya lain berdasarkan prioritas
  • Menghindari resource dilution akibat terlalu banyak growth initiatives yang dijalankan bersamaan
  • Mengidentifikasi capability yang perlu dibangun untuk mendukung growth portfolio
  • Menentukan sequencing dan interdependency antar-inisiatif agar pertumbuhan dapat dijalankan secara realistis

5. Translating Growth Strategy into Execution

  • Menerjemahkan growth priorities menjadi strategic growth initiatives yang jelas
  • Menetapkan ownership, accountability, dan cross-functional responsibilities
  • Menentukan milestone, decision gate, dan resource commitment pada setiap initiative
  • Menyelaraskan kebutuhan commercial, operations, finance, people, technology, dan fungsi lain yang terkait
  • Menentukan leading dan lagging indicators yang mampu menunjukkan progres serta hasil pertumbuhan
  • Membangun execution cadence untuk memonitor hambatan, dependency, dan tindak lanjut tanpa kehilangan fokus pada bisnis inti

6. Reviewing & Reallocating the Growth Portfolio

  • Memantau revenue, margin, customer response, adoption, economics, dan strategic progress setiap initiative
  • Membedakan masalah eksekusi dengan growth thesis atau asumsi yang memang tidak lagi valid
  • Meninjau kembali market, customer, economics, dan capability assumptions ketika kondisi berubah
  • Menentukan kapan initiative perlu accelerate, reshape, pause, atau stop
  • Melakukan realokasi capital dan resources berdasarkan evidence dan perkembangan opportunity
  • Menggunakan hasil review dan learning untuk memperbaiki growth portfolio berikutnya

 

 

TARGET PESERTA PELATIHAN

Direktur, general manager, business unit leader, corporate planning, strategic planning, business development, commercial manager, serta profesional yang bertanggung jawab atas strategi dan eksekusi pertumbuhan bisnis.

 

 

METODE PELATIHAN

  • Penyampaian konsep
  • Diskusi kelompok
  • Latihan
  • Studi kasus

 

 

Pelatihan tersedia dalam format online, offline, maupun in house training. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih metode pelatihan yang paling sesuai.

Belum menemukan topik pelatihan yang dibutuhkan? Kami juga melayani penyusunan program pelatihan khusus sesuai kebutuhan perusahaan dan pengembangan SDM organisasi.

Silakan menghubungi tim kami untuk konsultasi dan permintaan pelatihan.

Informasi jadwal pelatihan dapat dilihat di sini.

 

 

 

 

 

 

 

Kanaka

Perumahan Griya Sidokarto Village A1, Jalan Alam Hijau, RT:04/RW:09, Semarangan, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY 55264
Kontak Kami
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram